Feb 5, 2018

Apakah Penting Adu Debat untuk Melihat Siapa yang Menang dan Kalah?

Apakah Penting Adu Debat untuk Melihat Siapa yang Menang dan Kalah? Bagaimana menurut anda? Kalau menurut saya tergantung situasi dan kondisinya. Namun secara umum saya gak suka debat. Meskipun saya yakin menang saya tetep tidak suka debat.

Saya ada grup WA ada teman yang nulis gini


Smua intinya bukti bukan teori. Orang udah pusing hutang malah sisuruh teori. Yg tanggung jawb rahasia kobci sukses siapa. Grup ini biar debat ama sya. Bukanya ditplong malah cuek.. Gimna audara" setuju?

Saya tidak melihat sosok ybs dan atau tulisannya aja yang membingungkan dan salah-salah. Saya hanya ingin menjawab bahwa tidak penting debat. Lalu saya jawab
Yang tanggung jawab di grup ini saya mas..
Tapi tidak usah debat. Tidak perlu melihat siapa yang pandai dan siapa yang tidak pandai. Tidak perlu menunjukkan siapa yang menang dan siapa yang kalah. Atau anggap saja saya yang kalah gpp. Anggap saja saya yang belum mengerti ☺
Grup ini media sharing aja, barangkali berguna. Kalau berkenan silahkan share atau curhat juga gpp biar ada media curhat. Kalau sudah cukup boleh left kapan saja
Hanya doa yang bisa saya panjatkan, semoga doa semua teman2 disini segera diijabah. Aamiin
Bagi saya kalau mendebat orang sombong silahkan saja. Namun tetap dengan rambu2 hikmah dan kebijaksanaan.

Serulah ke jalan Tuhanmu dengan Hikmah dan Kebijaksanaan



Ustadz Abdul Somad LC MA pernah menyampaikan begini, "Sombong kepada orang sombong adalah sodakoh". Artinye menyombongkan diri kepada orang sombong boleh dan bagus.

Namun kadang kita tidak mengerti definisi SOMBONG menurut agama. Sombong yang dimaksud adalah tidak mengakui kebenaran meskipun tahu itu benar. Atau menolak kebenaran. Dan juga Merendahkan orang lain. Itulah definisi sombong.

Namun seringkali kita terjebak dengan DEBAT yang gak ada penting-pentingnya. Ujung-ujungnya debat kusir. Misalnya debat antara NU dan Muhammadiyah. Ujung2nya biasanya debat tak berujung.

Ada moment dimana emosi tersulut. Ada momen dimana kita terpancing untuk merasa lebih hebat, lebih pandai dan harus menang. Lalu terciptalah benih2 permusuhan yang tidak ada gunanya.

Celakanya banyak media debat malah menjadi sebab pergesekan secara fisik. Adu jotos, adu pukul. Media yang semula diharapkan jadi tempat ilmu malah melahirkan preman2 baru.

Bahkan ada beberapa debat agama berujung demikian. Yang kita harapkan kebaikan yang terjadi malah pergolakan dan permusuhan yang tersemai. Semakin lama permusuhan itu semakin dalam. Ini khan tidak baik.


SOLUSI

Oleh sebab itu bagaimana menyikapi orang-orang yang merasa pintar lalu mengajak kita debat? Apakah Penting Adu Debat untuk Melihat Siapa yang Menang dan Kalah?

Solusinya menurut saya ada 2
  1. Jangan diladenin. Yakinlah tidak ada kebaikan dalam debat yang bertujuan ingin memperlihatkan siapa yang pinter dan siapa yang gak pinter. 
  2. Boleh ditanggapi jika menurut anda, anda punya kemampuan menanggapi dengan kepala dingin. Boleh diladenin jika menurut anda yang mengajak debat adalah orang yang sombong. Namun sekali lagi pakailah hikmahd dan kebijaksanaan didalam melawan orang2 yang sombong tersebut

Pada point 2 diatas jika posisinya mulai debat kusir menurut saya lebih baik anda mengalah saja. Khawatirnya anda tersulut emosi lalu berubahla niat awal yang ingin belajar manajemen hati. Sebab Nabi saw pernah bersabda, "Laa Taghdzab" sampai 3 kali

Maknanya menurut saya, jangan tersulut emosi yang menyebabkan anda marah. Jangan sampai anda marah. Sebab kemarahan hanya akan menjadi kendaraan syetan untuk melewati urat nadi anda sambil membawa virus2 kebinasaan.

Naaah.. Begitulah kira2

Pointnya adalah manajemen hati. Sebab faktanya belajar memanajemen hati itu tidak mudah. Sebaik-baiknya Ustadz atau Kyai kadang juga marah. Apalagi kita yang awam ini.

Semoga Allah swt menjadikan hati kita dan jiwa kita menjadi jiwa-jiwa yang tenang. Jiwa-jiwa yang tidak mudah marah. Aamiin

Wallahu A'lam

Salam
EAB





Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment