Jan 23, 2018

The Power of Spiritual Beliefs 13, Muhasabah Tafakur dan Penutup

Artikel The Power of Spiritual Beliefs 12, Muhasabah dan Penutup bisa anda BACA DISINI. Kali ini kita membahas The Power of Spiritual Beliefs 13, Muhasabah Tafakur dan Penutup alias bagian terakhir dari serial artikel panjang yang membahas keyakinan tanpa batas.

Bagi sahabat yang ingin belajar ILMU YAKIN saya pikir serial the power of spiritual beliefs ini sangat cocok untuk anda baca dan resapi. Silahkan di urut dari bagian 1 sampai 13 ya? Nanti linknya saya kasih dibagian terakhir.


Yuk kita bahas tentang bagian terakhir Muhasabah Tafakur dan Penutup

--------------------------------------

HARTA DUNIA HANYA TUJUAN JANGKA PENDEK SAJA

Kita lebih banyak menjadikan kemewahan dan gemerlapnya hidup di dunia sebagai satu-satunya tujuan hidup yang dikejar siang dan malam. Kita selalu saja dalam kesibukan yang tak pernah habis. Lelah yang terus menerus. Tekanan yang tiada pernah berkurang.

Harapan yang selalu tak terpuaskan. Karena kita menjadikan dunia sebagai tujuan. Harta benda menjadi Tuhan. Inilah sebuah fakta yang mau tidak mau harus kita akui.

Ada sebuah pepatah jawa yang mengatakan "Aja ketungkul marang kalungguhan, kadonyan lan kemareman" yang artinya, jangan terus-menerus terobsesi oleh keinginan meraih jabatan/ kekuasaan, kebendaan /materi dan memuaskan hawa nafsu semata. 

Sebuah pepatah yang bermakna dalam dimana keinginan berbalut hawa nafsu tersebut tidak akan pernah terpuaskan sekarang dan selamanya. Sudah mempunyai satu juta kemudian menginginkan sepuluh juta. Sudah mempunyai sepuluh juta ingin seratus juta dan seterusnya tanpa pernah merasa puas, tanpa pernah merasa bersyukur.

Sampai disini kita sudah membuat tujuan sejati maka tetap komitmen dengan tujuan tersebut. Semoga niat luhur tersebut selalu tertanam dalam jiwa dan raga dan takkan berubah selamanya. Ingat setan selalu mengintai diri dan keluarga, untuk kemudian berusaha sekuat tenaga merobah niat anda, dan menggelicirkannya kepada kesesatan. 

Semoga bala tentara syetan tidak akan mampu menggoyahkan “imanmu” setelah engkau berada dalam kemakmuran. Karena disitulah awal babak baru yang akan anda jalani lagi sebagai ujian yang baru pula, dan seterusnya sampai Tuhan berkata, “saatnya pulang”. 

Maka pulanglah dengan tetap memegang teguh prinsip hidup sejati, mencari ridho Ilahi Robbi. Pulanglah dengan senyuman tersungging dibibir, karena bahagia telah lulus dalam ujian hidup, menuju kepada kebahagiaan abadi di surga.

Sobat, ini penting. Karena harta dunia banyak membuat manusia tergelincir dari niat awalnya. Ia kemudian menjadikan harta dunia sebagai tujuan utama padahal ia akan musnah dan lenyap. Syetan dan bala tentaranya akan menumpang pada hawa nafsu untuk membelokkan tujuan suci tersebut. 

Padahal harta dunia bukanlah alat untuk memuaskan hawa nafsu belaka namun sarana menuju cinta dan kebahagiaan yang lebih tinggi. Kemakmuran itu adalah situasi yang tepat bagi anda untuk bisa berbagi dengan orang lainnya.

Ingatlah, bahwa Yang Maha Kaya telah mengabulkan doa dan membuat hidup anda makmur sejahtera dikarenakan supaya kita mau bersyukur. Kesuksesan yang kita raih supaya bisa digunakan untuk manfaat sesama dalam bingkai Ridho Ilahi.


MENGENAL YANG MAHA ADA

Kita sudah membahas tentang kefanaan dunia. Jadi kalau mau jujur sebenarnya dunia ini tidak ada. Dunia seperti halnya sebuah pancaran cahaya yang kapan saja bisa dimatikan. Kalau cahaya tersebut dipadamkan maka tiba-tiba menjadi gelap, hampa, tidak ada.

Lalu siapa yang ada? Siapa yang mempunyai wujud sejati? Dialah cahaya di atas cahaya, Tuhan Cahaya Langit dan Bumi.

Langit dan bumi sebagai dimensi yang kita huni saat ini adalah sebagian dari pancaran cahaya_Nya. Sebagaimana sifat cahaya yang bisa memancar ke segala arah. Demikian juga cahaya bisa terpecah menjadi banyak spektrum. 

Mulai dari merah, jingga, kuning, hijau, biru, ungu, abu-abu, putih dan spektrum lain yang kita tidak mengetahuinya. Maka demikian juga dengan pancaran cahaya Tuhan yang terdiri dari berbagai dimensi.

Dimensi dunia adalah alam terendah yang bisa kita ketahui. Ada berbagai tingkatan alam lain yang benar-berbeda dimana hal itu tidak akan kita ketahui melainkan dengan mengikuti proses sunnatullahnya. Ketika kita tua dan mati maka perjalanan baru akan dimulai yakni di alam kubur. Setelah kiamat kita akan melalui perjalanan berikutnya yakni alam akherat. Hidup adalah perjalanan antar dimensi.

Maka itulah sikapi hidup ini sebagai sebuah perjalanan. Jangan terjebak kepada perjalanan sementara didunia ini dengan hanyut dan terseret oleh nafsu bermegah-megahan. Karena perjalanan hidup ini menuju sumber cahaya. Dialah cahaya diatas cahaya, Tuhan Penguasa dan Pengendali Seluruh dimensi alam semesta.

“Allah (memberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah adalah seperti lubang yang tak tembus yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca dan kaca itu seakan-akan (bintang yang bercahaya) seperti mutiara yang menyalakan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, iaitu pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah baratnya yang minyaknya sahaja menerangi walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis) Allah membimbing kepada cahayanya, siapa yang Dia kehendaki, dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahka untuk dimulakan dan disebut namanya di dalamnya, pada waktu pagi dan pada waktu petang, lelaki yang tida dilalaikan oleh perniagaan dan tidak pula oleh jual beli dari mengingati Allah dan dari mendirikan solat dan dari membayar zakat. Mereka takut pada suatu hari (yang dihari itu) Hati dan penglihatan menjadi goncang. Mereka yang mengerjaka demikian itu supaya Allah memberikan balsan kepada mereka (dengan balasan) yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan, dan supaya Allah menambahkan kurnianya kepada mereka. Dan Allah memberi rezeki pada siapa yang dikehendakinya.” (An-Nur 35-38)

TIGA PERTANYAAN

Pernahkah anda bertanya-tanya tentang tiga pertanyaan fitrah manusia? Secara fitrah seharusnya semua manusia pernah bertanya-tanya tentang hal ini. Pertanyaan pertama, dahulunya sebelum ada dan lahir di dunia ini kita berada di mana? Pertanyaan kedua, kita ada dan hidup didunia ini untuk apa? Kemudian pertanyaan ketiga, nanti setelah mati kita mau kemana?. Inilah ke tiga pertanyaan fitrah tersebut.

Pertanyaan pertama adalah hal yang tidak akan bisa kita temukan jawabannya kecuali di kitab suci. Sebelum kita ada di muka bumi apakah kita adalah benda mati, benda tak berwujud atau apa?. Jadi sebelum mendapatkan wadagnya, manusia masih berbentuk ruh ciptaan Tuhan.

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap ruh mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul, (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan).” (QS Al A’raf 172)

Bagaimana memahami akan hal ini? Tentu kita tidak akan mampu mendapatkan pengetahuan tentang ruh melainkan sedikit saja. Ruh adalah sesuatu yang membuat manusia menjadi hidup. Mari kita analogikan dengan sebuah "Chip" komputer canggih. 

Ketika komputer sudah selesai diciptakan oleh manusia, kemudian dihidupkan dengan menggunakan listrik maka komputer tersebut tetap tidak bisa hidup sebelum chip tersebut dimasukkan. Setelah chip tersebut dimasukkan dalam komputer maka tiba-tiba ia hidup dan bisa dimanfaatkan teknologinya untuk berbagai kebutuhan.

Pertanyaan kedua, untuk apa diberikan ruh atau chip tersebut dan hidup di dunia? Jawabannya anda sudah tahu. Yakni menjadi khalifah/ penguasa/ pemakmur bumi dalam bingkai Ridho Ilahi. Menyembah Tuhan Seluruh Alam dengan cara berbuat sebaik-baiknya di dunia ini untuk manfaat semesta alam.

Jadi chip tadi memberikan kita kehidupan. Hati, otak, pikiran dan badan yang pada awalnya tidak berfungsi menjadi berfungsi sesuai dengan peruntukannya masing-masing. Maka disini fungsi ruh ciptaan Allah adalam memberikan daya hidup, jadi ruh tidak bertanggung jawab terhadap kehidupan kita karena ia hanya memberikan kehidupan, tidak lebih. 

Ruh adalah guru sebagai tempat bertanya tentang Tuhan karena hanya dialah yang mengetahui dengan jelas hakikat_Nya. Dalam hal ini hati yang diberikan wewenang untuk memberikan pertanyaan.

Pertanyaan ketiga, kemana perjalanan ini dilanjutkan setelah mati? Jawabannya ke alam akherat, alam keabadian. Kita akan menuju perjalanan berikutnya dengan melalui dimensi demi dimensi dalam ruang dan waktu yang tidak bisa didefinisikan dengan jelas sebelum kita sendiri melaluinya. Disinilah dimensi akherat dimana tempat pembalasan amal dunia.

Setelah chip kehidupan dicabut, maka matilah kita menuju alam akherat. Di dimensi akherat kita diciptakan kembali kemudian dimasukkan lagi chip (ruh) tadi, dan tiba-tiba kita hidup kembali beserta seluruh ingatan dalam memori kita. 

Maka ketakutan yang luar biasa menyelimuti manusia diakarenakan dosa yang sudah dilakukan. Mereka tidak bisa menghindar lagi dari azab Tuhan, karena buktinya jelas yakni hard disk dalam memori yang kapan saja bisa diputar kembali.

Dengan mengetahui jawaban dari ketiga pertanyaan diatas, apa yang bisa kita petik hikmahnya? Hikmahnya jelas yakni mengingatkan kembali bahwa tujuan hidup itu bukan dalam dunia ini. Tetapi hidup di dunia ini hanya singgah/ transit sebentar saja menuju kehidupan selanjutnya yang jauh lebih panjang. Hal ini harus benar-benar disadari oleh kita sebagai manusia agar tidak terjadi penyesalan abadi.

SELESAI...

--------------------------------------

Alhamdulillah artikel keyakinan the power of spiritual beliefs sudah selesai saya sadur dari sumber disini. Sumber sesungguhnya adalah ebook the power of spiritual beliefs yang versi lengkap dan detail yang bisa anda dapatkan DISINI.

NOTE
Silahkan yang mau cek link artikel ini dari seri 1 sampai 13 bisa klik link2 yang saya berikan dibawah ini

Artikel the power of spiritual beliefs ini ada banyak seri. Saya ambil cuplikannya dari ebook saya yang berjudul the Power of Spiritual Beliefs 300an halaman pdf arial 14 inch. Sila klik linknya dan miliki kompilasi ebooknya.

Sobat perlu sekali membaca bagian satu tentang The Power of Spiritual Beliefs, Membangkitkan Keyakinan Spiritual yang Digdaya SILAHKAN BACA DISINI

Kemudian lanjut ke pembahasa keajaiban Al Qur'an, The Power of Spiritual Beliefs, Keajaiban Ilmu Pengetahuan Al Qur'an Bag. 2 SILAHKAN BACA DISINI

Lalu The Power of Spiritual Beliefs, Keajaiban Ilmu Pengetahuan Al Qur'an Bag. 3 SILAHKAN BACA DISINI

Lalu The Power of Spiritual Beliefs bag.4, Merasakan Setrum Iman dan Keyakinan SILAHKAN BACA DISINI

The Power of Spiritual Beliefs Bag.5, Aktivasi Kun Fayakun BACA DISINI

The Power of Spiritual Beliefs 6, Manifest Miracle Cara Setting Keyakinan untuk Masa Depan Sukses BACA DISINI

Lanjut The Power of Spiritual Beliefs 7, Mencipta Masa Depan yang Penuh Keajaiban BACA DISINI

The Power of Spiritual Beliefs 8, Energi Sukses Sejati BACA DISINI

The Power of Spiritual Beliefs 9, Kisah Keyakinan Menembus Batas BACA DISINI

The Power of Spiritual Beliefs 10, Menyikapi Proses Perjalanan Sukses Sejati BACA DISINI

The Power of Spiritual Beliefs 11, Menyikapi Proses Waktu Menuju Sukses Sejati BACA DISINI

The Power of Spiritual Beliefs 12, Muhasabah dan Penutup BACA DISINI

Dan sesi terakhir adalah The Power of Spiritual Beliefs 13, Muhasabah Tafakur dan Penutup 

Semoga bermanfaat untuk saya dan untuk kita semua. Wallahu A'lam


Adhin Busro
Pengarang The Power of Spiritual Beliefs Rahasia Kunci Sukses.

NB: Minta bantu share link2 diatas ke teman anda ya? Insya Allah bermanfaat. Share juga di medsos biar makin banyak yang membaca. Jazakumullah Khairan Katsiira

Salam Untuk Keluarga




Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment