Jan 21, 2018

The Power of Spiritual Beliefs 11, Menyikapi Proses Waktu Menuju Sukses Sejati

Kali ini The Power of Spiritual Beliefs 11, Menyikapi Proses Waktu Menuju Sukses Sejati. Silahkan teman2 baca artikel sebelumnya The Power of Spiritual Beliefs 10, Menyikapi Proses Perjalanan Sukses Sejati DISINI.

Seringkali kita menganggap proses dan waktu yang melelahkan adalah bencana. Padahal proses dan waktu adalah media bagi transformasi diri.


Bayangkan saja apa jadinya kalau ulat tiba2 punya sayap dan bisa terbang? Maka sang ulat akan mati dalam terbang sebab kepanasan. Sebab struktur tubuhnya tidak bisa menahan panas meski sekejap. Harus ada prosesnya yakni pada saat ulat menjadi kempompong baru kemudian kupu-kupu.

Proses2 yang melelahkan namun hasil akhirnya membahagiakan. Sebab sang kupu2 indah bisa terbang kesana kemari memberikan keindahan pada alam.

Demikian pula proses2 perkembangan manusia menuju kesuksesan sejati. Mari simak penjelasan lengkapnya yang saya sadur dari ebook saya sendiri  berjudul The Power of Spiritual Beliefs. Untuk versi lengkap bisa anda CEK DISINI

-------------------------------------------------------

SUARA HATI FITRAH

"Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS Asy-Syuura 30)

Seperti dikatakan sebelumnya yang salah bukan amalan atau doa, tetapi salah kita didalam menerapkannya. Disinilah pentingnya melihat dari dalam, apa saja yang harus diperbaiki.

Mungkin doa yang dilantunkan kurang adanya kekhusukan yang berarti sehingga keyakinan yang didapatkan kurang. Atau mungkin kita hanya membaca kulitnya saja sementara substansinya tidak ada. Cobalah untuk instrospeksi diri dengan mengatakan "saya yang salah".

Dengan menganggap kesalahan ada pada diri kita maka kemudian menjadi lebih mudah untuk menemukan mana-mana yang harus diperbaiki. Setelah ketemu bagian yang memang harus diperbaiki maka kemudian ada harapan bahwa ke depan akan didapatkan kemudahan demi kemudahan.

Anyway, Proses menuju puncak impian memang melelahkan. Bagaimana pikiran dan perasaan dipaksa bekerja keras. Rasa takut gagal dan khawatir akan masa depan. Panasnya dahi seolah mampu membakar kayu. Pening sampai hang. Sobat tidak sendiri, semua juga begitu. 

Karena memang begitulah proses untuk menemukan jatidiri. Walau kadangkala kita menyerah kalah, tetapi hatimu tetap yakin bahwa bagi Tuhan tiada yang mustahil. Barangkali proses yang demikian memberatkan itu memberikan pemahaman bahwa kecerdasan manusia sangatlah terbatas, dan kecerdasan Tuhan tiada batas. 

Sehingga sampailah kepada perkataan tulus yang jarang diucapkan "Tuhan Yang Maha Pemurah, tolonglah kami"

Itulah suara hati fitrah manusia yang memang membutuhkan pertolongan Tuhan. Ada satu titik dimana kita benar-benar buntu dan akhirnya mengakui bahwa kita itu mahluk yang lemah. Karena seringkali ketika tidak ada masalah seakan-akan kita tidak membutuhkan Tuhan. 

Disinilah pentingnya melakukan muhasabah dan instrospeksi terutama ketika masalah itu tidak kunjung ada solusi. Ada hikmah yang dalam bahwa masalah adalah cara Tuhan untuk mengingatkan hamba_Nya.


RELATIFITAS DAN ILUSI WAKTU


Jika Anda dapat berhenti sejenak kemudian memikirkan tentang kehidupan Anda, Anda akan menyadari bahwa semua ingatan Anda walaupun mungkin terdiri atas beberapa dekade, akan berarti sebagai perbincangan beberapa menit saja. Apa yang pernah Anda pikir penting, atau yang benar-benar Anda kejar, atau yang coba Anda hindari, kini semuanya adalah bagian dari masa lalu. Apa pun yang mengingatkan kita pada pikiran-pikiran dan perasaan ini, itu hanyalah kenangan. (Harun Yahya)

Waktu adalah realtif, atau bahkan waktu sebenarnya ilusi. Pada saat terjadi Big Bang sampai saat anda membaca buku ini sudah terjadi selama milyaran tahun. Namun saat anda membaca tulisan ini waktu milyaran tahun tersebut hanya sepersekian detik saja. 

Jadi, bentangan periode waktu yang sangat panjang dari awal hingga akhir dunia, dalam dimensi lain hanya berlangsung sekejap. Ruang dan waktu hanyalah persepsi dan hitungan manusia dalam pikiran mereka.

Pemikiran Ronda Byrne pengarang buku the Secret perlu anda cermati, Jika anda mengerti konsep tidak ada waktu dan menerima konsep itu anda akan melihat bahwa apapun yang anda inginkan dimasa depan sudah ada saat ini. Jika sesuatu terjadi pada satu waktu yang sama, sama halnya dengan konsep ketidakadawaktuan anda. 

Berarti segala sesuatu yang anda inginkan sudah mewujud. Setiap penundan waktu yang anda alami disebabkan penundaan anda dalam menempatkan diri pada tempat dimana anda percaya, tahu dan merasa bahwa anda sudah memilikinya. Anda sendirilah yang harus menempatkan diri pada frekuensi itu, apa yang anda inginkan akan muncul. 

Sepertinya agak sulit memahami penjelasan yang satu ini. Saran saya baca beberapa kali sampai anda benar-benar paham, karena hal itu penting.

Tuhan melakukan segalanya dengan berkata "kun" maka tiba-tiba kita menyaksikannya dan "fayakun". Lihatlah segala macam tumbuhan, hewan dan manusia yang selalu tumbuh dan tumbuh dengan tanpa campur tangan manusia sama sekali. Semua ada masanya. 

Saat masih sebagai biji, kemudian tumbuh menjadi kecambah dan tunas baru yang menghijau sampai akhirnya menjadi pohon yang tinggi menjulang. Semua ada waktunya. Semua ada masanya. Jadi jangan sekali-kali meminta sesuatu bahkan memaksanya untuk menjadi seperti yang kita inginkan.

Semuanya sudah dirancang dengan sempurna oleh Sang Pencipta. Manusia hanya diminta memakmurkan bumi, sedangkan yang mengatur hukum-hukumnya hanyalah Tuhan Seluruh Alam, tanpa sekutu seorangpun. Tugas kita hanyalah menentukan niat-niat yang baik, nanti ia akan tumbuh dan tumbuh menjadi dewasa. 

Anda tidak akan bisa memaksakan ruang dan waktu menurut kehendak anda. Anda hanya menentukan niat dan mengupayakannya tumbuh subur, sebagaimana menanam pohon. Anda hanya diminta mencari benihnya, menanam ditempat yang baik kemudian merawatnya. Nanti benih tersebut akan tumbuh sesuai dengan ukuran. Anda tidak akan bisa memaksa sang benih tumbuh lebih cepat dari aturan Tuhan.

Anda hanya menyiapkan perasaan memiliki sesuatu saat ini sebagai sebuah keinginan/ doa dan sunnatullah akan bekerja, apapun itu. Ia akan tumbuh dan pasti tumbuh. Tugas anda merawatnya dengan baik, jangan sampai benih yang sudah ditanam tidak disiram dan diberikan pupuk. Kalau demikian benih tersebut bisa mati sebelum tumbuh besar.

Anda sudah paham sekarang. Niat baik anda sebenarnya sudah tumbuh saat ini. Doa-doa anda sudah ada bentuk fisiknya dalam ruang dan waktu yang pas. Maka rawatlah doa anda dan jangan memaksakan diri untuk segera menjadi seperti doa anda karena semua sudah didesign dengan sempurna oleh Sang Pencipta.

Jadi waktu itu sebenarnya realtif bahkan ilusi yang tidak mungkin bisa kita hapus. Anda pasti sampai tujuan sepanjang merawat doa tersebut. Jangan sampai ia layu dan mati karena anda tidak menyiram dan memupuknya.


DIMENSI WAKTU PERISTIWA ISRA' DAN MI'RAJ

Pernah membaca sejarah Isra' Mi'raj Nabi Muhammad saw? Sejarah yang sangat kontroversial pada saat itu menjelaskan tentang relatifitas waktu atau dalam bahasa saya ilusi waktu. Mengapa bisa demikian? Karena pada saat itu Nabi saw sudah melihat gambaran masa depan yang sudah terjadi. 

Melihat pada dimensi lain. Nabi saw melihat gambaran penghuni surga dan neraka dengan jelas. Orangnya jelas, ruang dan waktunya juga nyata.

Maka wajar saja kalau banyak manusia pada saat itu tidak percaya. Bagaimana mungkin masa depan sudah terjadi? Hanya dengan iman saja kejadian tersebut bisa dipercaya, khabar baiknya anda sudah merasakan keyakinan dengan iman pada saat ini. Jadi sesuatu yang supra rasional tidak berarti salah.

Venomena realitifitas waktu baru bisa sedikit dijelaskan ribuan tahun sesudahnya pada masa Albert Einstein dan sejawatnya. Ternyata waktu adalah relatif bisa memanjang dan memendek. Atau malah bisa hilang sama sekali alias ilusi.

Karena kita tidak mungkin bisa mengetahui dengan pasti tentang venomena ilusi waktu, maka langkah terbaik adalah mengusahakan masa depan yang lebih baik dengan melakukan perbaikan pada saat ini. Semua ada sebab ada akibat sebagaimana pada peristiwa isra' mi'raj. 

Salah satu contohnya, orang yang melalaikah sholat akan membentur-benturkan kepalanya sampai pecah pada dimensi lainnya yang nyata ruang dan waktunya. Supaya kita tidak mengalami hal seperti itu mulai saat ini laksanakan sholat pada waktunya. Inilah pelajaran yang bisa kita ambil.

Sobat, masa lalu sudah lewat. Pikiran dan tindakan anda di masa lalu yang terjadi saat ini sudah tidak ada gunanya. Yang penting saat ini, sekarang ini anda harus memikirkan dan memilih dengan benar. 

Jika hasil yang anda inginkan tidak sesuai bayangan anda mulailah bertanya kepada diri sendiri bukan menyalahkan kondisi di luar kendali anda. Ada yang salah dari diri anda yang harus anda perbaiki ke depannya. Jika anda tidak menyukai hasil anda, ubahlah reaksi anda.

Semua kejadian detail pada masa lalu menyiapkan takdir saat ini. Jadi semua respon anda terhadap kejadian masa lalu akan mengantarkan anda kepada keadaan saat ini. Sekarang anda mengerti bahwa anda adalah pencipta takdir anda. 

Maka langkah terbijak lupakanlah masa lalu. Jadikan masa lalu sebagai bahan instrospeksi dan evaluasi. Yang penting anda sudah memutuskan dengan benar sekarang ini untuk menciptakan takdir dimasa depan.



PROSES ITU KEPANTASAN

Setiap pohon berbuah membutuhkan waktu. Dari awal menanam benih sampai pohon tersebut mengeluarkan buahnya ada proses yang harus dijalani. Pohon apel berbuah dengan lebat jika dari perawatan dari awalnya baik. Demikian juga buah mangga. Pohon apel dan pohon mangga mempunyai waktu yang berbeda-beda didalam berbuah. Masing-masing ada prosesnya, ada ukurannya.

Demikian juga dengan buah tujuan yang hendak kita petik. Ada proses yang harus dijalani. Ada waktu yang pas untuk memetik tujuan tersebut. Yang penting kita sudah menanam benihnya. Maka rawatlah dengan ilmu. Tunggulah saat tepat ia berbuah dengan tawakal dan sabar. Yang pasti ia akan berbuah berdasarkan benih yang anda tanam. Tidaklah mungkin mangga berbuah apel dan sebaliknya.

Kita yang memutuskan untuk memilih benih tersebut. Maka pada hakikatnya kaya atau miskin, senang atau sedih, sukses atau gagal, bahagia atau sengsara itu semua adalah pilihan kita. Jadi jangan salahkan apapun sebagai biang keladi kegagalan, kesedihan dan kesengsaraan kita.

Yang salah adalah dia ketika kita berdiri didepan cermin. Kalau menginginkan hidup mulia maka lakukanlah dari sekarang hal-hal dan perbuatan yang bisa membuatmu mulia.

Tuhan Maha Tahu siapa-siapa yang pantas bahagia dan siapa yang sengsara. Barang siapa ditakdirkan untuk sukses dan berbahagia maka dimulai dari detik ini, sekarang ini ia akan memilih tindakan-tindakan yang mengarah kepada kebahagiaan. Sehingga ke depan ia menjadi pribadi yang pantas untuk meraih kemuliaan.

Untuk meraih doa yang engkau panjatkan kepada Tuhan, maka Dia akan menggiringmu ke dalam berbagai halangan, rintangan dan kesulitan agar engkau lebih bijaksana nantinya. Saat engkau bertekad untuk kesuksesan, maka Dia akan menggiringmu ke dalam kebangkrutan, kegagalan dan kerugian. Karena Dia ingin engkau jauh lebih banyak belajar dan memahami sebuah hikmah, sehingga nantinya engkau akan menghargai akan sebuah kesuksesan.

Dengan proses yang menyakitkan itu, sebenarnya Dia telah mengajarkanmu dengan Kasih Sayang_Nya untuk menjadi manusia yang tangguh, kuat dan tahu bagaimana bersikap sebagaimana orang sukses. Setiap doa akan dikabulkan sesuai dengan Kehendak dan Rencana_Nya, bukan sesuai dengan kehendak dan keinginan kita.


TRANSFORMER TRANSFORMATION

Seperti pembahasan-pembahasan sebelumnya dimana proses perjalanan menuju cita-cita pasti ada suka dan dukanya. Semua adalah jalan kepantasan. Satu lagi hikmah yang bisa dipetik, yakni proses perjalanan adalah media untuk transformasi diri.

Proses perubahan dan pertumbuhan kharakter dan mental menuju pribadi baru. Dari yang awalnya lemah menjadi kuat, tidak sabar menjadi sabar, putus asa menjadi tegar dan sebagainya.

Jika kita berdoa meminta kesabaran, maka diberikanlah orang atau situasi yang menjengkelkan sampai kita berkata "sabar". Jika kita berdoa meminta kekayaan maka diberikanlah kesulitan dan kegagalan sampai kepada kepantasan untuk diberikan_Nya lebih..Maka janganlah katakan "Tuhan tidak mendengar doa kami", itu artinya kita ragu. 

Bagaimana Tuhan akan mengabulkan doa dari hati yang ragu akan sifat dan Kebesaran_Nya?? Tuhan Maha Mendengar, maka jangan ragu. Tuhan Maha Kaya dan Mengayakan maka jangan ragu. Salah satu ujian dari keikhlasan ber Tuhan adalah dengan tidak meragukan sifat Tuhan. Itulah salah satu tanda kita beriman kepada_Nya.

Jadi meminta kesabaran, kekuatan, kekayaan dan lain sebagainya tidak akan langsung diberikan begitu saja. Tetapi mantapkanlah iman terlebih dahulu, berdoalah supaya iman itu kokoh dalam hatimu baru kemudian Tuhan akan berikan sarana untuk meraih keinginan tersebut. 

Baru kemudian akan dibukakan sebuah perwujudan atau kejadian untuk membuktikan kualitas iman. Tuhan memberikan ujian kesabaran berupa orang, situasi, dan berbagai kejadian secara terus menerus sehingga kesabaran itu bisa teraih. 

Kalau belum juga sabar namun iman masih ada dalam dada, maka ujian akan datang dan datang lagi sampai kepada kesabaran bisa dirasakan dengan jelas dalam dada. Demikian juga doa untuk kekuatan, jodoh, kekayaan dan lain sebagainya.

Jadi kesimpulannya proses perjalanan doa adalah media bagi transformasi diri menuju kharakter dan mental yang benar-benar baru sesuai apa yang diniatkan pada awalnya. Kita baru sadar ketika sudah sabar, sudah kaya, sudah kuat dan lain sebagainya ketika sudah merasakan hikmah daripada ujian kepantasan. 

Tak terasa kita benar-benar menjadi pribadi yang baru, yang tumbuh seiring dengan proses. Setelah itu barulah merasa "ngeh", "Oooh, ternyata inilah cara Tuhan untuk menghebatkanku, terimakasih Tuhan, Alhamdulillahirobbil 'aalamiin".


------------------------------------------------------------

NOTE

Artikel the power of spiritual beliefs ini ada banyak seri. Saya ambil cuplikannya dari ebook saya yang berjudul the Power of Spiritual Beliefs 300an halaman pdf arial 14 inch. Sila klik linknya dan miliki kompilasi ebooknya.

Sobat perlu sekali membaca bagian satu tentang The Power of Spiritual Beliefs, Membangkitkan Keyakinan Spiritual yang Digdaya SILAHKAN BACA DISINI

Kemudian lanjut ke pembahasa keajaiban Al Qur'an, The Power of Spiritual Beliefs, Keajaiban Ilmu Pengetahuan Al Qur'an Bag. 2 SILAHKAN BACA DISINI

Lalu The Power of Spiritual Beliefs, Keajaiban Ilmu Pengetahuan Al Qur'an Bag. 3 SILAHKAN BACA DISINI

Lalu The Power of Spiritual Beliefs bag.4, Merasakan Setrum Iman dan Keyakinan SILAHKAN BACA DISINI

The Power of Spiritual Beliefs Bag.5, Aktivasi Kun Fayakun BACA DISINI

The Power of Spiritual Beliefs 6, Manifest Miracle Cara Setting Keyakinan untuk Masa Depan Sukses BACA DISINI

Lanjut The Power of Spiritual Beliefs 7, Mencipta Masa Depan yang Penuh Keajaiban BACA DISINI

The Power of Spiritual Beliefs 8, Energi Sukses Sejati BACA DISINI

The Power of Spiritual Beliefs 9, Kisah Keyakinan Menembus Batas BACA DISINI

The Power of Spiritual Beliefs 10, Menyikapi Proses Perjalanan Sukses Sejati BACA DISINI
Semoga bermanfaat untuk saya dan untuk kita semua. Wallahu A'lam

Adhin BusroPengarang The Power of Spiritual Beliefs





Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment