Dec 6, 2017

Tidak akan Ada yang Bisa Mempersatukan Umat Manusia, Kecuali....

Saya jarang nonton ILC atau Indonesia Lawyers Club yang dibawakan oleh Karni Ilyas di stasiun TV One. Bahkan jarang pake banget. Kebetulan waktu buka2 Facebook banyak video tentang ILC dengan tema perlukah reuni 212.

Reuni 212 adalah reuninya para mujahid 212 yang pada 2016 baik langsung atau tidak langsung sukses menumbangkan Pak Ahok. Pada 2 Desember 2017 diselenggarakan show reuni 212.

Ini ada satu video yang mungkin bisa antum tonton. Sebab ada seri 1-7, kalau ada waktu silahkan tonton sampai habis



Dalam ILC tersebut banyak perdebatan disebabkan perbedaan pendapat. Ada banyak sekali pendapat yang beragam hasil dari sudut pandang pemikiran yang berbeda-beda. Semua menggunakan argumentasi-argumentasi yang menurut mereka paling bagus.

Apakah saya akan membahas tentang perlukan reuni 212 juga?

Nggak.. Saya hanya ingin menulis tentang "apakah yang bisa menyatukan manusia". Sebab indah hidup ini kalau semua manusia bisa menyatu dalam satu tujuan yang mulia.

Related image

Kalau bicara perdebatan tentu ada dimana-mana. Bahkan dari sekian milyard penduduk bumi terdapat sekian milyard pendapat dan pemikiran. Tidak ada satupun orang yang memiliki pemikiran sama persis. Pasti disatu titik akan ada perbedaan.

Saya sama orang tua meski darah saya adalah darah mereka dalam satu hal tertentu juga nggak cocok. Demikian pula saya dan saudara atau dengan keluarga yang lainnya.

Itulah manusia.. Punya pikiran sendiri-sendiri, punya akal sendiri, punya nafsu sendiri yang tidak akan ada satupun yang sama persis.

Lalu kekuatan apakah yang bisa MENUNDUKKAN semua kepentingan manusia menuju satu tujuan?

Apakah aturan keluarga? Apakah undang-undang negara? Apakah hukum pemerintah? Apakah visi organisasi? Apakah hukum Tuhan?

Jawabannya nggak akan ada...

Tidak akan ada satupun kekuatan yang bisa membuat manusia menuju 1 tujuan. Bahkan hukum Tuhan sekalipun.

Kalau dalam Islam ada hukum Islam. Ada Al Qur'an yang mana Didalamnya ada perintah dan larangan. Apakah kemudian ketika ada perintah semua manusia akan mengikuti? Atau ketika ada larangan dari Tuhan lalu seluruh manusia akan mendengarkan?

Tidak..

Mau ikut silahkan, mau ingkar juga silahkan. Mau tunduk kepada perintah Tuhan YME maka ketundukan itu untuk diri kita sendiri. Mau ingkar maka keingkaran juga untuk diri kita sendiri.

Bebas.. Manusia bebas memilih dimana segala pilihan ada tanggung jawabnya, ada resikonya, ada pula rewardnya.

Artinya apa?

Artinya perdebatan akan selalu ada dari dulu, sekarang, yang akan datang dan sampai kiamat.

Setelah kiamatlah (konon katanya) manusia baru mau tunduk menuju satu tujuan. Yakni ketika ada pengadilan Tuhan Yang Maha Besar.

Saat itu semua manusia TUNDUK tidak ada yang berani menyela apalagi membantah. Tuhan pada saat itu punya Kuasa MUTLAK.

Semua manusia takut mendongak, apalagi bicara. Semua manusia berharap keselamatan pada saat pengadilan. Tidak ada satupun yang bisa lari.

Suka tidak suka saya, kamu, anda dan kita semua akan diadili..

Dan yang paling ketakutan adalah dia yang suka berdebat waktu didunia dengan memutar lidah. Berdebat untuk menimbulkan kemudharatan sesama, dan untuk menimbulkan kerusakan.

Celakalah orang munafik, yang berbicara dengan mulutnya yang manis namun hatinya busuk. Celakalah orang-orang munafik..

Semoga kita semua terselamatkan dari bahaya lidah.. Aamiin

Wallahu A'lam

Salam
Adhin Busro

NB: Mau belajar rahasia rasa sejati? Mau belajar hikmah rahasia kehidupan? Baca ini

NB: Mau belajar pola-pola kehidupan berdasarkan pengalaman pribadi kami? Mau belajar menelan kepahitan demi kesuksesan sejati? Kalau mau segera milikilah ebook 9 Wasiat Adhin Busro yang ada dalam Bundle Rahasia Kunci Sukses. Segera DAPATKAN DISINI



Ratusan ebook dan makalah kesuksesan terkumpul dalam sebuah bundle Rahasia Kunci Sukses. Proven base true story. Baca sales letternya disini



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment