Feb 24, 2018

Bijaklah Memvonis Ini Bid'ah, Itu Sesat Tempatnya Neraka

Saya kadang ngelus dada plus prihatin kepada teman dan sahabat muslim yang suka membid'ah bid'ahkan, suka menkafir-kafirkan. Ini salah itu salah. Terkesan kaku dan angker. Padahal Islam itu harusnya Rahmatan Lil 'Aalaamiin

Dan saya enggan banget kalau disuruh debat dengan orang yang hobi bid'ah. Bukan tidak bisa dan tidak punya hujjah, sebab debat ginian dijamin debat kusir. Tidak akan ada akhirnya. Yang ada hanya benih2 permusuhan.



Bahkan bisa jadi permusuhan abadi. Sebab ketika anda bilang ini bid'ah itu bid'ah akan ada puluhan bahkan ratusan juta ummat muslim khususnya NU dan atau Mazhab Syafi;i yang terluka hatinya.

Sekali anda bilang bid'ah artinya anda sudah melukai ratusan juta saudara sendiri dari jaman dahulu sampai sekarang dan yang akan datang. See??

Sukakah anda kalau kejadiannya kayak gambar dibawah ini? Tentu tidak suka. Mosok sesama muslim galak amat?


Konon katanya teman2 WAHABI lah biang keladi dari hal ini. Sebab berpatokan kepada semua bid'ah adalah sesat, dan yang sesat tempatnya di neraka. Tapi saya tidak mau memvonis mereka, saya hanya ingin mengajak,

"Ayolah apapun perbedaan kita marilah menyatu seperti air dengan semen. Bukan menyatu seperti air dengan minyak. Sebab seolah-olah menyatu padahal aslinya terpisah"

Masalah perbedaan penafsiran marilah kita kembalikan kepada Allah dan Rosul_Nya yang lebih mengetahui kebenaran. Bukan diri kita yang merasa paling benar. Kalau demikian apa bedanya kita dengan Iblis?

Padahal Iblis adalah mahluk tinggi dan mulia dahulunya. Mereka memang benar tapi merasa paling benar. Mereka memang tinggi tapi merasa paling tinggi sehingga tidak mau sujud kepada Nabi Adam as sebagai bagian dari perintah Allah swt.

Tulisan ini barangkali membuka hati kita



--------------------------------------------

MENYIKAPI BID'AH       

Karena dianggap bid’ah, peringatan hari besar Islam ditiadakan. Akhirnya yang tersisa hanyalah acara hari besar umat non-muslim.

Karena dianggap bid’ah, hari libur Islami juga dihilangkan. Akhirnya yang tersisa hanyalah hari libur non-muslim.

Karena dianggap bid’ah, acara peringatan hari besar umat Islam ditiadakan,bahkan diTV juga dihilangkan. Akhirnya yang tersisa hanyalah acara peringatan hari besar dari agama lain,

Karena dianggap bid’ah, spanduk acara Maulid  diturunkan, dan yang tersisa hanyalah spanduk acara umat agama lainnya atau spanduk syahwat, seperti goyang Pantura,Dangdut klepek klepek dan sejenisnya..

Karena dianggap bid’ah", segala bentuk *keramaian yang berbau Islam dihilangkan, seperti broadcast acara di masjid, broadcast lantunan ayat-ayat Al-Qur’an dari speaker masjid, atau lainnya.

Karena dianggap bid’ah", *pawai umat Islam  ditiadakan. Akhirnya yang tersisa adalah pawai umat non muslim seperti yang sudah terjadi di Solo dan beberapa daerah lainnya.

Mau nanti yang tersisa hanya pawai kayak gambar dibawah?


Karena dianggap bid’ah, umat Islam dihimbau agar tidak ikut pemilu. Akhirnya yang kita dapat adalah kepala daerah non-muslim di tengah mayoritas muslim.

Ini semua adalah keadaan yang sedang terjadi dan menjadi fakta di negeri kita.

Semua contoh ini bisa membuka mata kita  dalam menilai sesuatu, bahwa tidak selamanya sesuatu itu harus dilihat hanya dari sudut pandang bid’ah yang sempit. Tapi juga harus menyertakan sudut pandang lainnya, seperti sudut pandang amar ma’ruf nahi munkar, sudut pandang syiar Islam, dan lainnya.

Kalau kita sudah dapat mengubah syiar Islam menjadi budaya yang berkembang di tengah masyarakat, maka sesungguhnya itu adalah satu  kemenangan dan keberhasilan bagi umat Islam di negeri kita ini.

Marilah kita kembali kepada  syariat yang bijak dan adil . Berpegang teguh pada sunnah Rasul dan sunnah Khulafaur Rasyidin.

Kita bertoleransi dengan sesuatu yang memang kita boleh bertoleransi dan kita tetap berpegang teguh dengan prinsip prinsip agar tegaknya Dien Islam.

Semoga kita termasuk ke dalam kelompok orang-orang yang bisa memahami, dan bisa menempatkan segala sesuatu pada tempatnya, dan juga bisa bijak dalam menilai apa terjadi. Subhanallah, alhamdulilah la Ilaaha illallaah Allahu Akbar

Bahan renungan untuk saya dan  kita semua.

---------------------------------------------------

Kepada umat agama lain aja kita disuruh mengormati, apalagi kepada sesama ummat islam? Harusnya jauh jauh jauh lebih harus menghormati dan menghargai. Bukan malah menyalahkan sana dan sini. Menguliti sana dan sini.

Yuk mulailah lebih bisa menerima perbedaan. Mulailah bersatu demi kemuliaan ummat

Demikianlah artikel Bijaklah Memvonis Ini Bid'ah, Itu Sesat Tempatnya Neraka. Kalaub dirasa bermanfaat share ya?




Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment