Jan 18, 2018

Indonesia Masuk Nomor 4 Ekonomi Terparah di Dunia, Nomor 1 Sampai 3 Mengejutkan

Tulisan ini tentang ekonomi ummat, ekonomi berjamaah. Ekonomi kerakyatan, dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat. SEMPATKAN MEMBACA DEMI MASA DEPAN BANGSA

Copas dari grup WA (Sumber dari FB Ippho Santosa dan tim Khalifah)

---------------------------------------------

Saya sempat kaget ketika tahu bahwa ketimpangan ekonomi di Indonesia berada di posisi ke-4 terparah di dunia Baca sumbernya DISINI


Berikut urutannya 1 sampai 9
  1. Russia
  2. India
  3. Thailand
  4. INDONESIA
  5. Brazil
  6. China
  7. United States
  8. South Africa
  9. Mexico

Nomor satu sampai 3 mengejutkan sebab ternyata Russia, India dan Thailand demikian juga. Banyak aset2 yang dikuasai oleh konglomerat. (Red)

Bank Dunia memetakan adanya ketidakadilan dan ketimpangan ekonomi yang mencolok di Indonesia, di mana 1% elit menguasai 40% sampai 50% kekayaan nasional.

Menurut saya, ini bagai api dalam sekam. Mencekam. Karena bisa membara tiba-tiba lalu berakhir suram dan kelam.

Sebenarnya, keadaan mulai memburuk semenjak kita memasuki era reformasi, karena menurut Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI), lembaga yang dipimpin oleh Christianto Wibisono atau Oey Kian Kok, di tahun 1990-an masih 30% penduduk yang menguasai 70-an persen PDB.

Sementara itu, 0,2% elit dibiarkan menguasai 74% luas tanah di Indonesia. Termasuk perusahaan-perusahaan raksasa seperti Sinar Mas Group baca SUMBERNYA DISINI

Komnas HAM mendesak pemerintah mengambilalih sebagian besar tanah yang dikuasai sederet konglomerasi. Komnas HAM menyorot, bahkan ada satu perusahaan yang memiliki tanah 5 juta hektar.

"Pengalaman di Afrika Selatan, 5% penduduk kulit putih menguasai 50% tanah. Dan akhirnya negara itu bubar. Indonesia, inilah salah satu satu distribusi lahan paling ekstrim di dunia," ungkap Komnas HAM.

Kalau para konglomerat dibantu pemerintah sampai triliunan, yah silakan. Tapi hendaknya pedagang kecil dan UKM lebih dibantu. Benar-benar dibantu BACA SUMBERNYA DISINI

Menyikapi fakta yang suram dan kelam ini, menurut saya kita perlu mencetak lebih banyak lagi pengusaha yang pro rakyat (pro umat). Bukan apa-apa, ini demi mengurangi ketidakadilan dan ketimpangan ekonomi tadi. Diharapkan, awalnya terbuka lapangan kerja dan akhirnya terjadi distribusi kekayaan.

Kita tidak bisa sepenuhnya menyalahkan pemerintah. Masing-masing kita hendaknya berkontribusi. Pada akhirnya, jadilah pengusaha. Yang pro rakyat, tentunya. Mulai dari diri kita, mulai dari keluarga kita. Semoga dimampukan, aamiin.


Sumber : Ippho Santosa.

-------------------------------------------------------

Pemerataan kesejahteraan. Itu yang kita impikan. Distribusi kekayaan yang menjangkau semua lapisan masyarakat itu yang kita harapkan.

Jika ada perusahaan dalam negeri yang pro rakyat, berjuang mengangkat pedagang kecil dan UKM pasti kita dukung dengan segenap jiwa dan raga.

Kemudian Paytren hadir untuk rakyat Indonesia, lalu ramailah pro kontra. Menguliti kekurangan dari sana sini.

Padahal PayTren hadir untuk kesejahteraan anda dan keluarga. PayTren berjuang dan bertekad menjadi system distribusi kekayaan (ekonomi) bahkan sampai kepada anak cucu anda.

PayTren hadir dengan segala kekurangan nya sebagai penyeimbang kekuatan ekonomi kapitalis. Dengan cakar kecilnya bermimpi menang melawan Goliath.

PayTren tidak akan pernah berhasil dan sukses kecuali didukung oleh Rakyat. PayTren tidak akan menjadi apa-apa tanpa persatuan umat.

Oleh karena itu hentikan segala polemik, mari kita tenggelamkan Indonesia dengan gelombang ekonomi ummat. Ekonomi kerakyatan.

Innallaaha ma'ana

Salam
Eyang Adhin KPN

Gabung dengan program kami, Program Revolusi 44. KLIK DISINI

Klik baca dan pelajari

Share/ copas biar banyak kawan seperjuangan yang tercerahkan. Suwun



Artikel Terkait



1 comment:

  1. Ini sungguh bukan sebuah prestasi yg peru dibanggakan.

    ReplyDelete