Jan 18, 2018

The Power of Spiritual Beliefs, Keajaiban Ilmu Pengetahuan Al Qur'an Bag. 3

Bagi teman2 yang belum membaca bagian satu dan bagian dua silahkan baca dulu BAGIAN SATU DISINI dan juga BAGIAN DUA DISINI. Kemudian kita lanjut membahas The Power of Spiritual Beliefs, Keajaiban Ilmu Pengetahuan Al Qur'an Bag. 3

Tulisan yang saya kompilasi ulang bersumber dari blog saya sendiri disini. Tujuannya bisa lebih enak dibaca dan lebih banyak yang membacanya.

Untuk versi lengkap ada dalam bundle Rahasia Kunci Sukses yang bisa anda baca webnya disini. Milikilah semua produknya dengan harga teman.. hehe :)


Kali ini kita lanjut kepada pembahasan The Power of Spiritual Beliefs, Keajaiban Ilmu Pengetahuan Al Qur'an Bag. 3. Alias masih membahas tentang korelasi Al Qur'an dengan Ilmu Pengetahuan. Cek it dot


KESEIMBANGAN ALAM SEMESTA

"Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itu pun dalam keadaan payah." (QS. Al Mulk 3-4)

Coba sesaat dibayangkan, didalam sebuah ruangan ada trilyunan benda yang mempunyai ukuran berbeda. Semua benda tersebut melayang-layang dalam ruangan tersebut dengan kecepatan yang sangat tinggi namun tidak bertabrakan satu sama lainnya.

Dengan menggunakan logika sederhana dapat disimpulkan bahwa ada sistem dengan keseimbangan yang sempurna mengatur pergerakan benda tersebut sehingga tidak saling bertabrakan. Adalah hal yang lucu apabila mengatakan bahwa design sempurna tersebut ada dengan sendirinya.

Demikian pula di alam semesta, miliaran bintang dan galaksi yang tak terhitung jumlahnya bergerak dalam orbit yang berbeda-beda namun tetap dalam keserasian dan kesimbangan sempurna. Terkadang galaksi yang terdiri atas 200-300 miliar bintang bergerak melalui satu sama lain namun tidak terjadi tabrakan yang menyebabkan kekacauan pada keteraturan alam semesta.

Di seluruh alam semesta, besarnya kecepatan dan jarak benda-benda langit ini sangat sulit dipahami bila dibandingkan dengan standar bumi. Dengan ukuran raksasa yang hanya mampu digambarkan dalam angka saja oleh ahli matematika, bintang dan planet yang bermassa miliaran atau triliunan ton, galaksi, dan gugus galaksi bergerak di ruang angkasa dengan kecepatan yang sangat tinggi. 

Planet yang kita tempati inipun bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi yakni 1.670 km/jam. Sementara kecepatan bumi mengitari matahari kurang-lebih enam kali lebih cepat dari peluru (1.800 km/jam), yakni 108.000 km/jam.

Jika kita mengetahui kecepatan pergerakan orbital tata surya sudah mencapai tingkat di luar batas logika manusia. Di alam semesta, meningkatnya ukuran suatu tata surya diikuti oleh meningkatnya kecepatan. Tata surya beredar mengitari pusat galaksi dengan kecepatan 720.000 km/jam. Kecepatan Bima Sakti sendiri, yang terdiri atas 200 miliar bintang, adalah 950.000 km/jam di ruang angkasa.

Kesimpulannya, kecepatan yang diluar logika ini menunjukkan bahwa hidup kita berada dalam bahaya yakni tabrakan antar planet yang teramat dahsyat. Suatu sistem yang sangat rumit memungkinkan terjadinya kecelakaan besar sangat sering terjadi. Namun seperti diungkapkan dalam QS. Al Mulk 3-4 diatas, bahwa alam semesta yang sempurna didesign dengan seimbang dan tanpa cacat.

Menanggapi kenyataan dan fakta ilmu pengetahuan diatas, maka apa yang disampaikan Muhammad saw 1400 tahun yang lalu adalah kebenaran. Karena tidaklah mungkin beliau saw mengatakannya dengan sebatas iseng atau biar terlihat pandai dan lain sebagainya, tetapi semua merupakan wahyu dari Allah swt.


ALAM SEMESTA MEMUAI

"Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa meluaskannya." (QS Adz-Dzariyat 47)

Teori alam semesta statis yang tergeser dengan konsep anyar yakni alam semesta dinamis memberikan pengaruh kepada teori-teori berikutnya. Konsep alam semesta dinamis mengatakan bahwa alam semesta mengalami pemuaian/ meluas. Pada tahun 1929, di observatorium Mount Wilson di California, seorang astronom Amerika bernama Edwin Hubble membuat salah satu temuan terpenting dalam sejarah astronomi. 

Ketika tengah mengamati bintang dengan teleskop raksasa, dia menemukan bahwa cahaya yang dipancarkan bintang-bintang bergeser ke ujung merah spektrum. Berdasarkan hukum-hukum fisika yang diakui, spektrum sinar cahaya yang bergerak mendekati titik pengamatan akan cenderung ungu, sementara sinar cahaya yang bergerak menjauhi titik pengamatan akan cenderung merah. Pengamatan Hubble menunjukkan bahwa cahaya dari bintang-bintang cenderung ke arah warna merah. Ini berarti bahwa bintang-bintang tersebut senantiasa bergerak menjauhi kita.

Penemuan yang menggegerkan dunia ini disusul oleh penemuan Hubble lainnya dimana bintang dan galaksi bukan hanya bergerak menjauhi kita, namun juga saling menjauhi. Kesimpulan mencengangkan yang dapat ditarik adalah alam semesta dan semua isinya bergerak saling menjauhi. Atau dalam bahasa lain alam semesta itu senantiasa meluas/ memuai.

Albert Einstein, salah seorang ilmuwan termasyhur abad ini, ketika mengerjakan Teori Relativitas Umum, pada mulanya menyimpulkan bahwa persamaan yang dibuatnya menunjukkan bahwa alam semesta tidak mungkin statis namun ia menambahkan sebuah parameter X untuk membuat keadaan alam semesta yang statis. 

Hal ini dikarenakan konsep yang dominan pada saat itu adalah teori alam semesta statis dan Einstein hendak membuktikannya dengan memasukkan parameter tersebut. Namun di kemudian hari Einstein meralat pernyataannya dan menyebut sebagai "kesalahan terbesar dalam kariernya".

Pemuaian alam semesta mengandung makna bahwa ia bermula dari satu titik tunggal. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa satu titik tunggal yang mengandung semua materi alam semesta ini pastilah memiliki volume nol dan kepadatan tak terbatas. Alam semesta tercipta akibat meledaknya titik tunggal yang memiliki volume nol tersebut. 

volume nol dalam fisika adalah sebuah konsep untuk memahami sebuah hal yang tidak bisa dipahami. Ilmu pengetahuan mendefinisikan konsep ketiadaan yang melampaui batas pemahaman manusia, dengan menyatakan titik tunggal tersebut sebagai titik yang memiliki volume nol. Artinya alam semesta bermula dari ketiadaan. Dengan kata lain, alam semesta diciptakan.


Fakta mencengangkan ini baru ditemukan oleh fisika modern pada akhir abad ini, sementara Al Quran mengatakan dengan jelas empat belas abad yang lalu dalam sebuah firman Tuhan

"Dia Pencipta langit dan bumi." (QS. Al An'am:101)

Pemuaian/ perluasan alam semesta merupakan salah satu bukti terpenting bahwa alam semesta diciptakan dari ketiadaan. Fakta perluasan alam semesta yang baru bisa diketahui pada abad 20 sudah diinformasikan dengan gamblang dalam Al Quran 1.400 tahun yang lalu.

"Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa meluaskannya." (Surat Adz-Dzariyat:47)

Pada tahun 1965, dua orang peneliti bernama Arno Penzias dan Robert Wilson, menemukan gelombang radiasi yang disebut "radiasi latar belakang" yang nampaknya bersumber dari pusat tertentu yang meliputi seluruh ruang angkasa. Dengan demikian, dapat dipahami bahwa gelombang panas yang memancar secara seragam dari segala arah di angkasa ini merupakan sisa dari tahapan awal Ledakan Besar. Penzias dan Wilson dianugerahi Hadiah Nobel untuk temuan ini.

Semua bukti kuat ini memaksa komunitas ilmiah untuk menerima teori Ledakan Besar. Model ini merupakan titik terakhir yang dicapai oleh para ahli kosmologi berkaitan dengan awal mula dan pembentukan alam semesta.

Dennis Sciama, yang membela teori alam semesta statis bersama Fred Hoyle selama bertahun-tahun, menggambarkan posisi terakhir yang mereka capai setelah terkumpulnya semua bukti tentang teori Ledakan Besar. Sciama mengatakan bahwa dulu dia membela teori alam semesta statis bukan karena menganggap teori tersebut benar, melainkan karena berharap bahwa teori itu benar. 

Dennis Sciama mengatakan lagi bahwa pertama-tama ia menentang bersama Hoyle. Akan tetapi, saat bukti-bukti mulai bertumpuk, ia mengaku bahwa perdebatan tersebut telah selesai dan teori alam semesta statis harus dihapuskan.


TEORI BIG BANG
“Dan apakah oarng-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman ?” (QS Al Anbiya 30)

Ada beberapa teori mengenai penciptaan alam semesta semenjak hukum fisika Newton mulai mendapatkan tempat di masyarakat dunia. Persoalan mengenai bagaimana alam semesta yang tanpa cacat ini mula-mula terbentuk, ke mana tujuannya, dan bagaimana cara kerja hukum-hukum yang menjaga keteraturan dan keseimbangan, sejak dulu merupakan topik yang menarik.

Salah satu pendapat yang menuai kontroversi adalah pendapat kaum materialis yang berlaku selama beberapa abad hingga awal abad ke-20 dimana menyatakan bahwa alam semesta memiliki dimensi tak terbatas, tidak memiliki awal, dan akan tetap ada untuk selamanya. Pendapat ini sering disebut dengan "model alam semesta yang statis", alam semesta tidak ada pencipta tidak memiliki awal maupun akhir.

Menurut mereka alam semesta ini adalah kumpulan materi yang konstan, stabil, dan tidak berubah-ubah sehingga tidak memerlukan lagi Pencipta dan Pengatur dikarenakan alam itu sendiri bisa menjaga kelestariannya. Namun, seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi abad ke-20 yang semakin maju kemudian menggeser dengan pasti pemikiran atau konsep model alam semesta yang statis. 

Saat ini, pada awal abad ke-21, melalui sejumlah besar percobaan, pengamatan, dan perhitungan, fisika modern telah mencapai sebuah kesimpulan bahwa alam semesta ternyata memiliki sebuah awal. Alam semesta tercipta dari ketiadaan dan dimulai oleh suatu ledakan yang sangat besar.

Dengan konsep baru yang sering dinamakan Big Bang ini memberikan kesimpulan yang nyata bahwa ternyata alam semesta tidaklah stabil atau konstan, tetapi senantiasa bergerak, berubah, dan meluas. Saat ini, fakta-fakta tersebut telah diakui oleh dunia ilmu pengetahuan.

Teori Big Bang merupakan teori saintifik teranyar mengenai permulaan alam semesta. George Lemaitre, seorang ahli astronomi dari Belgia pada tahun 1920-an menyatakan bahwa kira-kira 15 milyar tahun yang lalu semua materi di angkasa menyatu dan memadat. 

Namun disebabkan sebuah ledakan yang hebat, kemudian partikel-partikel dari zat itu bertaburan ke semua arah dan membentuk alam semesta sampai saat ini. Menurut teori tersebut, alam semesta ini telah diciptakan kira-kira 10 hingga 20 milyar tahun yang lalu. Ia terbentuk dari ledakan-ledakan kosmik yang bertaburan ke seluruh arah di alam makrokosmos.

Kemudian pada sebuah konferensi yang membahas Mukjizat Al Qur'an dengan ilmu pengetahuan di Saudi Arabia ayat diatas (QS Al Anbiya 30) disampaikan kepada Dr. Alfred Krohmer seorang geolog termasyhur dunia. Setalah memahami artinya dia berkata: “mustahil . 

Mustahil kalau hakekat-hakekat ini telah tercantum dalam kitab manapun sejak 14 abad yang lalu. Hakekat tersebut baru ditemukan dan diketahui beberapa tahun yang lalu. Dan untuk mengetahuinyapun harus dengan menggunakan cara-cara ilmiah dan riset yang rumit serta memakan waktu yang lama, khususnya tentang tata surya yang satu kesatuan ”

Artinya mustahil kalau Muhammad saw pada saat itu berbicara mengada-ada tentang alam semesta. Tidak mungkin beliau saw mengetahui hakikat ini kecuali atas informasi atau wahyu dari Tuhan Seluruh Alam.


KEAJAIBAN AL QUR'AN VS ILMU PENGETAHUAN
Ilmu pengetahuan tanpa agama adalah cacat, dan agama tanpa ilmu pengetahuan adalah buta. (Albert Einstein)

Sudah tidak diragukan pada abad ini adalah sebuah masa dimana logika akal adalah pintu masuk bagi keyakinan. Jika agama bertentangan dengan ilmu pengetahuan tentunya hal ini menyebabkan keraguan kepada umat agama tersebut. Namun sebaliknya jika ilmu pengetahuan membenarkan ajaran sebuah agama, maka kenyataan ilmiah ini akan semakin memperteguh keyakinan pemeluknya.

Al Quran yang merupakan kitab suci umat muslim diturunkan kepada manusia empat belas abad yang lalu dimana ilmu pengetahuan pada saat itu masih sangat dangkal. Namun secara berturut-turut dan beruntun bukti kebenaran kitab suci umat tersebut tak terbantahkan seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan. 

Beberapa fakta yang baru dapat diungkapkan dengan teknologi abad ke-21 ternyata telah dinyatakan dalam Al Quran empat belas abad yang lalu. Hal ini menggiring kita kepada sebuah keyakinan bahwa tidak mungkin Muhammad saw membuat-buatnya dengan hawa nafsu sendiri. Kenyataan ini hanya mungkin terjadi jika beliau saw mendapatkan informasi berupa wahyu dari Sang Pencipta.

Sudah sangat banyak informasi yang ada dalam Al Quran ini sesuai dengan yang ada di dunia ilmu pengetahuan. Allah lah yang telah menciptakan alam semesta dan karenanya memiliki pengetahuan yang hakiki mengenai semua itu. Al Quran juga memberi informasi dasar mengenai beberapa hal yang berkaitan dengan berbagai disiplin ilmu diantaranya astronomi, fisika, biologi, ilmu falak dan lain sebagainya. 


Beberapa contoh seperti penciptaan alam semesta, kelahiran manusia, struktur atmosfer, dan keseimbangan di langit dan di bumi. Kenyataan bahwa informasi dalam Al Quran tersebut sesuai dengan temuan terbaru ilmu pengetahuan modern adalah hal penting, karena kesesuaian ini menegaskan bahwa Al Quran bukan buatan manusia melainkan "firman Allah".

"Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya" (Surat an-Nisa: 82)

Pada halaman-halaman berikut kita akan membahas kesamaan yang luar biasa antara informasi tentang alam semesta yang ada dalam Al Quran dan dalam ilmu pengetahuan.

"Dia yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? Kemudian pandanglah sekali lagi, niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itu pun dalam keadaan payah." (QS Al Mulk 3-4)

Dikarenakan adanya bukti-bukti nyata yang terjadi secara berurutan maka kemudian menjadi tidak fair kalau kita menyatakan bahwa jika ada ayat yang belum sesuai dengan ilmu pengetahuan maka kemudian disimpulkan bahwa Al Qur'an salah. Logika awal sudah cukup untuk membuktikan kebenarannya, dan sudah lebih dari cukup untuk membuat kita semua seharusnya beriman kepadanya. 

Memang ada berita-berita ghaib lain yang tidak mungkin bisa dijelaskan dengan detail oleh ilmu pengetahuan misalnya khabar tentang kiamat, bangkit dari kematian, surga, neraka dan lain sebagainya. Inilah pentingnya iman kepada hal-hal ghaib lainnya. Kalau semua harus bisa dijelaskan oleh ilmu pengetahuan maka keimanan itu menjadi tidak menarik karena semuanya sudah terbukti.

Iman itu percaya dengan yakin atas berita dan khabar yang berasal dari Nabi saw dan kitab suci Al Qur'an. Bukti-bukti dan fakta sejarah yang sudah terjadi adalah sebuah fenomena yang akan meningkatkan kadar keimanan kita. Sementara yang belum terjadi hanya Tuhan Yang Tahu. Sebagian mungkin akan segera disingkap rahasianya sebagian lagi tetap menjadi rahasia Allah swt.


BAKTERI PADA ANJING

"Jika seekor anjing menjilat perkakas rumah salah seorang diantara kalian, maka cucilah alat (tempat) itu tujuh kali, satu kali diantara yang tujuh itu dicampur dengan tanah." (HR Muslim )

Nasehat atau anjuran Nabi saw diatas nampak sederhana, yakni mencuci alat atau sesuatu lebih banyak ketika diatasnya ada jilatan dari air liur anjing, salah satunya dicampur dengan debu atau tanah. Perintah yang nampak sederhana ini menjadi luar biasa mengagumkan setelah berlalunya waktu selama sekitar 14 abad. Terutama sekali setelah dilakukannya percobaan demi percobaan untuk melakukan uji klinis dari air liur anjing.

Alkisah dari beberapa atsar, seorang ilmuwan besar yang mendalami bidang bakteri berkunjung ke Mesir untuk menyekolahkan anaknya dan dia sendiri memperoleh pekerjaan dalam bidangnya tersebut. Pada suatu hari dia membaca buku hadist yg berhubungan dengan masalah kesehatan.

Pada waktu tertentu dia membaca hadist diatas dan sebagai ahli bidang bakteri timbul pertanyaan yang menggelayut. Mengapa harus dicuci sebanyak tujuh kali dan satu diantaranya menggunakan tanah? Bukankah saat ini sudah beredar banyak detergen anti bakteri?. Aneh.

Untuk menjawab pertanyaan yang menggelayut tersebut, kemudian dia mengambil sebuah perkakas rumah dan membiarkannya dijilati anjing. Lalu mencucinya dengan air tujuh kali. Setelahnya ia teliti dengan menggunakan mikroskop, dan yang terlihat adalah berjuta-juta bakteri masih melekat di tempat itu. Hal ini menimbulkan keheranan yang luar biasa.

Kemudian dia mencoba sekali lagi, mencuci tempat itu dengan debu. Dan setelah diteliti, ternyata, kuman-kuman telah hilang seluruhnya. Fakta ini tentu saja mencengangkan dikarenakan penemuan rahasia bakteri baru oleh ilmuwan Louis Pasteur pada tahun1822-1895. Bukankah jauh sekali jarak antara Muhammad dengan Pasteur?. 

Berarti penemuan Pasteur hanyalah mengulang penemuan lama, dimana Muhammad telah mengetahui bahwa bakteri atau kuman penyakit itu ada pada anjing dan dapat dihilangkan hanya dengan mempergunakan debu dan dibasuh dengan air enam kali. Siapa yang memberitahukan hakekat ilmiah ini kepada Muhammad saw seorang yang tidak bisa baca tulis dan jauh sekali dari peradaban pendidikan?

Tidak mungkin hakekat ilmiah yang menakjubkan ini diketahui oleh Muhammad saw sendiri, dan hanya mungkin kalau beliau mendapatkan informasi berupa wahyu dari Tuhan Yang maha Berilmu. Dengan kenyataan ini akhirnya keyakinan ilmuwan tersebut memperkuatnya untuk masuk Islam bersama puterinya yang kala itu ikut bersamanya ke Kairo.


JARAK DUA PINTU SURGA

“Demi Dzat yang jiwaku ada ditangan-Nya! Sungguh jarak antara dua pintu (yang ada daun pintunya) dari pintu-pintu syurga seperti antara Makkah dengan Hajar, atau seperti antara Makkah dengan Bushra.” (HR. Muslim no. 287)

Hadist diatas menerangkan tentang jarak dua pintu surga yang dibandingkan dengan dua buah jarak tertentu yang ada didunia. Surga adalah berita ghaib yang tidak mungkin dicerna oleh akal dan tidak akan bisa diukur secara nyata saat ini.

Dalam hal ini mengukur jarak antara Mekah sampai dengan Hajar, dan Mekah sampai dengan Bushra adalah analogi yang bisa dilakukan. Nabi saw seolah-olah mengisyaratkan bahwa jarak antara keduanya sama, padahal pada saat itu tidak mungkin dilakukan pengukuran sama sekali dikarenakan tidak ada alat ukur yang bisa mewakili.

Sheikh Abdel Majid al-Zindani, yang merupakan penggagas projek Scientific Miracles in the Quran and Hadith, dari Universitas King Abdul Aziz Jeddah, Saudi Arabia telah mengumumkan satu lagi penemuan saintifik yang mencengangkan mengenai jarak dua kota diatas.

Sheikh tersebut mengatakan Nabi Muhammad saw memberikan jarak antara dua pintu syurga adalah sama jaraknya Makkah dan Hajar yang berada di sebelah timur (sekarang ini Qatar dan Bahrain), dan juga jarak antara Makkah dan Bushra yang berada di sebelah utara. Sesuai hadis ini, maka jaraknya sama seperti jarak antara Makkah dan Hajar atau sama dengan jarak antara Makkah dan Bushra (Jarak Makkah-Hajar = Jarak Makkah-Bushra).

Beliau mengatakan yang maknanya kita akan kesulitan untuk mengukur jarak keduanya melalui darat dikarenakan ada topografi yang tidak memungkinkan. Adanya halangan berupa pegunungan, lembah dan padang pasir yang akan menghambat pekerjaan tersebut. Oleh karena itu satu-satunya pengukuran yang bisa dilakukan dari udara dengan memanfaatkan pesawat terbang dan teknologi satelit. 

Dengan adanya kapalterbang dan satelit dalam abad 20 ini jarak tersebut dapat dihitung dengan tepat. Ukuran dengan Google Earth membuktikan bahwa adalah benar jarak Makkah-Hajar tepat sama dengan jarak Makkah-Bushra, yaitu keduanya memiliki jarak yang sama, 1273 km.

Jika kita berpikir sederhana dan logis, maka tidaklah mungkin mengukur jarak kedua tempat tersebut dengan persis sama, kecuali adanya wahyu Tuhan Seluruh Alam.

-----------------------------------------------------

Demikian artikel panjang yang membahas The Power of Spiritual Beliefs, Keajaiban Ilmu Pengetahuan Al Qur'an Bag. 3. Bersambung kepada tema keyakinan selanjutnya.

Kalau bapak ibu gemar membaca silahkan miliki bundle Rahasia Kunci Sukses berisi puluhan ebook tulisan tangan saya sendiri yang didasarkan kepada pengalaman hidup bertahun-tahun. Insya Allah bermanfaat banget.


Artikel selanjutnya akan membahas tentang merasakan dengan rasa. Merasakan Keyakinan yang menembus batas ruang dan waktu. Lho kok bisa? Makanya stay tune ya?


Diambil dari berbagai sumber. Semoga bermanfaat. Untuk semua tulisan saya Wallaahu A'lam.


Salam
Adhin Busro



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment