Feb 6, 2018

Doa vs Ikhtiar, Seperti Apa Ikhtiar Melunasi Hutang yang Benar?

Ikhtiar, sebuah kata yang substansinya kadang membuat kita bingung. Doa dan ikhtiar duluan mana? Atau bagaimana mengetahui bahwa ikhtiar kita adalah ikhtiar yang benar? Apa perbedaan ikhtiar dan usaha? Apakah ikhtiar kita sudah betul apa belum? Contoh ikhtiar, cara ikhtiar seperti apa?

Dan ketika disodorkan pertanyaan seperti ini maka akan ada sejuta jawaban. Baiklah sebelum saya nambahin jadi sejuta satu, berikut ada sahabat kita yang menanyakan hal serupa. Pertanyaan dan jawaban yang DALAM. Klo IQ nya gak cukup dijamin gak paham.. hehe

Beliau bertanya kepada saya via email sbb

-------------------------------------------------------

Assalamualaikum wr wb

Pak Adhin yg saya hormati,

Alhamdulillah setelah membaca semua panduan dr bapak sy benar2 mengalami perubahan mind set yg luar biasa...

Perasaan sy yg hampir ingin bunuh diri langsung hilang.. Beban berat yg menggunung serasa menjadi ringan walopun blm mendapat jawaban/solusi..

Keyakinan yg melemah menguat kembali...

(Ybs baru saja menjadi member Rahasia Kunci Sukses. Bagi teman2 yang mau ngintip silahkan KLIK DISINI)

Saya memang masih menghadapi masalah.. Dan saya belum berhasil menyesaikannya...

Tapi memang begitulah urusan utang piutang selesainya kan harus dgn dibayar.. Sy skrg tdk menyalahkan siapa siapa... Sy menyadari semua salah sy pribadi dlm melangkah dan mengambil keputusan.

Singkatnya, dalam tekanan utang yg begitu berat.. Hingga sy nyaris memilih mati dan merasa Allah tidak memberikan pertolongan... Sy mendapat motivasi baru yg benar2 menjungkirbalikan apa yg ada dlm otak sy slama ini

Pa Adhin yg sy hormati, ketika utang tak kunjung terbayar... Sebenarnya sejauh mana kita harus berihktiar?

Ketika kita yg seorang pegawai tdk punya penghasilan lain... Apakah utk membayar utang yg masih ber jalan ini kita harus mati2 an mencari uang dari mana saja bahkan dgn menggali lobang baru?

Apakah selama blm ada pertolongan Allah sedangkan pemberi utang mengejar2 karena sudh beberapa kali diberi tempo tapi msh belum bisa bayar kita boleh terus menggali lobang kanan kiri agar bisa terbayarkam tapi kita punya utang baru yg lebih besar.. Atau apakah yg namanya ikhtiar itu kita cukup berdoa dan yakin terus menrima apa adanya tapi kita tidak banyak berbuat karena merasa sangat buntu.

Mungkin intinya adalah apa yg harus kita lakukan..mau bayar nggak mampu... Usaha gak punya karena jd pegawai yg gak punya keahlian lain..

Apakah pinjam ke bank juga merupakan ikhtiar yg baik? Walopun misalnya gak bakal bisa nutup utang kita karena terlalu besar...

Bahkan utang bertambah besar

Atau cukupkah dengan menjalani panduan dari bapak saja

Makasih banyak pak Adhin... Smg jawabannya bisa mencerahkan hidup sy...

Amiin yra

----------------------------------------



Jawab:

Waalaikumsalam wrwb. Sebelumnya saya dan kita semua doakan semoga ybs segera mendapatkan solusi dari permasalahn hidupnya. Solusi yang datang dari Yang Maha Memberi Solusi. Aamiin

Pertama. Perubahan mindset itu adalah awal yang baik. Kalau bahasa saya perubahan paradigma. Yang semula ngalor lalu membanting setir jadi ngidul. Begitu kira-kira

Apakah ketika membanting setir ke arah yang benar lalu langsung sampai? Tentu saja tidak. Sebab itu baru awal. Namun yakinlah jika arahnya sudah benar maka kepastian sampai tujuan prosentasenya akan naik signifikan bahkan bisa 99%.

Ini dulu yang penting dan harus dipahami dengan baik.

Kedua. Beban berat menjadi ringan. Keyakinan menjadi menguat. Ini khan awal yang keren banget. Mengapa demikian? Sebab wajah kita sudah kita hadapkan kepada Dzat Yang Maha Memberi Solusi. Arah kita sudah benar.

Kita yakin dengan keyakinan yang kadang bertabrakan dengan logika, sebab keyakinan ini kita sandarkan kepada Sang Pemilik Ruang dan Waktu. Yakin bahwa badai pasti berlalu, entah kapan.. Kalau bahasa saya inilah yang dinamakan BUTIRAN IMAN.

Tinggal menunggu waktu saja butiran iman ini berbuah dan pasti berbuah, asal kita bisa maintain keyakinan itu tadi.

Ketiga: Seperti apakah ikhtiar? Apakah harus gali lubang tutup lubang? Sebab tidaklah mungkin secara logika mampu bayar hutang.

Sebelum membahas singkat hal ini bayangkanlah sebuah bola plastik yang disobek lalu diisi dalemannya dengan pasir, kerikil, rumput atau apapun sampai penuh. Kemudian bola tersebut dijahit kembali. Bisa dibayangkan?

Artinya adalah anda boleh melakukan ikhtiar apapun, namun yakinkan diri 100% bahwa segala macam ikhtiar kita sudah dibingkai dengan bola plastik. Maksud saya adalah pastikan diri bahwa ikhtiar kita sudah dibingkai dengan bismillah.

Kalau pembingkainya sudah benar Insya Allah aman. Apakah pasti hutang lunas? Pasti Insya Allah. Cuman tetap butuh proses ruang dan waktu sebab kita adalah manusia.

Keempat: Karena buntu maka gali lubang tutup lubang. Pinjem bank meski tahu kita tak akan bisa mencicil. Apakah ikhtiar ini benar?

Sekali lagi semuanya bingkai dengan bismillah. Bisa jadi maksud anda mau hutang, namun diperjalanan tiba-tiba motornya jatuh sehingga tidak jadi pinjem bank. Siapa yang tahu?

Cuman menurut saya, berdasarkan pengalaman pastikan sobat melakukan ini sebelum memutuskan ikhtiar ini dan itu
  • Ademin diri, ademin hati. Tenangkan jiwa anda. Terima segala konsekwensi dari dosa anda. Malah kalau perlu ucapkan hamdalah sebab dosa kita dibalas didunia. Coba aja kalau dibalas diakherat, bisa-bisa the end kita
  • Yang namanya menerima konsekwesi tentu saja menyakitkan. Pahit bin getir. Sakit rasanya dalam dada. Ya terima aja, habis mau gimana lagi. 
  • Maka doanya jangan hanya supaya dilunaskan hutangnya juga harus ditambah gini. "Robb kuatkan aku, kuatkan jiwaku dalam menerima ujian_Mu"

Pointnya adalah belajar menerima. Belajar menelan kepahitan. Belajar minum jamu meski pahit bin getir.

Oleh sebab itu kalau diperkenankan memberi saran, tahan diri anda untuk pinjam bank. Sebab saat ini ada ular, didepan ada singa dan macan kalau minjem bank. Masalah anda tidak akan kelar-kelar.

"Tapi saya harus gimana?" Ya itu tadi, belajar menerima apapun yang terjadi meski pahit getir dan semacamnya. Belajar pasrah kepada Allah swt. Percayalah kita tidak akan mati kelaparan disebabkan pasrah kepada_Nya. Yang ada malah solusi yang tak terduga.



LALU APA SELANJUTNYA?

Saya bisa mengerti keadaan bapak/ibu sangat berat dirasakan. Beraaaattt banget. Sebab saya pernah merasakannya.

Yang anda butuhkan adalah energy spiritual. Sebab dengan energy spiritual inilah anda akan bergerak terbang menuju DOA yang sudah anda panjatkan. Usahakanlah bisa terbang secepat kilat. Oleh sebab itu perlu energi yang besar.

Bukan bensin, bukan pertamax bahkan premium. Anda butuh helium dan atau hidrogen sebagai penggerak pesawat jet. Ini hanya analogi saja, terkait dengan energy spiritual.

Darimana sumber energy spiritual bisa kita dapatkan? Sebenarnya anda sudah mendapatkan meski baru satu butiran iman/ keyakinan. Anda hanya perlu meningkatkannya saja.

Caranya (kalau boleh kasih saran) geber ibadahnya. Geber dhuha dan tahajudnya. Geber istighfar dan sholawatnya sehari 1.000 kali misalnya. Geber bacaan Yaa Fattah Yaa Rozzaq setiap harinya.

Geber ibadah diatas adalah bagian dari charging iman atau keyakinan kepada Yang Maha Membuka segala Solusi. Yang Maha Kaya dari seluruh alam.

Ketika kita merasa sangat yakin, maka energy inilah yang akan mendorong kita untuk Ikhtiar/ action. Action inilah ikhtiar yang mendapat petunjuk/ cahaya, sebab sudah diawali dan dibingkai dengan bismillah.

Kalau action anda kurang kuat, kurang greget dan semacamnya bisa jadi energy anda lemah. Oleh sebab itu pastikan keyakinan itu benar2 membara dalam dada.

Atau bisa jadi anda melakukan action yang salah dan nabrak-nabrak. Namun jika ikhtiar kita sudah dibingkai dengan iman, maka seiring proses akan diarahkan kepada pilihan tindakan yang benar.

Endingnya adalah hutang anda lunas dengan 1001 cara. Bisa jadi anda melunasinya dengan duit, bisa jadi gak pake duit. Sebab saya juga pernah mengalami bayar hutang gak pake duit. Pake apa? Gak pake apa-apa sebab yang menghutangi saya mengikhlaskan.. hehe


KESIMPULAN




Asal kita semua kuat didalam maintain keyakinan kepada Yang Maha Mengabulkan DOA maka hutang saya dan hutang kita semua 100% pasti lunas Insya Allah. Dan hutang lunas baru awal dari perjalanan keyakinan.

Sebab iman/ keyakinan itu tadi akan menggeret kita kepada misi yang jauh lebih besar kedepannya. Keyakinan kita akan mengarahkan kita untuk terus bergerak sehingga menemukan hal-hal baru.

Orang baru, suasana baru, peluang baru, sahabat baru, bisnis baru dan segala hal yang positif lainnya sebagai bagian dari bonus saja. Sebab yang utama adalah bagaimana mendapatkan butiran-butiran iman dalam berbagai tingkatan ujian.

Percayalah bahwa masa depan tidak ada yang tahu meski anda sudah merencanakan sedemikian rupa. Dan masa depan bagi mereka yang PERCAYA adalah keajaiban. Mana tahu saya sekarang ada diposisi sekarang padahal dulu hanya pedagang asongan? Kagak ada yang percaya.

So Doa vs Ikhtiar, Seperti Apa Ikhtiar yang Benar? Ikhtiar yang benar adalah tindakan yang dibingkai dengan bismillah. Segala tindakan yang dibingkai dengan iman pasti happy ending. Kapan happy endingnya? Wallahu A'lam

Salam
EAB



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment