Jan 21, 2018

The Power of Spiritual Beliefs 10, Menyikapi Proses Perjalanan Sukses Sejati

Sampai juga kita ke bagian 10 tentang pembahasan The Power of Spiritual Beliefs 10, Menyikapi Proses Perjalanan Sukses Sejati. Silahkan sebelumnya teman2 baca dulu bagian 9, Kisah Keyakinan Menembus Batas silahkan BACA DISINI


The Power of Spiritual Beliefs membahas tentang bagaimana mencari dan menyerap setrum keyakinan sejati dan hakiki. Keyakinan menembus batas ruang dan waktu. Keyakinan spiritual.

Pada prosesnya keyakinan spiritual ini dimanfaatkan untuk menghadapi dinamika kehidupan yang memiliki ujian beragam. Keyakinan spiritual ini dimaksudkan agar kita bisa menjalani hidup menuju ke arah kesuksesan sejati. Sukses dunia dan akherat.

Mari kita bahas The Power of Spiritual Beliefs 10, Menyikapi Proses Perjalanan Sukses Sejati, yakni bagaimana menyikapi naik turunnya keyakinan. Simak baik-baik (sumber disini)

------------------------------------------

IMAN/ KEYAKINAN ITU NAIK TURUN
”Iman itu kadang naik kadang turun maka perbaharuilah iman kalian dengan la ilaha illallah.” (HR Ibn Hibban)

Keyakinan itu dalam prosesnya bisa naik dan bisa juga turun. Saat ini saat anda membaca buku ini kemungkinan besar keyakinan anda tumbuh, demikian juga semangat anda. Namun seiring waktu berjalan sedikit demi sedikit mengalami penurunan. Terutama sekali setelah ada ujian dari keyakinan tersebut.

Hukumnya pasti, ketika ada keyakinan dalam dada anda akan diikuti dengan ujian. Tetapi semua ujian tersebut pasti sebanding dengan tingkat keyakinan. Orang yang keyakinannya rendah ujiannya juga ringan, demikian pula orang yang keyakinannya tinggi, ujiannya juga tinggi. Lalu bagaimana menyikapi ujian tersebut?

Yang pertama sadarilah bahwa keyakinan atau iman yang sudah berhasil anda raih adalah berkah dari Sang Pencipta. Sukuri itu sebagai bentuk anugrah. Iman adalah karunia tak terkira yang menjadi awal bagi kesuksesan dan kebahagiaan sejati.

Kedua, Pahami bahwa segala macam ujian kepantasan berasal dari Sang Pencipta. Hal ini dimaksudkan untuk membuktikan kebenaran iman kita. Semua adalah pembelajaran supaya kita lulus ujian dengan baik.

Ketiga, yakini bahwa segala macam bentuk ujian keimanan bertujuan agar supaya kita tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik. Segala macam bentuk ujian bertujuan menghebatkan kita.

Maka ketika ujian itu datang sebagai salah satu bentuk kelayakan dan kepantasan untuk menjadi pribadi mulia, bertahanlah dan tetap ber Tuhan.

Jangan menyerah tetapi hadapilah. Satu-satunya cara menghilangkan stress dan kekhawatiran dalam hidup adalah, HADAPI. Katakanlah, "Tuhan, kami tidak hendak berdoa agar Engkau menghilangkan beban berat ini, tetapi pikulkan beban itu dikedua bahuku dan kuatkanlah aku agar aku menjadi hamba_Mu yang tangguh... Amin"


HASIL TAK SESUAI HARAPAN, BAGAIMANA MENYIKAPINYA?


Niat juga sudah diputuskan dengan jelas demikian pula tindakan/ usaha sudah maksimal namun hasil yang diperoleh kadang kala tidak sesuai harapan. Hal ini merupakan salah satu penyebab turunnya semangat dan keyakinan. Turunnya keyakinan adalah sinyal akan adanya kegagalan.

Justru saat hasil tidak sesuai harapan seharusnya kita cek lagi tingkat keyakinan kita apakah signifikan atau tidak. Apakah cukup atau tidak. Kalau kemudian merasa hasil tidak sesuai harapan maka sudah jelas inilah indikasi dari rasa putus asa.

Inilah indikasi kurangnya keyakinan dalam dada. Mau tidak mau kita harus charge ulang keyakinan kita dengan banyak membaca, banyak muhasabah dan banyak-banyak ingat akan Sang Pencipta.

Kalau iman sudah kokoh maka apapun yang terjadi baik atau buruk tetap meyakini bahwa inilah yang terbaik. Kalau hasil belum sesuai harapan berarti hanya ada dua kemungkinan yakni ini hanya proses atau diganti dengan hal lain yang lebih baik. Inilah prinsip yang harus terpatri dalam dada.

Sebagai manusia yang bodoh dan lemah kita tidak akan tahu hikmah dari sebuah kejadian sebelum mengalami sendiri arti dari kejadian tersebut. Bisa jadi sekarang ini hasil belum sesuai harapan, namun jika kita tetap berbaik sangka maka akan ada harapan lain bahwa ke depan akan ada kejadian yang jauh lebih baik. Hasil yang lebih baik. Inilah keyakinan. Inilah keimanan yang harus tetap dijaga.

Alkisah, tahun 2011 Zul pernah mempunyai tiga bisnis yang berkibar. Tahun 2012 semua bisnisnya hancur dan menyisakan kerugian teramat besar. Tahun 2015 dalam seminar yang membedah buku best sellernya Zul berkata,"Kerugian usahaku membawa kepada gairah sejati, yakni menulis dan menginspirasi banyak orang, dan aku merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya. 

Kalau saya putus asa dan tidak berbaik sangka kepada Sang Pencipta, mungkin kegagalan itu tidak akan pernah membawaku kepada anda sekalian".

Segala sesuatu terjadi karena sebuah alasan. Meski kadang kita tak mengerti alasannya bahkan tidak menginginkannya, tapi dia selalu memberimu sebuah pelajaran. Pelajaran itu amat berharga yang bisa dipahami dan dirasakan oleh hamba yang ikhlas menerima kemudian berbaik sangka kepada Tuhan. Karena Dia mengetahui mana-mana yang terbaik untuk kita, sementara manusia adalah mahluk yang lemah dan tergesa-gesa.


BAGAIMANA KETIKA SEMUA SERBA SULIT?
"Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan." (QS Alam Nasyrah 5-6)

Sekedar mengulang tujuan hidup sejati manusia yang sudah default adalah menjadi pribadi yang bermanfaat untuk semesta alam dalam bingkai Ridho Ilahi. Di dalam proses menggapai tujuan hidup entah itu berupa kekayaan, kemakmuran, relasi, kesehatan dan lain sebagainya sebagai bagian dari tujuan hidup sejati seringkali ada halangan dan rintangan. 

Kesulitan demi kesulitan yang mau tidak mau akan hadir sebagai bagian tak terpisahkan dari tujuan tersebut.Hal ini wajar dan memang seharusnya begitu.

Tidak ada makan malam gratis. Artinya tidak ada kesuksesan tanpa perjuangan. Orang yang panjang angan-angan ialah mereka yang berharap sukses namun tidak mau berjuang dengan gigih. Sementara orang yang mempunyai keyakinan dalam iman adalah mereka yang mempunyai harapan dan akan selalu berjuang untuk membuat harapan tersebut menjadi nyata.

Ketahuilah bersama kesulitan ada kemudahan. Jadi ketika kesulitan datang sebenarnya ada kemudahan disebelahnya, cuma kita sering tidak melihatnya. Hal ini dikarenakan kita selalu fokus kepada kesulitan tersebut sehingga kemudahan yang juga datang tidak terlihat. Alihkan fokus anda kepada kemudahan yang datang bersama kesulitan, maka lama-kelamaan ia akan nampak jelas.

Kita bisa melihat petikan QS Alam Nasyrah diatas, dimana Allah swt menjanjikan atau memotivasi bahwa bersama satu kesulitan yang datang terdapat dua kemudahan yang menyertainya. Mulai sekarang ubah sudut pandang anda dengan kesulitan yang mendatangi. 

Berbahagialah dan gembiralah dengan kesulitan. Sambutlah kesulitan tersebut dengan suka cita karena ia membawa dua kemudahan bersamanya. Maka ketika kesulitan datang acuhkanlah dan katakanlah, "Selamat datang dua kemudahan".


KETIKA DOA TAK KUNJUNG TERKABUL

Saya sudah membuat sebuah blog yang dikunjungi oleh ribuan orang perhari. Blog saya adalah www.adhinbusro.com, silahkan dikunjungi. Kita bisa belajar bareng-bareng tentang hikmah hidup yang tidak akan kering untuk digali. Di blog saya terdapat ratusan atau bahkan ribuan pertanyaan dari pembaca yang sedang mengalami permasalahan dalam hidup. 

Dari berbagai pertanyaan tersebut saya mencoba membalas dan membahasnya sesuai dengan kemampuan dan pengetahuan kami. Salah satunya adalah pertanyaan mengapa doa-doa belum juga ijabah atau terkabul, seperti salah satu pertanyaan yang sudah saya edit berikut ini,

....Ass wrwb, Pak Adhin, saya sudah melaksanakan sholat dhuha, istighfar, dan saya sedang berusaha bersedekah 10% dari penghasilan. Sebelumnya saya hanya beramal 2.5% dari penghasilan. Akan tetapi sampai saat ini pertolongan belum datang juga, saya berpikir mungkin karena dosa saya begitu banyak maka Allah masih ingin menguji saya, atau mungkin cara-cara saya berdoa belum tepat. Mohon pencerahan dari Mas Adhin...

Niat sudah, doa sudah, amalan untuk charge keyakinan sudah namun merasa permintaannya belum dikabulkan. Apa yang salah? Jawabannya tidak ada yang salah. Namun sebelumnya ada sebuah jawaban silahkan kita renungkan bersama-sama.

Apakah kiat sudah berdoa dengan khusuk? Ucapkanlah doamu dengan berendah diri dan suara yang lembut agar hati tergetar. Ini bertujuan agar kekhusukan tersebut bisa membangkitkan keyakinan dalam hati. Relaks dan santai adalah pintu masuk pertama bagi kekhusukan (gelombang alfa), jadi kalau bisa jangan berdoa ketika hati sedang diliputi oleh emosi. Yang ada bukan keyakinan namun syetan lah yang akan masuk.

Kemudian harap dan cemas agar hati anda luluh kepada kekuasaan dan kecerdasan Tuhan dalam meminta. Mengapa? Karena seringkali kita lebih suka menyandarkan kepada kecerdasan diri yang terbatas. Harap, cemas dan khusuk yang disandarkan kepada_Nya, bukan kepada logika atau akal pikiran kita.

Yakin dikabulkan. Keyakinan ada di hati bukan dimulut. Mulut adalah pintu gerbang pertama menuju hati. Maka jadikanlah pintu gerbang tersebut terbuka dan pemahaman dari doa mampu merasuk ke dalam hati. Jadi percuma saja anda berdoa sampai mulut berbuih sementara hati lalai. 

Makanya berdoalah dengan bahagia karena bayangan pengkabulan terasa sangat jelas di hati. Masalah waktu, Tuhan lebih Mengetahuinya kapan waktu yang pas, layak dan pantas bagi kita untuk menerima.

Tidak tergesa-gesa. Inilah pentingnya memasrahkan segala proses kepada Ilmu_Nya. Sebelum anda pasrah maka doa belum terkabul. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, Tuhan Maha Tahu kapan saat terbaik bagi kita untuk menerima karunia_Nya. Jangan sampai sifat tergesa-gesa tersebut menjadikan doa kita lama terealisasi. Karena itu jelas sekali mengindikasikan keraguan yang nyata akan Kekuasaan Tuhan, Kemurahan_Nya.

Jadi, semua doa itu dikabulkan Allah swt, maka berdoalah dengan yakin seolah-olah hal itu sudah terkabul. Masalah proses yang melelahkan, menyakitkan dan membuat pusing sekali lagi ini hanya proses. Sudah biasa, sudah lazim dan memang lelah tersebut adalah sebuah hal yang harus ada sebagai syarat kepantasan.

Hanya dengan keyakinan yang mampu menggerakkan seluruh jiwa dan raga agar bergerak (Action) menuju penjelmaan takdir. Menuju pengkabulan doa. Bagaimana supaya bisa yakin? Jelas anda harus mengajak hati ketika melakukannya. 

Maksudnya kekhusukan, penghayatan dll harus benar-benar terasa dalam hati sebagai indikasi menjadi hamba yang lemah yang membutuhkan pertolongan. Dalam bahasa quantum, masuklah dalam gelombang alfa atau khusuk, karena hati hanya bisa berbicara ketika relaks, damai, santai dan bahagia. 

Ketika sudah alfa atau khusuk, maka kemudian akan timbul rasa pasrah, ikhlas dsb sebagai salah satu wujud pengaduan kepada Tuhan. Kalau sudah begitu maka segala niat-niat dan doa kita akan mudah terkabulkan dikarenakan hati sudah bersinggungan dengan frekuensi Tuhan (bahasa saya). Yakni iklhlas, pasrah dan tawakal.

Kalau anda berdoa namun masih saja belum khusuk yang diindikasikan dengan perasaan mengapa belum dikabulkan maka itu artinya hati anda masih dipenuhi dengan keragu-raguan. Maka seharusnya berbahagialah karena anda sudah berdoa kemudian menerapkan amalan membangkitkan keyakinan melalui sholat dhuha, tobat hajat, sedekah 10% dari penghasilan, dan kalau bisa jangan ada pertanyaan lagi. 

Maksudnya pertanyaan kapan ya? Mengapa belum ya? Kenapa ya?. Cukup berdoalah kemudian berbahagialah. Namun kadangkala kita banyak meminta melalui media amalan rezeki yang kita tidak tahu apa artinya, apa tujuannya. Menurut saya hal ini hanya membuang-buang waktu saja. 

Kalau anda rutin melakukan sholat rezeki misalnya, namun tidak tahu apa maksudnya, apa artinya dsb hal ini tidak akan membangkitkan keyakinan, keikhlasan dll yang signifikan. Padahal setrum keyakinan itu tadi yang menggerakkan diri menuju doa. Ia adalah bahan bakar bagi kendaraan untuk menuju tujuan.

Ijinkan kami menyimpulkan mengapa doa tidak kunjung dikabulkan. Ini sangat penting sekali untuk kita pahami. Jawabannya sederhana saja, yakni kita tidak benar-benar mengajak hati ketika melakukannya, sehingga tidak ada keyakinan yang cukup untuk menggerakkan jiwa dan raga menuju tujuan pengkabulan. 

Kalau keyakinan sudah signifikan maka permintaan apapun akan mudah dikabulkan. Masalah kapan, itu sudah tidak menjadi pertanyaan. Kalau memahami hal ini maka tahu-tahu sudah terkabul, tahu-tahu sudah menjadi nyata.

BERSAMBUNG KE BAG. 11 BACA DISINI

------------------------------------------------

NOTE

Artikel the power of spiritual beliefs ini ada banyak seri. Saya ambil cuplikannya dari ebook saya yang berjudul the Power of Spiritual Beliefs 300an halaman pdf arial 14 inch. Sila klik linknya dan miliki kompilasi ebooknya.

Sobat perlu sekali membaca bagian satu tentang The Power of Spiritual Beliefs, Membangkitkan Keyakinan Spiritual yang Digdaya SILAHKAN BACA DISINI

Kemudian lanjut ke pembahasa keajaiban Al Qur'an, The Power of Spiritual Beliefs, Keajaiban Ilmu Pengetahuan Al Qur'an Bag. 2 SILAHKAN BACA DISINI

Lalu The Power of Spiritual Beliefs, Keajaiban Ilmu Pengetahuan Al Qur'an Bag. 3 SILAHKAN BACA DISINI

Lalu The Power of Spiritual Beliefs bag.4, Merasakan Setrum Iman dan Keyakinan SILAHKAN BACA DISINI

The Power of Spiritual Beliefs Bag.5, Aktivasi Kun Fayakun BACA DISINI

The Power of Spiritual Beliefs 6, Manifest Miracle Cara Setting Keyakinan untuk Masa Depan Sukses BACA DISINI

Lanjut The Power of Spiritual Beliefs 7, Mencipta Masa Depan yang Penuh Keajaiban BACA DISINI

The Power of Spiritual Beliefs 8, Energi Sukses Sejati BACA DISINI
The Power of Spiritual Beliefs 9, Kisah Keyakinan Menembus Batas BACA DISINI

Semoga bermanfaat untuk saya dan untuk kita semua. Wallahu A'lam

Adhin Busro
Pengarang The Power of Spiritual Beliefs




Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment