Jan 18, 2018

The Power of Spiritual Beliefs, Keajaiban Ilmu Pengetahuan Al Qur'an Bag. 2

Pastikan teman2 membaca bagian satu dulu DISINI ya? Kalau sudah membacanya kita lanjut membaca artikel panjang The Power of Spiritual Beliefs, Membangkitkan Keyakinan Spiritual yang Digdaya Bag. 2

Sekali lagi artikel ini sebenarnya sudah saya tulis dalam blog yang lain disini. Namun saya reshare supaya lebih enak dibaca dan bisa lebih banyak yang membaca. Makanya bantu share di medsos ya?


Tulisan panjang ini versi detail ada dalam bundle Rahasia Kunci Sukses. Silahkan bagi yang mau memiliki koleksi ebook karangan saya bisa kunjungi webnya DISINI

Namanya Spiritual Beliefs, yang mana maksud saya adalah keyakinan spiritual. Keyakinan yang pada awalnya didasarkan kepada bukti2 yang ada dalam kitab suci Al Qur'an

Bukti2 yang diterima oleh akal yang mana pada jaman dahulu merupakan sebuah berita yang tidak masuk akal. Dahulu tidak masuk akal sekarang bisa diterima akal sebab sudah dibuktikan dengan ilmu pengetahuan.

Bukti spiritual apakah gerangan? Mari kita lihat beberapa bukti nyata dalam kitab suci yang bisa diterima akal karena selaras dengan ilmu pengetahuan kemudian menjadi keyakinan yang kuat pada saat ini. Cek it dot


TASBIH TUMBUH-TUMBUHAN

"....Dan tak ada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun" (QS.Al Israa' 44)

Journal of Plant Molecular Biologies, merupakan salah satu majalah sains terkenal. Salah satu artikel dalam jurnal ini mengungkapkan hasil penelitian yang dilakukan sebuah tim ilmuwan Amerika Serikat tentang suara halus yang tidak bisa didengar oleh telinga biasa yang keluar dari tumbuhan. Suara ultrasonik tersebut berhasil disimpan dan direkam menggunakan alat perekam canggih.

Dari alat perekam itu, getaran ultrasonik kemudian diubah menjadi menjadi gelombang elektrik optik yang dapat ditampilkan ke layar monitor. Dengan teknologi ini, getaran ultrasonik tersebut dapat dibaca dan dipahami, karena suara yang terekam menjadi terlihat pada layar monitor dalam bentuk rangkaian garis. Para ilmuwan ini lalu membawa hasil penemuan mereka ke hadapan tim peneliti Inggris di mana salah seorangnya adalah peneliti muslim.

Peniliti muslim ini lalu mengatakan jika temuan tersebut sesuai dengan keyakinan kaum muslimin sejak 1400 tahun yang lalu dimana tumbuh-tumbuhan juga berbicara dalam bahasanya untuk bertasbih memuji Tuhan Sang Pencipta.

Para ilmuwan AS dan tim peneliti Inggris yang mendengar ucapan itu lalu memintanya untuk menjelaskan lebih dalam maksud yang dikatakannya. Setelah menjelaskan tentang Islam dan ayat tersebut, sang peneliti muslim itu memberikan hadiah berupa mushaf Alquran dan terjemahanya kepada Profesor William, salah satu anggota tim peneliti Inggris.

Selang beberapa hari setelah peristwa itu, Profesor William berceramah di Universitas Carnegie Mellon. Ia mengatakan. “Dalam hidupku, aku belum pernah menemukan fenomena semacam ini selama 30 tahun menekuni pekerjaan ini, dan tidak ada seorang ilmuwan pun dari mereka yang melakukan pengkajian yang sanggup menafsirkan apa makna dari fenomena ini.

Begitu pula tidak pernah ditemukan kejadian alam yang bisa menafsirinya. Akan tetapi, satu-satunya tafsir yang bisa kita temukan adalah dalam Alquran. Hal ini tidak memberikan pilihan lain buatku selain mengucapkan Syahadat” demikian ungkapan William.


JASAD FIRAUN TETAP ADA SAMPAI SEKARANG
“Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami” (QS Yunus 92).

Alkisah pada tahun 1974, Dr. Maurice Bucaille mengunjungi Mesir atas undangan Presiden Anwar Sadat. Ia mendapat kesempatan meneliti Mumi Firaun yang ada di museum Kairo di pertengahan tahun 1975. Dalam penelitiannya itu, Bucaille mendapatkan sebuah fakta sangat mengejutkan dimana terdapat sisa-sisa garam yang melekat pada tubuh sang mumi. Hal ini membuktikan bahwa sang mumi memang mati karena tenggelam. Jasadnya segera dikeluarkan dari laut dan kemudian dibalsem untuk segera dijadikan mumi agar awet.

Penelitian jasad Firaun telah selesai. Namun Bucaille masih bertanya-tanya heran bagaimana jasad tersebut bisa lebih baik dari jasad-jasad yang lain, padahal dia dikeluarkan dari laut?. Ditengah keheranannya Dr. Bucaille mendapatkan informasi bahwa kaum muslimin sudah lama membicarakan hal ini. Mendapatkan informasi demikian membuat Bucaille tertegun.

Sebenarnya ia sudah mengetahui hal itu tapi mengingkari dengan keras sekaligus menganggapnya mustahil. Hal ini dikarenakan tidak mungkin mumi fir’aun yang ditelitinya itu telah diungkap sebelumnya. Hal-hal semacam ini hanya bisa diungkap lewat perkembangan ilmu modern, melalui peralatan canggih yang mutakhir dan akurat.

Menurut sejarah mumi Fir’aun baru ditemukan sekitar tahun 1898 M, sementara Al-Quran telah ada ribuan tahun sebelumnya. Sementara itu, dalam kitab suci agama lain, hanya membicarakan tenggelamnya Firaun di tengah lautan saat mengejar Musa, dan tidak membicarakan tentang mayat Firaun.

Ditengah keheranannya Bucaille memutuskan untuk menemui sejumlah ilmuwan otopsi dari kaum muslimin. Dari sini kemudian terjadilah perbincangan untuk pertama kalinya dengan peneliti dan ilmuwan Muslim. Ia bertanya tentang kehidupan Musa, perbuatan yang dilakukan Firaun, dan pengejarannya pada Musa hingga dia tenggelam dan bagaimana jasad Firaun diselamatkan dari laut. Sehingga sampailah Bucaille menemukan ayat QS Yunus diatas.

Pada akhirnya Bucaille membenarkan bahwasanya ayat Al Qur’an dibawa oleh Nabi Muhammad saw adalah benar ketika ilmuwan muslim membacakan potongan ayat dari surat yunus tersebut. Ayat ini ternyata sangat menyentuh hati Bucaille. 

Ia mengatakan bahwa ayat Alquran tersebut masuk akal dan mendorong sains untuk maju. Dalam laporan yang dipimpin oleh dirinya sendiri beserta para ahli prancis lainnya telah dengan nyata menemukan garam di dalam badan Fir’aun yang menunjukkan bahwa Fir’aun memang pernah tenggelam.

Tak hanya itu saja Dr. Maurice Bucaille dalam bukunya La Bible, le Coran et la Science juga mengkritik Alkitab atau Bibel yang ia anggap tidak konsisten dan penurunannya bisa diragukan. Sedangkan dalam Al Qur’an terdapat banyak kecocokan dengan fakta sains.



KEAJAIBAN AIR MANI

“Celakalah kiranya manusia itu! Alangkah ingkarnya (kepada Tuhan). Dari apakah dia diciptakan? Dari setetes air mani. (Tuhan) menciptakannya dan menentukan ukuran yang sepadan dengannya. ” (QS Abasa: 17-19)

Al Quran menjelaskan kepada kita bahwa turunan atau hereditas dan sifat keturunan atau kromosom yang tersusun hanya bisa terjadi setelah perpaduan yang berhasil antara sperma dan ovum. Sebagaimana yang kita ketahui, kromosom-kromosom ini berisi semua sifat-sifat baru manusia yang akan menjadi mata, kulit, rambut, dan lain-lain.

Oleh karena itu, beberapa sifat manusia yang tersusun itu ditentukan oleh kromosomnya. Kromosom-kromosom ini mulai terbentuk sebagai permulaan pada tingkatan nutfah dari perkembangan embrio. Dengan kata lain, ciri khas manusia baru terbentuk sejak dari tingkatan nutfah yang paling awal.

Selama empat puluh hari pertama kehamilan, semua bagian dan organ tubuh telah sempurna atau lengkap, terbentuk secara berurutan. Nabi Muhammad SAW menjelaskan kepada kita di dalam hadisnya: “Setiap dari kamu, semua komponen penciptamu terkumpul dalam rahim ibumu selama empatpuluh hari.” Di dalam hadis lain, Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Ketika setetes nuftah telah melewati 42 malam, Allah menyuruh seorang malaikat ke rahim perempuan, yang berkata: `Ya Tuhan! Ini laki-laki atau perempuan?’ Dan Tuhanmu memutus kan apa yang Dia kebendaki. “

Profesor Simpson mempelajari dua hadis ini secara intensif, yang mencatat bahwa empat puluh hari pertama itu terdapat tingkatan yang dapat dibedakan secara jelas atau embriogenesis. Secara khusus, Dia dibuat kagum dengan ketelitian yang mutlak dan keakuratan kedua hadis tersebut. 

Kemudian dalam salah satu konferensi yang dihadirinya, dia memberikan pendapat sebagai berikut: “Dari kedua hadis yang telah tercatat dapat membuktikan kepada kita gambaran waktu secara spesifik perkembangan embrio sebelum sampai 40 hari. Terlebih lagi, Pendapat yang telah berulang-ulang dikemukakan pembicara yang lain pagi ini. bahwa kedua hadis ini telah menghasilkan dasar pengetahuan ilmiah yang mana rekaman mereka sekarang ini didapatkan”.

Profesor Simpson mengatakan bahwa agama dapat menjadi petunjuk yang baik untuk pencarian ilmu pengetahuan. Ilmuwan Barat telah menolak hal ini. Seorang ilmuwan Amerika mengatakan bahwa agama Islam dapat mencapai sukses dalam hal ini. Dengan analogi, jika Anda pergi ke suatu pabrik dan Anda berpedoman pada mengoperasikan pabrik itu, kemudian Anda akan paham dengan mudah bermacam-macam pengoperasian yang berlangsung di pabrik itu. 

Jika Anda tidak memiliki pedoman ini, pasti tidak memiliki kesempatan untuk memahami secara baik variasi proses tersebut. Profesor Simpson berkata: “Saya pikir tidak ada pertentangan antara ilmu genetika dan agama, tetapi pada kenyataannya agama dapat menjadi petunjuk ilmu pengetahuan dengan tambahan wahyu ke beberapa pendekatan ilmiah yang tradisional. Ada kenyataan di dalam al-Quran yang ditunjukkan oleh ilmu pengetahuan menjadi valid, yang mana al-Quran mendukung ilmu pengetahuan yang berasal dari Allah.”

Inilah kebenaran. Orang-orang Islam tentunya dapat memimpin dalam cara pencarian ilmu pengetahuan dan mereka dapat menyampaikan pengetahuan itu daIam status yang sesuai. Terlebih lagi orang Islam mengetahui bagaimana menggunakan pengetahuan itu sebagai bukti keberadaan Allah, Allah Yang Maha Kuasa dan Maha Mulia untuk menegaskan kerasulan Nabi Muhammad SAW


PROSES PENCIPTAAN MANUSIA
“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari saripati yang(berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami balut dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia mahluk yang (berbentuk) lain. Maka Mahasucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.” (Q.S. Al Mu’minun 12-14)

Informasi diatas jika dibacakan saat ini mungkin akan menjadi hal yang diakui sebagai kebenaran. Namun bagaimana jika proses penciptaan manusia seperti ayat diatas disampaikan 1400 tahun yang lalu dimana saat itu ilmu pengetahuan sama sekali belum berkembang seperti saat ini?. Tentu akan menjadi hal yang menggelikan ketika mendengarnya. Sains modern telah membuktikan informasi pada ayat diatas adalah kebenaran.

Adalah Prof Keith L Moore, guru besar Departemen Anatomi dan Biologi Sel Universitas Toronto yang telah membuktikan kebenaran firman Tuhan diatas. Ketika diberitahukan bahwa arti alaqah adalah darah beku dia tertegun dan tercengang karena merasa takjub. 

Tidak mungkin seorang yang buta huruf pada 1400 tahun yang lalu menyampaikan informasi proses perkembangan embrio dengan detail. Al Quran secara gamblang telah menjelaskan proses pembentukan embrio dan perkembangan janin manusia, fase demi fase, padahal janin dan pertumbuhannya tidaklah terlihat dengan mata kepala pada saat itu dan tidak mungkin juga dijelaskan hanya dengan dugaan.

Sains modern baru mengetahui proses penciptaan di alam rahim setelah ditemukannya alat–alat pemeriksaan modern. "Saya sungguh sangat membahagiakan bisa membantu mengklarifikasi pernyataan Alquran tentang perkembangan manusia. 

Jelaslah bagi saya, pernyataan (Alquran) itu pastilah turun kepada Muhammad dari Tuhan," papar Moore, ilmuwan terkemuka dalam bidang anatomi dan embriologi.". Saya tak tahu apa-apa tentang agama, namun saya meyakini kebenaran fakta yang terkandung dalam Alquran dan sunah," papar Moore


DUA LAUTAN YANG BERTEMU

"Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing." (QS. Ar-Rahman 19-20) 

Ayat diatas menjelaskan bahwa ada dua buah laut dimana airnya tidak saling bercampur. Hal ini tentu saja fenomena yang aneh, apalagi saat turunnya ayat diatas. Maka tak heran banyak kaum kafir yang mengatakan Nabi Muhammad saw seorang yang majnun atau gila. Walaupun dihina dengan hal yang demikian namun tidak menyurutkan keyakinan Nabi saw untuk terus menyampaikan kebenaran.

Pada kondisi normal air laut akan saling bercampur sehingga tercapailah kondisi air dengan PH atau kadar garam yang seimbang. Namun ayat diatas mengabarkan sebaliknya. Bagaimana ini dapat terjadi?

Kemudian seiring dengan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan terlihat gambar-gambar yang diambil dengan kamera canggih dimana menunjukkan bahwa kondisi lautan dunia tidak seluruhnya sama dan serupa. Ada perbedaan suhu, kadar garam, konsentrasi, oksigen, dan lain-lain yang diindikasikan dengan warna biru, hitam, dan kuning akibat perbedaan suhu. 

Dengan pengambilan gambar khusus untuk mengukur suhu melalui satelit dan pesawat ruang angkasa terlihat garis putih tinggi pemisah antar satu lautan dengan lautan lainnya.

Dengan adanya teknologi yang berhasil memotret sekat antar laut memberikan sebuah fakta mengejutkan dimana apabila ada air satu lautan memasuki lautan lainnya maka air tersebut harus melalui jalur pemisah terlebih dahulu. Selain itu, lautan yang satu tidak bisa menguasai lautan lain dengan leluasa dan tidak bisa mengubah kondisinya. 

Kenyataan luar biasa ini baru dapat terungkap setelah diadakan penelitian jangka panjang dengan mendirikan ratusan satelit observasi dan pengambilan gambar melalui satelit. Ilmuwan yang pertama kali menemukan dan mengungkapkannya adalah Profesor Sceider (oceanolog terkemukan dari Jerman). Saat dia mendengar arti dan uraian ayat-ayat yang berkaitan dengan bidang keahliannya, dia jadi tertegun dan tercengang lalu berkomentar, “Ini pasti bukan ucapan manusia”.

“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan, yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antar-keduanya dinding dan batas yang menghalang.” (QS Al-Furqon 53).

Seorang pakar kelautan lainnya mengatakan kekagumannya kepada kepada Al-Quran yang telah memberikan jawaban dari pencariannya selama ini. Prof. Jackues Yves Costeau seorang oceanografer, yang sering muncul di televisi pada acara Discovey, ketika sedang menyelam menemukan beberapa mata air tawar di tengah kedalaman lautan. Mata air tersebut berbeda kadar kimia, warna dan rasanya serta tidak bercampur dengan air laut yang lainnya. 

Bertahun-tahun ia berusaha mengadakan penelitian dan mencari jawaban misteri tersebut. Sampai suatu hari bertemu dengan seorang profesor muslim, kemudian ia menjelaskan tentang ayat Al-Quran Surat Ar-Rahman ayat 19-20 dan surat Al-Furqon ayat 53. Kemudian terpesonalah Mr. Costeau sampai ia masuk Islam dikarenakan kebenaran yang sama sekali tidak bisa dibantah oleh ilmu pengetahuan. Costeau menemukan Tuhan dalam keilmuan yang digelutinya selama puluhan Tahun yang menyebabkan beliau mendapatkan hidayah.




PROSES PEMBENTUKAN PLANET

“Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi, Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa. Keduanya menjawab, Kami datang dengan suka hati" ( QS Fushilat 11)

Ayat diatas memberikan pengetahuan kepada kita bahwa langit (planet) terbentuk pada awalnya berupa asap. Lalu berlakulah perintah Allah untuk menjadi planet (sesuatu) sesuai dengan Kehendak_Nya.

Saat tafsir ayat tersebut dibacakan kepada Profesor Yoshida Kozai (Direktur Observatorium Tokyo) berkata bahwa hanya pada waktu akhir-akhir ini saja ilmu pengetahuan mengungkapkan bahwa langit berasal dari asap. Karena sudah ada roket dan satelit yang diluncurkan ke luar angkasa untuk mengambil gambar sebuah bintang di langit yang sedang dalam proses pembentukan.

Ternyata, di tengah-tengah asap yang terdapat bagian yang paling bersinar dari bintang tersebut. Sekitar bintang diliputi asap dan di sekeliling asap ada batasan merah sebagai indikator bahwa suhu di daerah itu sangat tingi. Padahal, beberapa tahun yang lalu, kita masih menduga bahwa langit berasal dari kabut tebal.

Tapi, tingginya teknologi dan majunya ilmu pengetahuan akhirnya mengungkapkan bahwa langit berasal dari asap, bukan kabut. Profesor itu tertegun ketika mengetahui bahwa semua itu telah tercantum dalam Al-Qur’an. Tidaklah mungkin kata-kata mencengangkan ini hanyalah buatan manusia.


ORBIT/ GARIS EDAR PLANET

"Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya." (QS. Al Anbiya 33) 

Garis edar adalah lintasan planet yang tidak tidak melenceng, dimana istilah ini sering dinamakan sebagai orbit. Salah satu sebab utama yang menghasilkan keseimbangan di alam semesta, tidak diragukan lagi, adalah beredarnya benda-benda angkasa sesuai dengan orbit atau lintasan tertentu. 

Fakta ini baru dipelajari serta dibuktikan pada akhir-akhir ini namun dengan sangat gamblang sudah diberitahukan masalah lintasan planet 1400 tahun yang lalu oleh seorang yang tidak bisa baca tulis. Dialah Muhammad saw yang mendaptkan wahyu berupa Al Qur'an. 

Bintang, planet, dan bulan berputar pada sumbunya dan dalam sistem yang mengaturnya. Sementara alam semesta yang lebih besar juga bergerak secara teratur dalam sebuah satu kesatuan sistem yang tidak bisa dipisah-pisahkan. Tata surya dan galaksi kita bergerak mengitari pusatnya masing-masing. Setiap tahun bumi dan tata surya bergerak 500 juta kilometer menjauhi posisi sebelumnya. 

Setelah melalui perhitungan yang rumit dapat disimpulkan bahwa bahwa bila suatu benda langit menyimpang sedikit saja dari orbitnya, hal ini akan menyebabkan hancurnya sistem tersebut. Seandainya terjadi penyimpangan orbit beberapa milimeter saja dari yang seharusnya maka alam semesta akan mengalami kehancuran. 

Berdasarkan perhitungan yang dilakukan oleh ahli astronomi mengatakan, selagi berotasi mengitari matahari, bumi mengikuti orbit yang berdeviasi sebesar 2,8 mm dari lintasannya yang benar setiap 29 km. Orbit yang diikuti bumi tidak pernah berubah karena penyimpangan sebesar 3 mm akan menyebabkan kehancuran yang hebat. 

Andaikan penyimpangan orbit adalah 2,5 mm, dan bukan 2,8 mm, orbit bumi akan menjadi sangat luas dan kita semua akan membeku. Andaikan penyimpangan orbit adalah 3,1 mm, kita akan hangus dan mati. (Bilim ve Teknik, Juli 1983)

Hakikat ini tidaklah mungkin diketahui oleh Muhammad saw 1400 tahun yang lalu, kecuali dikarenakan adanya berita dari langit. Maka semakin lama semakin teranglah kebenaran Al Qur'an. 

------------------------------------------------------

Itulah beberapa keajaiban Ilmu Pengetahuan dalam Al Qur'an yang mau tidak mau memaksa nafsu kita untuk percaya. Percaya meski sebagian nafsu tetap tidak beriman.

Namun dengan adanya fakta sejarah ini menjadi asbab berbondong2 manusia masuk islam. Sebab bukti dan faktanya jelas, dan bisa diterangkan dengan ilmu pengetahuan masa kini dengan nyata.

Artikel ini bersambung, BACA SAMBUNGANNYA DISINI

Jangan lupa share ke medsos ya? Semoga bermanfaat untuk saya dan untuk kita semua. Wallahu A'lam

Salam
EAB
Diambil dari berbagai sumber dan pustaka





Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment