Jan 19, 2018

The Power of Spiritual Beliefs Bag.5, Aktivasi Kun Fayakun

Berikut ini tulisan tentang The Power of Spiritual Beliefs Bag.5, Aktivasi Kun Fayakun. Atau bagaimana memahami KUN dan FAYAKUN. Atau juga bagaimana menempatkan jiwa kita agar supaya dalam keadaan YAKIN.

Mengapa yakin? Sebab keyakinan kita sudah disandarkan kepada DIA yang Kun Fayakun. Yakni ketika Berkehendak cukup mengatakan "Jadilah" maka jadilah ia.

Tidak peduli dengan keadaan kita sekarang ini. Yang penting tugas dan kewajiban kita untuk berdoa dan bekerja maksimal sesuai dengan kemampuan kita sudah kita lakukan. Selanjutnya pasrah dan menunggu Kun Fayakun.


Menunggu hasil sesuai dengan keringat kita, dan juga menunggu keajaiban yang akan datang. Sebab apa? Sebab kita YAKIN kepada_Nya. Itulah kunci sukses sejati

Berikut tulisan selanjutnya tentang The Power of Spiritual Beliefs Bag.5, Aktivasi Kun Fayakun.

------------------------------------------


KEYAKINAN, DARI INDRA TURUN KE HATI
"Ketahuilah sesungguhnya di dalam tubuh manusia ada segumpal darah, apabila dia baik maka baiklah seluruh tubuhnya, dan apabila dia rusak, maka rusaklah seluruh tubuhnya. Ketahuilah bahwa segumpal darah itu ialah hati." (HR Bukhori dan Muslim)

Sampai disini, kita telah belajar, membaca kemudian memahami sesuatu berita sampai kepada sebuah kesimpulan. Bab demi bab sudah kita lahap dengan sempurna sebagai langkah awal mendapatkan pemahaman. Inilah pintu pertama diantara beberapa pintu yang akan kita masuki sampai kepada ujungnya yaitu pintu hati, karena disitulah letak keyakinan berada.

Pintu pertama yang harus dimasuki adalah panca indera. Mata melihat, telinga mendengar, hidung mencium, kulit merasakan. Kita menjadi yakin warna apel merah yang manis rasanya setelah melihat melihat dengan mata dan mengecap dengan lidah.

Selanjutnya tanpa melihat dan mengecappun kita meyakini kepada sifat-sifat apel tersebut karena sudah dibuktikan dengan nyata oleh panca indera. Namun keyakinan sejati tidak akan berhenti sampai disini, yakni membuktikan dengan indera kita. Ada dua pintu lagi yang harus kita masuki untuk mendapatkan keyakinan tanpa batas.

Membaca adalah salah satu sarana bagi indera untuk kemudian mencerna dan memahami menggunakan akal. Akal yang digambarkan dengan otak adalah pintu masuk ke dua untuk meraih keyakinan sejati. Kadangkala sebuah data dan fakta tidak akan bisa kita lihat dan dengar. 

Berita yang terpercaya dan rasional sehingga menjadikannya masuk akal juga bisa dijadikan bahan pertimbangan. Membaca adalah salah satu cara mengetahui sebuah kebenaran walaupun kita tidak melihatnya. Membaca adalah salah satu pintu masuk kepada akal. Maka gunakanlah akal sehat anda didalam menilai sebuah berita.

Sampai pada bab ini kita sudah membaca berita dan khabar yang bisa anda cerna dengan otak. Jika itu masuk akal atau logis artinya pintu akal sudah terbuka. Maka pada kesempatan kali ini bukalah akal anda dengan sejujur-jujurnya untuk menerima dengan ikhlas kebenaran yang sudah kami sampaikan untuk kemudian jadikan ia prinsip atau pegangan dalam hidup ini. 

Setelah akal anda terbuka menerima kebenaran maka masukkan ia, campakkan dan tancapkan kebenaran tersebut dalam pintu terakhir yakni hati. Bukalah hati anda menerima kebenaran akal sehingga mampu bergetarlah ia menjadi sebuah keyakinan yang teguh dan mantap.

Keyakinan yang hendak kami sampaikan bukanlah keyakinan yang lemah. Keyakinan yang hendak kami tancapkan dalam hati anda adalah keyakinan yang sejati, menembus batas masa lalu dan masa depan. Keyakinan dengan sandaran dan garansi yang kokoh. Karena dengan keyakinan ini saja hidup menjadi tentram dan bahagia.

Tetapi sekali lagi proses pencarian keyakinan yang kokoh ini memerlukan proses. Kita harus sering melakukan perenungan sampai akal kita menemukan sebuah pemahaman. Kadangkala saya sampai diskusi berjam-jam dengan seorang Ustadz kalau sudah membicarakan masalah keyakinan. Mengapa harus begini mengapa harus begitu. 

Mengapa tidak begini dan mengapa tidak begitu. Jawaban Ustadz banyak terkait dengan aspek ibadah dan spiritual karena memang kapasitas beliau ada diarea ini. Makanya ketika diskusi berlanjut diluar itu, jawabannya kadangkala menjadi kurang memuaskan. Misalnya, tentang teori alam semesta big bang apa kaitannya dengan salah satu ayat dalam Al Qur'an dan sebagainya.

Kemudian sampai kepada sebuah kesimpulan bahwa Ustadz adalah sumber ilmu, dimana kita bisa mencari jawaban dengan menggunakan akal kita, mengapa ilmu tersebut memiliki keutamaan ini dan itu. carilah segala pendekatan ilmu pengetahuan dan fakta ilmiah yang bisa diterima oleh akal agar bisa membuka hati dan membangkitkan keyakinan (iman). 

Caranya tentu saja dengan belajar dan membaca baik melalui buku, orang, kejadian dan lain sebagainya. Buka pikiran dan hati, jauh dari kedengkian dan kesombongan serta merasa pintar dan hebat, supaya ilmu dan hikmah tersebut bisa masuk dan meresap dalam hati menjadi sebuah keyakinan.

Maka hidupkan akal anda dengan sering melihat sebuah venomena menjadi pertanyaan yang harus kita cari jawabannya. Misalnya pertanyaan-pertanyaan berikut ini,
  • Siapa Tuhan sejati dan berada dimana?
  • Mengapa harus diatas arasy? 
  • Bagaimana dengan manusia yang dipertuhankan atau tuhan yang dimanusiakan?
  • Bagaimana akal bisa menerima tentang adanya Tuhan? 
  • Siapa itu Muhammad saw, Yesus (Isa as), Ibrahim as dsb?
  • Mengapa kita harus sholat, puasa haji?
  • Mengapa gerakan sholat harus seperti ini dan itu?
  • Mengapa sedekah pangkal kaya?
  • Mengapa dhuha memperlancar rezeki?
  • Mengapa berjuang harus dengan harta dan jiwa?
  • Mengapa harus tawakal, sabar, ikhlas?
  • Mengapa, mengapa dan mengapa?

Mungkin jawabannya dikarenakan itulah perintah dari Tuhan melalui lisan Nabi saw yang ada dalam kitab suci. Seringkali pertanyaan berhenti sampai disini. Padahal pertanyaannya bisa dilanjutkan, mengapa harus Nabi Muhammad saw? Lanjutkan pertanyaan yang masih menjadi pertanyaan sampai hati kita merasa cukup dengan keyakinan yang ada.

Maka jika niatan awal kita mencari kebenaran, niscaya kebenaran itu akan kita dapatkan. Kebenaran yang menjadi sebuah keyakinan teguh dan takkan goyah.

Jadi untuk meraih keyakinan sejati pastikan sudah melibatkan panca indera, akal dan hati. Jangan sampai kesimpulan yang menjadi sebuah keyakinan tidak melalui ketiga pintu tersebut yang mengakibatkan kesesatan.


YANG IMANNYA KEREN ADALAH ULAMA
“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama” (QS Al Faathir ayat 28)

Kita sudah kadung beranggapan bahwa yang namanya ulama adalah ustadz, kyai, seikh dan sebagainya. Yang namanya ulama itu hapal Al Qur'an, hapal hadist, menguasai ilmu fiqih, nahwu, shorof dan lain sebagainya. Apakah salah? Jelas tidak demikian. Benar statement diatas, namun rasanya terlalu tendensius dan sempit.

Arti kata ulama adalah orang yang berilmu, yakni yang mendalami ilmunya dengan sangat intens. Ahli fisika, biologi, astronomi, kedokteran dan lain sebagainya adalah ulama. Seperti sudah di bahas pada bab sebelumnya mengenai Mukjizat Kebenaran dan Fakta Sejarah membuktikan bahwa ulama yang mau membuka pikiran dan hati saja yang akan menemukan Tuhan. 

Bahkan mereka benar-benar menemukan Tuhan lebih baik dari pada kita. Mereka takut kepada Tuhan melebihi ketaqwaan kita. Hal ini dikarenakan kebenaran yang telah nyata-nyata mereka lihat pada bidang keilmuan yang digelutinya. Maka tidak heran banyak profesor dan doktor yang kemudian menjadi muallaf dan masuk agama kebenaran yakni islam.

Mengapa ulama/ ilmuwan adalah hamba yang benar-benar takut kepada Tuhan? karena dia melihat adanya Tuhan dengan yakin dalam keilmuan yang mereka tekuni. Mereka menemukan keajaiban design penciptaan yang sempurna dimana tidak mungkin ada dengan sendirinya tanpa campur tangan Dzat Yang Maha Cerdas.

"dan agar orang-orang yang telah diberi ilmu, meyakini bahwasanya Al Qur'an itulah yang hak dari Tuhan mu lalu mereka beriman dan tunduk hati mereka kepadanya dan sesungguhnya Allah adalah Pemberi Petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus." (QS Al Hajj 54)

Kita bisa sedikit belajar dari kisah para nabi dan rosul sebagai seorang ulama yang paling tekun didalam mencari kebenaran. Bahkan kebenaran yang sudah menjadi keyakinan mendarah daging yang diperolehnya masih dirasa kurang, sehingga terus belajar dan belajar. 

Bukankah Ibrahim as. dengan keyakinannya masih memerlukan bukti konkret, yakni bagaimana caranya Tuhan menghidupkan orang mati? Bukankah Musa as menginginkan keyakinan bulat kalau sudah bisa melihat Tuhan? Bukankah Nabi Muhammad saw diperjalankan dalam peristiwa isra'mi'raj agar keyakinan/ keimanannya teguh dan mantap ditengah badai cobaan?. 

Pertanyaannya sebelum mendapatkan mukjizat tersebut apakah Nabi dan Rosul tidak beriman? Tentu tingkat keimanan mereka tidak perlu ditanyakan lagi. Manusia dengan tingkat keimanan yang luar biasa tinggi saja masih memerlukan tambahan bukti agar keimanannya bertambah diatas keimanan yang ada. Bagaimana dengan kita?

So, kalau begitu apakah kita sudah bertanya dan menemukan jawaban sehingga keimanan kita bertambah dan bertambah menjadi keyakinan yang mantap? Apakah kita yakin dengan sholat yang rutin kita lakukan? Apakah kita yakin sedekah pangkal kaya? Mengapa bisa demikian? Inilah bertanyaan yang harus mendapatkan jawaban agar apa yang kita lakukan terasa mantap. 

Maka belajar mencari ilmu dan pemahaman menjadi wajib, agar kita menjadi pribadi yang mempunyai wawasan serta keyakinan yang dalam dan benar. Pada akhirnya kita bisa menjadi ulama yang benar-benar takut akan Tuhan Seluruh Alam.


THE POWER OF SPIRITUAL BELIEFS

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar.” (QS Al-Hujuraat 15)

Spiritual beliefs atau keyakinan spiritual adalah sebuah power berasal dari inti hati yang bisa di raih dengan pembelajaran yang tidak singkat. Sebagaimana nuklir yang berasal dari inti atom yang sangat halus namun mempunyai daya ledak yang luar biasa. Seperti inilah analogi keyakinan spiritual.

Spiritual beliefs menghasilkan emotional beliefs layaknya bahan bakar penuh daya untuk menggerakkan jiwa dan raga menghadapi berbagai gelombang ujian dan dinamika hidup. Power yang timbul dari sebuah keyakinan akan pertolongan Tuhan begitu kuat yang bisa dimanfaatkan untuk merubah kegagalan, kesulitan, kesedihan dan berbagai ujian hidup lainnya menjadi sebuah tantangan yang mengasyikkan.

Spiritual power tersebutlah yang akan menjadi media bagi transformasi diri menuju pribadi yang tangguh dan unggul dalam menjalani hidup tanpa keraguan. Perjuangan yang dijalaninya dengan mengerahkan segala potensi diri dan jiwanya dengan keyakinan yang mantab bahwa ia akan memperoleh kemenangan.

Pernahkah anda merasa marah atau emosi dimana rasa itu menghentak-hentak memenuhi seluruh syaraf tubuh kita kemudian ia menggerakkan diri untuk melakukan sesuatu diluar kesadaran? Saya pernah melihat orang yang sangat pendiam tiba-tiba mukanya merah menahan marah kemudian melakukan sesuatu yang negatif. 

Begitu luar biasa emosi atau rasa marah tersebut mengendalikan diri dan kesadarannya. Orang yang pendiam dan penakut tiba-tiba menjadi berani hanya dikarenakan permainan kata-kata yakni penghinaan.

Jika hawa nafsu mampu membawa kepada energi negatif demikian juga spiritual beliefs mampu membawa kepada emosi spiritual. Namun emosi yang keluar dalam bentuk ruh atau semangat atau keyakinan yang positif, dikarenakan keyakinan itu berasal dari rasa percaya kepada Tuhan Seluruh Alam. Gairah/ ghiroh inilah emosi yang akan disalurkan menjadi sebuah power. 

Emosi spiritual yang menghunjam dalam hati menjadi iman yang kokoh tanpa keraguan. Pada akhirnya akan memberi pengaruh pada pandangan hidup, mengarahkan tingkah laku, perasaan dan pola pikir.


AKTIVASI KUN FAYAKUN 1
"Sesungguhnya keadaan_Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: "Jadilah!" maka terjadilah ia. Maka Maha Suci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaaan atas segala sesuatu dan kepada_Nyalah kamu dikembalikan." (QS Yasin 82-83)

Marilah dengan keterbatasan kita sebagai manusia untuk mencoba menggali hakikat "kun fayakun" ini, agar kemudian hati menjadi paham. Dengan "kun" dunia ini boleh dijadikan sekedip mata. Tetapi Tuhan jadikan dalam masa enam hari bertujuan memberi pengajaran kepada manusia supaya belajar, berfikir, menganalisis dan melaksanakan sebelum berlaku "fayakuun".

Jadi "kun" nya Allah berbeda dengan kata "jadilah" sebagaimana yang manusia ucapkan. Kun itu bahasa Sang Pencipta untuk menggambarkan Kekuasaan_Nya atas segala sesuatu. Kun itu meliputi segala penciptaan baik yang nampak maupun yang tidak nampak, baik pada masa lalu maupun masa depan. Semua termasuk segala hal diluar atau didalam sunnatullah atau hukum alam.

Penciptaan Adam dan Isa as yang ajaib, termasuk penciptaan kita-kita ini yang sesuai dengan hukum alam semua ada dalam satu kata "kun" maka orang-orang akan melihatnya dan berlakulah "fayakun". Artinya "kun" itu satu kesatuan dari awal sampai akhir, segala-galanya dan entah sampai kapan hanya Tuhan Yang Tahu.

"Kun" itu juga meliputi segala detail penciptaan baik yang besar maupun yang kecil dalam satu kesatuan "kun". Sebutir pasir di tanah arab sudah didahului dengan ucapan "kun" yang abadi. Dari jutaan atau milyaran tahun yang lalu sampai kemudian ada sebutir pasir di tanah Arab sampai jutaan atau milyaran tahun di masa depan butir pasir tersebut sudah didahului dengan kata "kun". 

Dari milayarn tahun yang lalu saat kita masih dalam alam ruh, sampai kemudian ada dalam rahim ibu, kemudian tinggal didunia, sampai kemudian ada di alam kubur kemudian menuju alam akherat atau alam keabadian sudah didahului dengan "kun" nya Allah swt.

Artinya dalam satu detik ada trilyunan "kun" (kejadian) yang terjadi baik hembusan angin, deburan ombak, semut yang sedang berjalan, nafas manusia, tipu daya syetan, malaikat yang sedang terbang, gerakan planet sampai gerakan galaksi. 

Jadi bukan berarti dalam satu detik Tuhan berkata kun sebanyak milyaran kali namun untuk menggambarkan bagaimana Maha Besar Allah terhadap segala ciptaan_Nya yang dalam satu detik menghasilkan milayaran atau trilyunan venomena yang berbeda-beda. Itu baru satu detik, bagaimana kalau sehari, setahun, sejuta tahun? Tentu tidak bisa digambarkan namun hanya bisa dirasakan ke Besaran_Nya.

Kemudian sebagian ciptaan_Nya yang lain menyaksikan venomena "fayakun" atau terjadilah ia. Dan sebagian besar lainnya hanya Dia Yang Tahu. Ketika sebelum alam ruh, sampai kita berada dalam alam ruh kemudian pindah ke dalam rahim ibu, sampai kemudian anda membaca tulisan ini ada dalam satu bagian "kun" nya Allah, kemudian kita menyaksikan sekejapan mata penciptaan yang sudah berjalan selama jutaan tahun tersebut. 

Termasuk alam semesta yang kita lihat bersama-sama sudah dipersiapkan jutaan tahun yang lalu dengan satu ucapan "kun" kemudian "fayakun" tiba-tiba kita menyaksikannya.


AKTIVASI KUN FAYAKUN 2

Kata "kun fayakun" pada akhir-akhir ini menjadi trending topik baik dalam bentuk tulisan online, makalah, buku sampai seminar. Tentu saja cara penyampaian berbeda-beda dengan sudut pandang pembahasan yang berbeda pula. Beberapa dari mereka mengadopsi kun fayakun dengan tujuan untuk menjadikannya motivasi hidup.

Demikian juga pembahasan kun fayakun yang hendak kami sampaikan menurut pengetahuan kami yang fakir ini. Kun fayakun dalam hal ini adalah cara untuk meyakini bahwa kehidupan dengan segala ujian, problematika, lika-liku dan dinamikanya terjadi hanya jika Tuhan menghendakinya. 

Kemudian ujian kehidupan tersebut akan berubah menjadi kemuliaan (kesuksesan dan kebahagiaan) jika Tuhan menghendaki pula. Jadi tidak ada yang mustahil jika bersandar kepada Tuhan Seluruh Alam.

Maka untuk masuk ke dalam pemahaman kun fayakun memerlukan proses sbb,
  • Pahamilah bahwa segala masalah dan ujian hidup yang rasanya berat tersebut berasal dari Tuhan seluruh alam. Hal ini terlepas dari ujian keimanan, atau memang disebabkan perbuatan tangan kita sendiri. 
  • Masuk dan kembalilah kepada fitrah manusia tatkala sedang menghadapi ujian, yakni hati. Masuklah ke dalam alam hati sebagai tempat komunikasi dengan Tuhan.
  • Renungkalah dalam hati dimana segala problematika hidup tersebut sudah didahului dengan "kun" nya Allah. Jadi tidak ada gunanya merasa putus asa. Sabar atau tidak sabar sama saja, masalah itu pasti ada karena sudah menjadi ketetapan takdir.
  • Netralkanlah emosi negatif ketika ujian datang kemudian masukkanlah getaran kekhusukan. Sabar, tawakal, ikhlas dan pasrahkanlah segalanya kepada_Nya. Bawalah harapan atau doa dalam kekhusukan tersebut agar ujian itu bisa kita terima dan hadapi untuk kemudian menemukan kemudahan. Sehingga pada akhirnya ujian itu bisa berubah menjadi berkah.
  • Tetaplah dalam kekhusukan sehingga keyakinan akan pertolongan Tuhan akan bertambah kokoh disamping keimanan yang sudah ada. Sampai tahap ini kita sudah menetralkan ujian hidup kemudian meyakini adanya solusi. Menciptakan suasana keyakinan dalam hati. Meyakini akan pertolongan Tuhan dalam hati.
  • Kemudian bawalah keyakinan itu keluar, rasakan powernya. Power untuk menghadapi masalah yang begitu kecil karena kita sudah bersandar kepada Yang Maha Besar. Kemudian lihatlah keajaiban yang terjadi. Saksikanlah "fayakun" sebagai akibat keyakinan yang kokoh tersebut.

Proses berikutnya kita akan menyaksikan siklus "fayakun" berdasarkan keyakinan (prasangka) kita kepada Tuhan. Adanya sebuah solusi yang sebelumnya belum pernah kita pikirkan sebelumnya. Adanya orang, relasi, peluang dan berbagai kejadian yang seringkali tidak pernah kita duga diawali dengan sebuah keyakinan dalam hati. Keyakinan menciptakan kenyataan.


AKTIVASI RUMUS SUKSES

Kita sudah membaca dan mengerti cara atau wasilah kemuliaan hidup. Dalam hal ini adalah aturan atau rumusan dalam bentuk amal perbuatan ataupun kondisi jiwa. Untuk meraih kesuksesan dan kebahagiaan yang kita inginkan maka mau tidak mau kita harus menerapkannya. Hanya dengan inilah kemuliaan hidup yang kita dambakan bisa menjadi nyata.

Rumusan Tuhan dijamin sangat powerfull dibanding dengan aturan-aturan buatan manusia. Namun untuk meyakini hal ini diperlukan sebuah pemahaman yang dalam. Sampai pada bab ini semoga kita sudah mendapatkan pemahaman tersebut. Seharusnya sekarang ini, pada saat anda membaca tulisan ini sudah ada keyakinan dalam hati tentang kebenarannya kemudian berkomitmen untuk mengalipkasikan dalam kehidupan.

Sebelum anda mulai menerapkannya maka ketahuilah bahwa sudah tak terhitung mereka yang sudah melaksanakan kemudian memperoleh bukti nyata sebagai bagian janji Tuhan. Pada akhirnya keyakinan yang ada akan bertambah kokoh disamping keimanan yang sudah ada. Maka pada kesempatan ini marilah kita berdoa bersama-sama,

"Ya Allah ya Tuhan kami, pada hari ini kami berdoa kepada_Mu agar Engkau berkenan untuk membuka pemahaman, ilmu dan hikmah sehingga kami bisa mengenal Engkau dengan benar. Karena hanya dengan keyakinan kepada_Mu sahajalah segala masalah, segala ujian dan problematika hidup ini mampu kami hadapi dengan tegar"

"Kami tidak hendak lari dari masalah dan ujian, kami akan menghadapi dan menikmati ujian ini dengan rasa sukur, agar kami menjadi pribadi yang tangguh dan kuat. Ya Tuhan kami, Engkaulah Yang Maha Kuat maka kuatkanlah kami. Dengan memuji Nama_Mu Yang Maha Pengasih dan Penyayang pada hari ini kami berdoa dan mengucap sukur, Alhamdulillahirobbil alamiin"

Bersambung

---------------------------------------

Sobat perlu sekali membaca bagian satu tentang The Power of Spiritual Beliefs, Membangkitkan Keyakinan Spiritual yang Digdaya SILAHKAN BACA DISINI

Kemudian lanjut ke pembahasa keajaiban Al Qur'an, The Power of Spiritual Beliefs, Keajaiban Ilmu Pengetahuan Al Qur'an Bag. 2 SILAHKAN BACA DISINI

Lalu The Power of Spiritual Beliefs, Keajaiban Ilmu Pengetahuan Al Qur'an Bag. 3 SILAHKAN BACA DISINI

Lalu The Power of Spiritual Beliefs bag.4, Merasakan Setrum Iman dan Keyakinan SILAHKAN BACA DISINI

Kemudian bagian 6 BACA SAMBUNGANNYA DISINI

Gimana? Puanjaaang khan? Ini belum semua. Yang saya tulis disini bukan all bagian dari ebook The Power of Spiritual Beliefs. Kalau saya copas semuanya ada 250an lembar. Gimana coba? Hehe :)

Paling tidak point-pointnya saya tulis disini dengan harapan bermanfaat untuk saya dan untuk kita semua. Untuk tulisan saya dari awal sampai akhir, Wallaahu A'alm




Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment