Dec 11, 2017

Takdir Hidup Tanggung Jawab Manusia Sendiri, Jangan Salahkan Tuhan

Ada Qodo dan ada takdir. Qodo adalah suratan yang belum terjadi dan bisa dirubah oleh amal manusia. Sementara takdir adalah segala sesuatu yang sudah terjadi. Tidak bisa dirubah lagi. Namun celakanya ada banyak kesalahan pemahaman tentang Qodo dan Takdir.

Kalau sudah terjadi ya sudah terjadi. Semua sudah suratan takdir. Masalahnya adalah kitalah yang mempersiapkan takdir itu terjadi. Mudeng?

Sebelumnya saya sampaikan artikel ini adalah bagian dari serial berikutnya yang membahas tema DOA dan Alam Bawah Sadar. Kalau mau membaca secara berurutan silahkan mulai dari awal dalam ARTIKEL DISINI

Saya sampaikan juga bawa tulisan saya ini dari seri 1 sampai terakhir nantinya adalah versi saya sendiri. Semua adalah pemikiran saya sendiri yang berlatar belakang dari pengalaman, pembelajaran, perenungan dll.

Image result for takdir

Sobat pernah dengar gini?

"Kalau sudah rezeki nggak akan kemana"
"Jodoh sudah ada yang ngatur"
"Mungkin belum rezekinya"
"Yang sabar saja, blum rezeki dan belum saatnya"

Saya yakin sering mendengar statement diatas. Betul dan bagus sekali sebab meyakini bahwa semua terjadi atas ijin Allah swt. Bagus banget asal pemahaman tentang hal ini bener.

Namun kalau ditelusuri lebih dalam lagi ternyata tidak sedemikian.

Saya kalau dengar kata2 diatas kok makin lama rasanya makin jengah. Makin males dengernya. Seakan-akan ada energi putus asa lalu melampiaskan ketidak berdayaannya kepada Tuhan.

Atau seperti menghibur diri atas ketidak mampuannya/ kelemahannya dan ketidak becusannya. Betul nggak sih?

Baiklah sebelum ceritanya panjang kali lebar saya mau kasih analogi..

Tahu software antivirus? Software ini joss banget kalau ditujukan untuk membasmi virus komputer. Pertanyaannya adalah bisakah software antivirus digunakan untuk desain grafis? Jawabannya tidak bisa.

Hikmah: Manusia adalah manusia dengan softwarenya sendiri. Dia hanya bisa jadi manusia dan tidak mungkin jadi sosok malaikat. Manusia yang punya kebebasan namun terbatas.

Analogi 2. Bayangkan anak anda punya ikan dalam aquarium kecil. Ikan itu berenang kesana-kemari dengan senang dan ceria. Pertanyaannya adalah apakah ikan itu bisa terbang menuju lautan lepas? Jawabannya tidak bisa.

Hikmah: Manusia adalah mahluk bebas. Ingat ya? Mahluk yang diberikan bebas, namun kebebasannya terbatas.

Analogi 3. Bayangkan komunitas ikan yang ada dilautan berenang kesana kemari dengan riang. Padahal mereka tahu esok hari adalah masanya ikan paus migrasi dimana melewati daerah tempat ikan kecil berkumpul. Namun sayang komunitas ikan itu mengabaikannya. Pertanyaannya apakah esok ikan2 kecil selamat? Jawabannya kemungkinan besar tidak selamat. Sebab ada sekumpulan ikan paus lapar yangs sedang migrasi. 

Hikmah: Ada hari esok ada masa depan. Ada manusia yang mengabaikannya ada yang melakukan persiapan. Pertanyaannya adalah siapa yang kemungkinannya lebih sukses dan siapa yang binasa? Jawabannya kita semua tahu.

Sobat...

Percayalah apa yang ada pada dirimu saat ini, apakah kaya atau miskin, apakah susah atau senang adalah tanggung jawabmu. Apakah kamu sukses atau gagal, apakah bahagia atau sedih semua ada dalam tanggung jawabmu.

Jangan ngeles... Jangan beralasan karena jelek, atau bodoh, atau tidak sekolah atau apapun. Jika hidup sekarang ini tidak sesuai dengan bayangan dan impian anda dimasa lalu maka itu semua salahmu.

Sebab kita semua diberikan kebebasan untuk mempersiapkan semuanya. Kita bebas untuk melakukan apapun demi menghadapi masa depan.

Jangan sampai anda menyalahkan Tuhan. Atau menghibur diri dengan mengatakan "semua sudah diatur. Belum rezekinya" dll. Sebab semua ada dalam pilihanmu.

Sebab manusia bebas menentukan nasibnya sendiri. Tuhan tidak hendak menzalimi sdikitpun hamba-hamba_Nya namun kitalah yang salah dan menzalimi diri sendiri.

Baca beberapa ayat berikut ini yang saya ambil sumbernya dari AlQUranAlhadi

(Azab) yang demikian itu adalah disebabkan perbuatan tanganmu sendiri, dan bahwasanya Allah sekali-kali tidak menganiaya hamba-hamba-Nya. (QS Ali Imran: 182)

Sesungguhnya Allah tidak berbuat zalim kepada manusia sedikitpun, akan tetapi manusia itulah yang berbuat zalim kepada diri mereka sendiri. (QS Yunus: 10)

Wallahu A'lam

Bersambung disini. baca ya?

Salam
Adhin Busro Alhafiz

NB: Mau belajar pola-pola kehidupan berdasarkan pengalaman pribadi kami? Mau belajar menelan kepahitan demi kesuksesan sejati? Kalau mau segera milikilah ebook 9 Wasiat Adhin Busro yang ada dalam Bundle Rahasia Kunci Sukses. Segera DAPATKAN DISINI



Ratusan ebook dan makalah kesuksesan terkumpul dalam sebuah bundle Rahasia Kunci Sukses. Proven base true story. Baca sales letternya disini



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment