Jan 22, 2018

The Power of Spiritual Beliefs 12, Muhasabah dan Penutup

Setelah seri 1 sampai 11 sekarang saatnya lanjut seri 12. Seri 11 berjudul The Power of Spiritual Beliefs 11, Menyikapi Proses Waktu Menuju Sukses Sejati silahkan BACA DISINI. Seri 12 adalah The Power of Spiritual Beliefs 12, Muhasabah dan Penutup, makanya wajib dibaca ya?

Bagaimana pembahasannya? Cekitdot



TUJUAN HIDUP MANUSIA, JADIKAN PRINSIP ABADI
“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku” (QS Adz Dzaariyat 56 )
“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." (QS Al Baqarah 30)

Sahabat yang kami cintai. Sengaja saya tulis kembali firman Allah swt di atas agar anda selalu ingat tentang tujuan penciptaan manusia. Maka ingatlah tujuan default tersebut kemudian tancapkan ia sedalam-dalamnya di hati sanubari. Jadikan ia prinsip hidup sekarang dan selamanya.

Semua manusia mempunyai keinginan akan masa depan yang lebih baik. Masa depan yang menyenangkan dan membahagiakan yang dipenuhi dengan kesuksesan dan kemakmuran. Hal ini wajar adanya namun perlu dipahami bahwa semua impian tentang masa depan tersebut harus digantungkan kepada Tuhan Seluruh Alam supaya meraih keberkahan sempurna. 

Karena memang sejatinya seperti itulah tujuan hidup sejati yakni menyembah Tuhan Seluruh Alam dan Menjadi Khalifah atau pemakmur bumi. Tujuan hidup yang sudah ditetapkan oleh Tuhan sendiri kepada manusia. Peran yang harus diemban sebagai sosok mahluk yang mempunyai kelebihan sempurna dibandingkan dengan mahluk ciptaan Tuhan lainnya.

Menyembah Tuhan bukan semata-mata melakukan aktifitas ritual saja namun lebih kepada substansinya ibadah. Aktifitas ritual bertujuan untuk lebih mengenal dan dekat dengan_Nya kemudian menyebabkan efek kepada aktifitas pekerjaan dan muamalah atau pergaulan. 

Dalam hal ini selalu merasa ada pengawasan Tuhan sehingga didalam aktifitasnya tidak pernah lepas dari rasa butuh dan bergantung kepada_Nya. Menjunjung tinggi nilai-nilai atau akhlak islami seperti kejujuran, kasih sayang, integritas, keadilan dan lain sebagainya. Inilah substansi ibadah. Inilah perintah Tuhan untuk kebahagiaan si hamba sendiri.

Sementara menjadi khalifah di bumi berarti disuruh mengelola dan memakmurkan bumi ini dengan akal yang sudah dikaruniakan. Belajar dan bekerja keras dengan cara memaksimalkan potensi diri sebagai wujud syukur atas karunia tersebut. Percayalah jika tujuan default tersebut sudah menjadi prinsip hidup hingga mendarah daging maka kebahagiaanlah yang akan kita rasakan. Kebahagiaan yang sempurna.


MANUSIA ITU SEMPURNA SESUAI TINGKAT KESEMPURNAANNYA
"Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan." (QS Al Iraa' 70)

Manusia itu mahluk yang sempurna dan dilebihkan dari sekian banyak mahluk dunia dan akherat. Lihat saja didunia ini bagaimana sempurnanya kita dengan tubuh dan jiwa ini. Secara fisik manusia terlihat lebih indah, cantik dan seimbang. 

Kalau tidak percaya coba lihat ayam, kambing, sapi, gajah dan ratusan binatang lainnya. Atau lihat saja kaktus, mawar, apel, mangga dan ratusan tumbuh-tumbuhan lainnya. Inilah sedikit saja kelebihan manusia.

Semua yang ada didunia ini ditundukkan untuk kepentingan manusia tak terkecuali. Segala macam tumbuh-tumbuhan yang bisa dimanfaatkan untuk makanan, tempat tinggal, kosmetik, obat dan lain sebagainya. 

Demikian juga segala macam hewan yang bisa dimanfaatkan untuk makanan, minuman, tunggangan, peliharaan dan lain sebagainya. Apa-apa yang dipermukaan bumi dan didalam bumi diperuntukkan untuk manusia. Lihatlah bagaimana banyaknya nikmat yang seharusnya kita syukuri dengan benar.

Maka makmurkanlah bumi ini dengan baik dan benar. Gunakanlah akal pikiran yang dikaruniakan Tuhan untuk membuat bumi ini makin makmur, bukan malah membuat kerusakan demi kerusakan. Saling bersinergi dan bekerja sama, bukan malah saling sikut kanan dan kiri. Berikan perhatian dan kasih sayang terhadap semua mahluk Tuhan, bukan malah merusak dan saling membenci.

Jadikan tujuan hidup itu tadi dalam rangka beribadah kepada_Nya. Susah maupun senang tetap terkait hatinya kepada Sang Pencipta. Janganlah ketika ada sedikit saja ujian kepantasan kemudian merasa putus asa kemudian mengingkari_Nya. Padahal ingkar atau tidak sama sekali tidak mengurangi kemuliaan_Nya. 

Ada pepatah dikarenakan nila setitik rusak susu sebelanga. Janganlah dikarenakan sesuatu yang belum saatnya -dalam hal ini keinginan belum sesuai dengan harapan- kemudian menyalahkan Tuhan, seakan-akan kita lebih tahu dari_Nya. Padahal ada ribuan nikmat lain yang belum kita syukuri dengan benar. Hukum/ rumusnya adalah apa-apa yang kita syukuri pasti akan bertambah.

Manusia itu sempurna termasuk semua keinginan akan diperkenankan_Nya. Tentu saja keinginan yang selaras dengan tujuan sejati tadi. Hanya masalah waktu. Sebagaimana pohon apel dan pohon mangga akan berbuah sesuai dengan waktunya. 

Tidak ada yang meleset dan menyalahi hukum Tuhan walau setitikpun. Hanya kitalah yang kadangkala menyalahi hukum-hukumnya sehingga keinginan tadi belum juga sesuai dengan kenyataan.

Jadi kalau ada yang mengatakan manusia itu tidak sempurna maka jangan dipercaya. Sekali lagi manusia adalah mahluk yang sempurna dan dilebihkan dari segenap mahluk lainnya. Jangan dijadikan alasan ini untuk menjadikan kita lemah, lembek dan loyo. 

Percayalah manusia itu lebih sempurna daripada apa yang anda bayangkan. Sempurna dalam hal ini sebagai seorang manusia bukan malaikat. Yakini dan Buktikanlah dengan menjadi manusia seutuhnya yang memiliki kesempurnaan tersebut. Sempurna dari segala hal, dari segala sisi.

BERSAMBUNG, BACA SAMBUNGANNYA DISINI

------------------------------------------------------

NOTE

Artikel the power of spiritual beliefs ini ada banyak seri. Saya ambil cuplikannya dari ebook saya yang berjudul the Power of Spiritual Beliefs 300an halaman pdf arial 14 inch. Sila klik linknya dan miliki kompilasi ebooknya.

Sobat perlu sekali membaca bagian satu tentang The Power of Spiritual Beliefs, Membangkitkan Keyakinan Spiritual yang Digdaya SILAHKAN BACA DISINI

Kemudian lanjut ke pembahasa keajaiban Al Qur'an, The Power of Spiritual Beliefs, Keajaiban Ilmu Pengetahuan Al Qur'an Bag. 2 SILAHKAN BACA DISINI

Lalu The Power of Spiritual Beliefs, Keajaiban Ilmu Pengetahuan Al Qur'an Bag. 3 SILAHKAN BACA DISINI

Lalu The Power of Spiritual Beliefs bag.4, Merasakan Setrum Iman dan Keyakinan SILAHKAN BACA DISINI

The Power of Spiritual Beliefs Bag.5, Aktivasi Kun Fayakun BACA DISINI

The Power of Spiritual Beliefs 6, Manifest Miracle Cara Setting Keyakinan untuk Masa Depan Sukses BACA DISINI

Lanjut The Power of Spiritual Beliefs 7, Mencipta Masa Depan yang Penuh Keajaiban BACA DISINI

The Power of Spiritual Beliefs 8, Energi Sukses Sejati BACA DISINI

The Power of Spiritual Beliefs 9, Kisah Keyakinan Menembus Batas BACA DISINI

The Power of Spiritual Beliefs 10, Menyikapi Proses Perjalanan Sukses Sejati BACA DISINI

The Power of Spiritual Beliefs 11, Menyikapi Proses Waktu Menuju Sukses Sejati BACA DISINI

Semoga bermanfaat untuk saya dan untuk kita semua. Wallahu A'lam

Adhin BusroPengarang The Power of Spiritual Beliefs Rahasia Kunci Sukses. Mau memiliki panduan rahasianya? KLIK DISINI

Tinggal satu dua lagi sambungan artikel panjang the power of spiritual beliefs. Tinggal pembahasan penutup. Saran saya baca dari awal sampai akhir ya? Penting untuk cas keyakinan kita semua. Aamiin

Salam Untuk Keluarga
Adhin Busro






Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment