Jan 20, 2018

The Power of Spiritual Beliefs 8, Energi Sukses Sejati

Sekarang kita ke bagian 8 membahas tentang The Power of Spiritual Beliefs 8, Energi Sukses Sejati. Mungkin anda mengira kesuksesan disebabkan karena bidang tertentu. Padahal itu salah. Kesuksesan dimulai dari setting energi dalam jiwa.


Jika jiwannya sudah tenang yang diindikasikan dengan tertanamnya software tawakal, ikhlas, syukur, sabar, tekun dan lain sebagainya maka masalah sukses secara materi hanya menunggu waktu saja. Oleh sebab itu desain jiwa anda dari sekarang.

Sebelum melanjutkan saya hanya review dan ingin share link2 artikel sebelumnya, tentang serial the power of spiritual beliefs

Artikel the power of spiritual beliefs ini ada banyak seri. Saya ambil cuplikannya dari ebook saya yang berjudul the Power of Spiritual Beliefs 300an halaman pdf arial 14 inch. Sila klik linknya dan miliki kompilasi ebooknya.

Sobat perlu sekali membaca bagian satu tentang The Power of Spiritual Beliefs, Membangkitkan Keyakinan Spiritual yang Digdaya SILAHKAN BACA DISINI

Kemudian lanjut ke pembahasa keajaiban Al Qur'an, The Power of Spiritual Beliefs, Keajaiban Ilmu Pengetahuan Al Qur'an Bag. 2 SILAHKAN BACA DISINI

Lalu The Power of Spiritual Beliefs, Keajaiban Ilmu Pengetahuan Al Qur'an Bag. 3 SILAHKAN BACA DISINI

Lalu The Power of Spiritual Beliefs bag.4, Merasakan Setrum Iman dan Keyakinan SILAHKAN BACA DISINI

The Power of Spiritual Beliefs Bag.5, Aktivasi Kun Fayakun BACA DISINI

The Power of Spiritual Beliefs 6, Manifest Miracle Cara Setting Keyakinan untuk Masa Depan Sukses BACA DISINI

Lanjut The Power of Spiritual Beliefs 7, Mencipta Masa Depan yang Penuh Keajaiban BACA DISINI

--------------------------------------------

Oke mari kita membahas tentang energi sukses sejati. Yakni energi yang harus anda desain dalam jiwa sebelum sukses secara materi, sukses lahir dan batin mewujud dalam hidup anda. Cek it dot


ENERGI TAWAKAL

“Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (QS At Thalaq 3)

Tawakal adalah menyerahkan sepenuhnya hasil usaha kepada kehendak dan keputusan Tuhan. Jadi tawakal itu harus didahului dengan usaha yang maksimal. Bukan asal memasrahkan diri tetapi usaha dulu baru tawakal.

Orang yang menyadari bahwa sekeras apapun manusia berusaha akan didahului oleh takdir Tuhan, tentu jika mereka belum berhasil maka segera menyadari bahwa itulah takdir. Dengan menyadari hal itu pastinya akan jauh dari sifat putus asa dan stress.

Karena sebagai muslim tidaklah layak berputus asa dari rahmat Tuhan, kecuali hanya mereka yang tidak beriman. Jika hasil belum sesuai harapan tidak mengendurkan semangat untuk memulai lagi dengan harapan Allah akan memberikan takdir yang terbaik. 

Orang yang tawakal seharusnya menyadari bahwa apapun yang terjadi itu adalah yang terbaik menurut Sang Pencipta yang mana kadang-kadang tidak adil menurut ukuran manusia.

Sekali lagi inilah ketrampilan mengkondisikan hati kepada sebuah rasa "pasrah" terhadap ketentuan Tuhan sebagai sebuah keputusan yang terbaik. Apapun yang terjadi baik atau buruk tetap mengkondisikan hati kepada tawakal karena yakin Yang Maha Berilmu sedang memberikan pelajaran dan pengajaran. 

Yakin dengan tawakal maka Allah swt akan tidak akan menyia-nyiakan usahanya dan akan mencukupkannya menurut ukuran dan kehendak_Nya.

Rumus kecukupan dan rezeki tak terduga adalah tawakal. Maka jadikan tawakal sebagai sebuah formula kesuksesan dan kebahagiaan.



MENJADI KAYA DENGAN IBADAH
“Sesungguhnya Allah berfirman : “Wahai anak Adam, beribadahlah sepenuhnya kepada-Ku, niscaya Aku penuhi dadamu dengan kekayaan dan Aku penuhi kebutuhanmu. (Dan) jika kalian tidak melakukannya, niscaya Aku penuhi tanganmu dengan kesibukan dan tidak Aku penuhi kebutuhanmu”. (HR Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al Hakim dari Abu Hurairah)

Ibadah bermakna kesadaran untuk beragama yakni dalam bentuk pengabdian kepada Tuhan sesuai dengan anjuran atau syariat yang telah ditentukan. Dalam konteks ritual, ibadah berarti melaksanakan aktifitas ritual tersebut, sedangkan dalam konteks muamalah berarti mengaplikasikan substansi ibadah ritual dalam nilai-nilai kebenaran untuk manfaat semesta alam dalam bingkai Ridho Ilahi.

Menurut Ibnu Taimiyah ra, “Ibadah adalah suatu istilah yang mencakup segala sesuatu yang dicintai Allah dan diridhai-Nya, baik berupa perkataan maupun perbuatan, yang tersembunyi maupun yang nampak. Maka shalat, zakat, puasa, haji, berbicara jujur, menunaikan amanah, berbakti kepada kedua orang tua, menyambung tali kekerabatan, menepati janji, memerintahkan yang ma’ruf, melarang dari yang munkar, berjihad melawan orang-orang kafir dan munafiq, berbuat baik kepada tetangga, anak yatim, orang miskin, ibnu sabil, berbuat baik kepada orang atau hewan yang dijadikan sebagai pekerja, memanjatkan do’a, berdzikir, membaca Al Qur’an dan lain sebagainya adalah termasuk bagian dari ibadah. Begitu pula rasa cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, takut kepada Allah, inabah (kembali taat) kepada-Nya, memurnikan agama (amal ketaatan) hanya untuk-Nya, bersabar terhadap keputusan (takdir)-Nya, bersyukur atas nikmat-nikmat-Nya, merasa ridha terhadap qadha/takdir-Nya, tawakal kepada-Nya, mengharapkan rahmat (kasih sayang)-Nya, merasa takut dari siksa-Nya dan lain sebagainya itu semua juga termasuk bagian dari ibadah kepada Allah.”

Salah satu tujuan diciptakan manusia adalah untuk beribadah kepada Tuhan Semesta Alam. Maka jadikan tujuan ini sebagai tujuan utama dalam hidup. Dalam istilah lain ibadah adalah bergantung sepenuhnya kepada Sang Pencipta yang diindikasikan dengan keimanan/ keyakinan dimana keyakinan tersebut akan dibuktikan dengan amal perbuatan baik ritual maupun muamalah.

Tuhan telah berjanji bahwa siapapun yang hatinya selalu terkait dengan_Nya kemudian dibuktikan dengan amal perbuatan, maka Dia akan memenuhi dada kita dengan kekayaan dimana segala kebutuhan kita akan dipenuhi.

Sebaliknya siapapun yang melepaskan kaitnya yakni tidak bergantung kepada_Nya dan lebih percaya kepada selain_Nya baik itu mahluk hidup maupun mahluk yang tidak hidup maka Allah swt akan memenuhi dadanya dengan kesibukan yang melelahkan namun tidak akan pernah merasa terpuaskan.


SEMANGAT DALAM BELAJAR
"Barang siapa menempuh jalan utk mencari ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga” (HR Abu Hurairah)

Maka langkah pertama yang harus dilakukan sebagai bagian dari tindakan/ amal adalah belajar. Belajar dari mana? Tentu mana saja. Duapuluh empat jam hari ini bisa kita jadikan pembelajaran jika memandang hidup adalah pembelajaran. 

Maka rubahlah sudut pandang yang salah dengan menganggap hidup ini susah dan berat, namun jadikan ia pembelajaran dan pengajaran dari Tuhan. Baik atau buruk, susah atau senang jadikan ia pembelajaran yang akan berguna bagi kita untuk menatap dan menata masa depan yang lebih baik.


Ketika kita bangun tidur telat maka jadikan ia pembelajaran supaya esok hari tidur lebih awal. Ketika berangkat ke kantor pada awal waktu kemudian mendapatkan apresiasi maka pahamilah bahwa manusia menyukai orang yang berkomitmen dengan janji. 

Ketika bekerja dan merasa lelah maka perlu dipahami apakah pekerjaan tersebut sesuai dengan passion atau tidak. Ketika pulang dari kantor kemudian terserempet kendaraan lainnya maka jadikan ia pembelajaran supaya jangan mengendarai kondaraan anda melebihi batas kecepatan atau jangan mengendarai kendaraan dalam kondisi lelah dan mengantuk. 

Ketika sampai rumah mendapatkan anak dan istri yang ceria kemudian hilanglah rasa lelah itu maka jadikan ia pembelajaran bahwa keluarga adalah bagian dari orang-orang yang harus kita sayangi dengan tulus. Dan seterusnya rubahlah sudut pandang bahwa hidup ini adalah pembelajaran untuk menjadi lebih baik.

Terkait dengan fokus tindakan/ amal perbuatan yang mendekatkan diri kepada doa maka jadikan ia pembelajaran utama. Hal ini terkait dengan passion atau gairah yang sudah kita bahas sebelumnya. Jika kita ingin menjadi penulis umpamanya, maka sempatkan waktu untuk belajar ilmu tentang menulis disela-sela kesibukan kita. Komitmen dibutuhkan untuk membuktikan keseriusan kita didalam menggapai cita-cita.

Insya Allah akan ada saatnya dimana kita sudah ahli didalam ilmu tersebut kemudian memutuskan untuk menikmatinya secara fulltime. Inilah step by step langkah demi langkah yang harus kita jalankan.

Ada sebuah kata-kata hikmah yang inspiratif berikut ini,

Hidup adalah proses, hidup adalah belajar
Tanpa ada batas umur, tanpa ada kata tua
Jatuh berdiri lagi, kalah mencoba lagi, gagal bangkit lagi
Never give up, sampai Tuhan berkata, waktunya pulang

Hidup adalah belajar
Belajar bersyukur meskipun tak cukup
Belajar Ikhlas meski tak rela
Belajar memahami meskipun tak sehati
Belajar sabar meskipun kesal
Belajar setia meskipun tergoda
Belajar memberi meskipun tak seberapa
Belajar mengasihi meskipun disakiti
Belajar tenang meskipun gelisah
Belajar percaya meskipun tak yakin


-------------------------------------------

Pembelajaran The Power of Spiritual Beliefs terus berlanjut sampai bab akhir. Jangan sampai anda tidak membacanya dan tidak meresapkannya dalam jiwa. 

Bacalah, Iqro'.. Insya Allah akan mendapatkan pencerahan yang luar biasa. Semoga

Wallaahu A'lam
Salam
Adhin Busro





Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment