Jan 27, 2018

80% Aset Indonesia Dikuasai Asing, Saatnya Bakar Semangat Perjuangan Ekonomi Kerakyatan

Mungkin saja saat ini kita santai-santai, sebab tidak merasa ada yang perlu dikuatirkan. Kerja berangkat pagi pulang petang, liburan, kumpul-kumpul dan lain sebagainya mengisi hari-hari kita. Betul?

Namun kalau berbicara iklim ekonomi bangsa secara global ternyata kondisinya begitu mengkhawatirkan. Yang mana kemudian merembet kepada iklim politik, media, sara dan lain sebagainya.

Coba buka wawasan, baca buku, baca berita ekonomi, politik dan lain sebagainya. Fakta mengatakan bahwa Indonesia dalam keadaan darurat ekonomi.

Bayangkan saja ASING mempunyai kepemilikin diatas 80% aset ekonomi bangsa sisanya dibagi-bagi kepada pribumi. Sebentar lagi mungkin saja kita akan ngontrak di negeri sendiri. Ngeri..


Mungkin referensi ini berguna

Sumber kompasiana. https://www.kompasiana.com/paltihutabarat/bahaya-80-aset-negara-sudah-dikuasai-asing_552fe6156ea834815d8b45a6

Sumber berita satu => http://sp.beritasatu.com/home/indonesia-telah-digadaikan-80-persen-aset-negara-dikuasai-asing/44705

Sumber republika => http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/17/07/05/osm2k5-syafii-maarif-asing-kuasai-80-persen-tanah-indonesia 

Sumber independesi => https://independensi.com/2017/07/05/benarkah-80-persen-tanah-indonesia-dikuasai-asing/

Celakanya berkaca pada sejarah dan atau kejadian diluar sana bahwa pendudukan ekonomi terhadap sebuah bangsa hanyalah awal sebelum bencana-bencana lainnya. Penjajahan atas nama ekonomi hanyalah awal sebelum penjajahan bidang lainnya.

-----------------------------------------------------

Kalau jaman penjajahan dahulu kala, jiwa dan semangat perjuangan akan naik sampai ubun-ubun tatkala memegang pedang atau bambu runcing. Nasionalisme atas nama Ummat dan NKRI mengalir tak terbendung.

Sekarang jamannya sudah beda. Mana mungkin kita memegang bambu runcing?

Sebab penjajahan jaman sekarang atas nama company atau perusahaan raksasa. Trilyunan dollar digelontorkan Asing demi penetrasi pasar di Indonesia.

Oleh sebab itu mau tidak mau Company harus dilawan dengan Company. Perusahaan dilawan dengan perusahaan.

Soo.. saya minta tolong kepada teman-teman, khususnya yang punya uang ribuan trilyun, ayuk berjuang menyelamatkan bangsa dari penjajahan ekonomi ini. Inilah jihad anda pengantar jalan ke surga Insya Allah

------------------------------------------------------

"Jangankan ribuan trilyun bro, buat makan aja empot-empotan"

Nah itulah efek kerikil dari system Kapitalisme. Kita hanya dijadikan sapi perah system. Kita habiskan waktu dan tenaga kita demi system dengan imbalan yang tidak seberapa.

Oleh karenanya sadarlah...

Paling tidak menyadari terlebih dahulu untuk kemudian INSTALL software cinta tanah air. Install kembali software nasionalisme yang dahulu pada jaman penjajahan sembat MEMBARA.

Relakah anda 80% lebih aset bangsa dikuasai asing? Relakah melihat anak cucu anda ngontrak di negeri sendiri? Atau relakah melihat anak cucu anda nantinya diperas, diperah sampai kering kerontang tak berdaya?

Yuk sekali lagi TIUP kembali bara perjuangan para pahlawan yang saat ini hampir padam. Tiup dan tanamkan dalam jiwa anak-anak bangsa.


Bakar semangat nasionalisme dalam dadamu.. BAKAR BUNG....

-----------------------------------------------------

EKONOMI UMMAT

Kita tidak punya uang TRILYUNAN yang bisa kita manfaatkan sebagai penyeimbang Kapitalis dan Asing. Orang buat makan aja susah.. Hehe

Duit kita gak gede, tapi gaya dan gengsinya segede bagong. Mungkin efek sinetron :)

Oleh karena itu SOLUSINYA adalah berjuang bareng-bareng. Uang 1 juta kalau dikumpulkan oleh 100 orang jadi 100 juta. Kalau dikumpulkan oleh 100.000 orang jadi 100 trilyun. Bagaimana kalau dikumpulkan oleh 100 juta rakyat Indonesia?

Insya Allah kita juga bisa bericara banyak secara ekonomi global. Kita bisa bersaing dan atau bersinergy dengan kekuatan ekonomi raksasa. Kalaupun pahit-pahitnya harus melawan kekuatan ekonomi asing, kita punya kekuatan untuk mengusirnya dari bumi pertiwi.

USIR saja pendudukan asing yang tidak memihak..

Syarat dan kuncinya cuma 1, bersatu dalam system Ekonomi Ummat atau Ekonomi Berjamaah. Atau disebut juga dengan Ekonomi Kerakyatan.

-------------------------------------------------------------

MENANAM BIBIT

Sekarang mulai bermunculan sosok-sosok yang membuat system ekonomi berjamaah, oleh karena itu mari kita dukung. Ada Koperasi 212, 212 Mart, Belanjaqu ada juga PayTren Ustadz Yusuf Mansur.

Silahkan bergabung dan berjuang mengedukasi orang lain untuk menghidupkan kembali ekonomi ummat. Bergabung dimana saja tidak ada masalah yang penting systemnya mengacu pada system ekonomi kerakyatan.

Atau paling tidak ikut koperasi di kampung atau didesa anda sebagai bagian dari belajar. Kalau belum mampu juga mulailah membuat ide bagaimana bisa memberdayakan ekonomi skala RT.

Kalau masih belum mampu DOA aja deh.. Doain supaya perjuangan kawan-kawan diluar sana bisa berhasil. Doain agar kita semua bisa berdikari di bumi pertiwi.

LANGKAH AWAL ADALAH BAKAR SEMANGATMU. BAKAR NASIONALISME DALAM DADAMU.

Inilah perjuangan disisa umurmu, inilah jihadmu sebagai pengantar jalan ke surga. Wallaahu A'lam

Salam
Adhin Busro AlHafiz
Kampung PayTren Nusantara
WA: 0882-1200-1728
Join with us => http://bit.ly/2nlLiZe

Setuju dengan pemikiran saya? Kalau setuju kasih cendol dan share :)


Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment