Feb 3, 2018

Amalan Rezeki Tahajud Dhuha Zikir Sedekah dll Tidak Ada Gunanya, Final

Sebelum membaca bagian final ini silahkan baca Amalan Rezeki Tahajud Dhuha Zikir dll Tidak ada Gunanya Bagian. 1 BACA DISINI. Amalan Rezeki Tahajud Dhuha Zikir dll Tidak ada Gunanya Bagian. 2 BACA DISINI

Kita lanjut di pembahasan final Amalan Rezeki Tahajud Dhuha Zikir Sedekah dll Tidak Ada Gunanya. Benarkah?



Dibagian 1 kita sudah membahas tentang MENERIMA KENYATAAN PAHIT BAHWA HIDUP KITA MEMANG BERANTAKAN.


Suasana menerima harus terasa jelas dalam dada. Peristiwa ikhlas harus ada dalam hati dan terasa aura/ energynya. "Yo wes mau diapain lagi? biarkan saya terima takdir buruk ini, Robb kuatkan aku dan ajarkan aku hikmah" Menerima dalam deraian air mata. Begitu kira-kira bahasa lebaynya.

Dibagian 2 kita sudah membahas tentang pemahaman bahwa TAKDIR BURUK disebabkan oleh pilihan kita sendiri. Kita memilih dengan salah oleh karenanya akibatnya juga salah.

Kita salah memilih bisa jadi karena enggan belajar. Baik belajar ilmu, maupun belajar dari pengalaman dan hikmah-hikmah hidup.

Jadi ada efek sebab akibat yang menjadi media bagi terciptanya buku catatan buruk kita. Oleh karenanya kedepan kita wajib memilih dengan benar agar disampaikan kepada segala macam bentuk dari keinginan dan doa kita.

Bagaimana caranya? Cara yang paling mudah adalah meminta petunjuk, cahaya dan hidayah dari_Nya. Mungkin saja kita tetap nabrak-nabrak namun 100% happy ending jika kita sebelumnya sudah membingkai segala aktifitas dengan memohon petunjuk_Nya.

"Oooh gitu ya Tadz, na'am"

Eiit saya bukan ustadz bro. Saya orang biasa kok. Mosok kayak gini ada tampang ustadz. Kalau tampang milyarder memang ada... hehe. Mantan the asongers jadi milyarder.. hehe


Saya sama seperti anda semua yang mungkin saja pengalaman selama ini berguna dan bermanfaat. Makanya kalau setuju dengan pemikiran saya silahkan, kalau gak setuju juga silahkan.

Dan di artikel yang lain memang kadang saya mengaitkan ayat dengan pengalaman hidup. Bukan berarti saya hapal Qur'an. Kalau petikan ayat khan bisa dicopas dari Al-Qur'an online. Ya nggak :).

Lanjut yuk?

Jawab pertanyaan ini ya?
  • Apakah anda sepakat kalau Tuhan Maha Mendengar dan Maha Melihat?
  • Apakah kita sepakat kalau Tuhan Maha Tahu? 
  • Apakah semua sepakat kalau Tuhan Maha Mengabulkan DOA dan Maha Pemberi?

Ok fix. Kalau sepakat mari kita membayangkan sebuah analogi kisah. Sekali lagi hanya analogi lho ya?

Alkisah seorang Ibu sedang melatih anaknya untuk belajar mendapatkan sesuatu seperti keinginannya. Ibunya menaruh anaknya yang masih 3 tahun disebuah ruangan, sementara sang Ibu tiba-tiba menghilang.

Untuk sesaat sang anak mencari Ibunya, berkeliling ruangan namun tidak juga ditemukan. Lalu mulailah ia menangis dan memanggil Ibunya.

"Ibuuuu hiks hiks"

Ibunya melihat dari tempat yang mana sang anak tidak melihatnya. Sang Ibu lalu bersuara, "Naak ibu ada disini, cari Ibu ya? Katanya mau es krim. Nih ibu ada es krim"

Lalu sang anak merasa lega dan yakin sang ibu ada disekitar tempat tersebut, lalu mulailah sang anak mencari lagi.

Sayangnya ibunya masih tidak bisa ditemukan, padahal ia sudah merasa berkeliling ke semua ruangan dalam rumah tersebut. Lalu mulailah ia menangis lebih keras

"Ibuuu dimana? Adek atuuttt, hiks hiks"

Sekali lagi sang ibu bersuara, "Naak ibu ada disekitar sini kok, terus mencari sampai ketemu ya?"

Begitu seterusnya sampai berkali-kali. Ketika sang anak hampir menyerah sang ibu lalu keluar dari persembunyiannya sambil memeluk anaknya.

"Ini ibu dek.. Ini es krimnya buat kamu. Ibu kasih bonus es krim 2. Jangan nangis ya? Ibu cuma ingin kamu belajar, bahwa untuk mendapatkan sesuatu harus ada upaya"

Sang anak menerima eskrim dobel dengan senang. Lalu ia makan es krim dalam gendongan ibunya dengan aman dan nyaman.



-----------------------------------------------------------

Sobat baca baik2 kisah analogi diatas ya? Kisah diatas persis sis sis sebagaimana kisah saya dahulu kala dengan situasi yang berbeda.

Sekarang coba antum sebutkan, apa yang antum inginkan/ doakan? Apakah hutang lunas? Atau apakah supaya bisnisnya maju? Atau agar supaya hidup berkecukupan? Sebutkan saja jangan malu-malu.

Apakah ada makan siang gratis? Jawabannya ternyata tidak ada

Bapak ibu harus berjuang untuk mendapatkannya. Bapak ibu harus bergerak, harus berusaha keras, harus action.

"Gerak gimana ji? orang saya sudah di PHK, hutang saya banyak. Bingung besok makan apa?"

Ya sudah kalau gitu keluar rumah aja, jalan-jalan ke pasar atau kemana kek. Itu sudah bagian dari gerak kok. Sudah bagian dari usaha.

Lalu apakah kita langsung bisa mendapatkan apapun doa kita kalau kita bergerak? Jawabannya bisa iya dan bisa juga tidak. Celakanya berdasarkan pengalaman saya TIDAK.

Bahkan sampai kita menangispun tetap saja es krim tidak dikasih. Cuman ada sesuatu yang membuat kita yakin pada saat kita mengatakan "Yaa Robbi tolonglah kami"

Kalau digambarkan mungkin begini :). Yakni menangis sambil memandang langit. Menunggu Tuhan datang dan memberikan keajaiban.


Tiba2 dengan mengingat DIA hati ini menjadi lebih tenteram. Lalu mulailah kita memanggil_Nya dalam ibadah. Sebab situasi dalam sujud misalnya bagi sebagian orang lebih syahdu rasanya.

Inilah yang dinamakan energy spiritual. Disinilah fungsi Tahajud, Dhuha, Sedekah, Zikir dan ibadah-ibadah lainnya menjadi sangat powerfull. Sebab apa? Sebab kita memanggil Tuhan disaat kondisi kita sedang terjepit.

Momentum inilah charging iman yang sebenarnya. Kita memang tidak mendapatkan es krim, namun kita dapat satu butir iman. Kita belum mendapatkan doa-doa kita, namun disaat yang lain menyerah kita tetap bertahan dan ber Tuhan.

Charging iman yang menghasilkan energy spiritual dimana dengannya mentrigger kita untuk bergerak kembali, berusaha kembali.

Sebab seolah-olah kita mendengar Tuhan mengatakan, "Aku Maha Mengabulkan DOA, Aku Maha Mendengar jeritanmu. Aku Dekat dan tidak akan ada yang bisa mencelakakanmu. Tapi wahai Hamba, engkau harus berusaha dulu sebab engkau adalah manusia"

Seolah-olah begitu.. dan yang bisa merasakan betapa dekatnya Tuhan biasanya adalah mereka yang sedang kepepet, lalu kemudian mengaku salah. Dan dikeheningan malam menangis tersedu-sedu.

Dalam lumpur ujian namun tetap memiliki KEYAKINAN menembus batas, bahwa akan ada masanya Tuhan memberikan DOA-DOA kita plus bonus-bonusnya. Terdengar aneh, tapi inilah IMAN.

Lalu apakah kemudian DOA kita terkabul? Bisa iya bisa juga tidak. Namun berdasarkan pengalaman sayangnya TIDAK. Nah lo

Lalu kita menangis kembali merindukan kehadiran Tuhan dalam hati. "Yaa Robb ampuni kami. Kapankah pertolongan itu datang?"

Begitu seterusnya sampai pada saat yang tepat HADIRLAH KEAJAIBAN. Yaah, akan ada saatnya solusi itu datang. Bahkan plus bonus-bonusnya. Sebagai jaminan dan jamuan kepada hamba-hamba yang istikomah dan mampu maintain keimanan.

Anda akan mendapatkan 2 es krim bahkan lebih.. Sebagai hadiah bagi kita semua yang mau bekerja keras dan berusaha berbingkai keyakinan tauhid.

Semoga sampai di titik ini anda mendapatkan pemahaman.. Aamiin

"Apakah berhenti pada hutang lunas, hidup sukses dan semacamnya?"

Ternyata tidak. Akan ada tingkatan-tingkatan berikutnya dimana disetiap tingkat akan ada sebutir iman. Sebarapa banyak iman yang anda dapatkan itulah substansinya. Makin lama butiran iman makin dalam anda rasakan.

Begitu sampai kita meninggal dunia. Sebab hidup itu memang seberapa besar rasa yakin kita kepada Kehadiran Tuhan dan Pertolongan_Nya.

Nampak sederhana, namun ketika menerapkannya tidak sesederhana bayangan kita. Sebab akan ada ujian keimanan. Ada masanya jatuh bangun, perih, pahit bin getir. Dan seberapa yakin anda ketika dalam kegetiran, itulah CLUEnya.



-----------------------------------------

KESIMPULAN

Lalu apakah Amalan Rezeki Tahajud Dhuha Zikir Sedekah dll memang Tidak Ada Gunanya. Tentu saja ada. Saya bikin judul ini sebab mendapakan banyak curcollan dari pembaca disebabkan mereka sudah tahajud duha dll namun rezeki gitu-gitu aja.

Dan pada saat emosi mereka dalam keadaan negatif, maka memang menurut saya apapun ibadah yang anda lakukan tidak akan ada gunanya.

Ademin diri dulu. Akui bahwa kita salah. Ikuti proses-proses manajemen hati dengan baik dan benar. Jika sudah maka amalan tahajud dhuha, zikir dan segala macam ibadah tiba-tiba menjadi sangat powerfull didalam meningkatkan keyakinan kita.

Yakin bahwa DIA Hadir dan Dekat. Lalu keyakinan itu tadi memicu kita untuk bergerak menjemput DOA. Gerak/ action yang penuh dinamika suka dan duka.

Dan pada saat DOA mewujud didepan mata disitulah satu butiran iman anda dapatkan.

Naah itulah penjelasan singkat saya yang didasarkan pada pengalaman yang sudah saya tulis dalam sebuah bundle RAHASIA KUNCI SUKSES. Silahkan kalau berkenan memilikinya bisa KLIK DISINI. Kalau belum berkenan juga gpp. Baca2 blog ini gratis kok.

Penjelasan saya yang MENGALAMI. Artinya saya bukan Kyai atau Ustadz lho ya? Adapun belajar dari ulama/ ustadz adalah satu proses dari bagian bagian proses terkabulnya DOA.

Percayalah ketika anda meminta/ berdoa supaya diberikan petunjuk, hidayah dan cahaya_Nya maka didalam proses anda akan dipertemukan dengan orang-orang yang ahli dalam bidangnya dimana anda akan belajar darinya.

Pun anda akan dipertemukan dengan banyak hal-hal lainnya yang akan membuat anda lebih tahu, lebih pandai, lebih tangguh, lebih sabar dan lain sebagainya.

Oleh karena itu nasehat terakhir saya adalah, bertahan dan bersabarlah sejenak. Siapa tahu DOA anda tinggal selangkah lagi. Jangan sampai keyakinan memudar, tetap berusaha dan bekerja keras dalam bingkai Bismillah. Percayalah 100% happy ending

Demikian kurang lebihnya mohon maaf.

Wallahu A'lam

Adhin Busro
Owner Rahasia Kunci Sukses






Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment