Dec 11, 2017

Jangan Salahkan Tuhan, Salahkan Diri Anda Sendiri

Mulai sekarang janganlah sampai menyalahkan Tuhan atas keburukan hidup kita. Semua salah kita. Allah tidak hendak menzalimi kita semua namun kitalah yang bodoh dan menzalimi diri sendiri. Kalau hidup kita buruk salah siapa? Salah kita.

Baca beberapa ayat berikut ini yang saya ambil sumbernya dari AlQUranAlhadi

Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah, dan jika ada kebajikan sebesar zarrah, niscaya Allah akan melipat gandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar. (QS An Nisa': 40)

(Akan dikatakan kepadanya): "Yang demikian itu, adalah disebabkan perbuatan yang dikerjakan oleh kedua tangan kamu dahulu dan sesungguhnya Allah sekali-kali bukanlah penganiaya hamba-hamba-Nya". (QS Al Haj: 10)

Barangsiapa yang mengerjakan amal yang saleh maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat, maka (dosanya) untuk dirinya sendiri; dan sekali-kali tidaklah Rabb-mu menganiaya hamba-hamba-Nya. (QS Fussilat: 46)

Keputusan di sisi-Ku tidak dapat diubah dan Aku sekali-kali tidak menganiaya hamba-hamba-Ku (QS Qaf: 29)

(Azab) yang demikian itu adalah disebabkan perbuatan tanganmu sendiri, dan bahwasanya Allah sekali-kali tidak menganiaya hamba-hamba-Nya. (QS Ali Imran: 182)

Sesungguhnya Allah tidak berbuat zalim kepada manusia sedikitpun, akan tetapi manusia itulah yang berbuat zalim kepada diri mereka sendiri. (QS Yunus: 10)

-------------------------------

Anyway

Kita sudah diberikan kebebasan, meski kebebasan terbatas. Sebab tidaklah mungkin kita bergi ke 2 tempat sekaligus. Atau mustahil kita keluar dari bumi menuju matahari atau menuju galaksi andromenda.

Kita semua ada dibumi dan dibumi inilah diberlakukan sunnatullah. Sunnatullah dalam bentuk aturan-aturan baik tertulis atau tidak tertulis. Aturan tertulis misalnya dalam kitab suci

Aturan tidak tertulis misalnya ada dalam hukum alam..

Allah Maha Tahu... Dari tiadanya alam semesta menjadi ada sampai tiada, sampai abadi. Itu Ilmu Tuhan yang seyogyanya tidak relevan kita tanyakan. Sebab kitalah yang ditanya.

Kitalah yang ditanya, mengapa tidak memaksimalkan potensi sehingga hidup kita susah? Kenapa tidak membaca sehingga hidup kita bisa terarah?

Kenapa malah menyalahkan alam dan Tuhan?

Bayangkanlah sebuah program komputer. Anda bebas mengetik apapun dimana setelah mengetik/ menyentuh tombol tertentu akan ada konsekwensi?

Lihatlah program komputer yang memakai algoritma sebab akibat begitu rumit. Manusia awam dijamin tidak akan paham kronologis porgram komputer atau software, APALAGI PROGRAM MANUSIA?

Kalau komputer begitu rumit apalagi
  • Hukum alam sunnatullah
  • Hukum sebab akibat
  • Qada dan takdir?

Ketiganya pasti amat sangat rumit namun sempurna. Semua ada hukum sebab akibat yang sempurna. Allah lah pencipta hukum tersebut dan pasti tahu sedetail-detailnya. Tinggal masalahnya adalah apakah kita sudah mempersiapkan sebab sehingga harapannya berakibat lebih baik?

Kita tidak tahu, tetapi Allah tahu. Oleh sebab itu DOA fungsinya adalah meminta diberikan petunjuk supaya kita memilih dengan benar sehingga memberikan AKIBAT yang benar pula sebagai mata rantai yang terus menerus.

DOA berfungsi supaya kita digerakkan dengan gerak yang benar. SUpaya diberikan keyakinan sebagai battery yang menggerakkan dengan daya yang digdaya.

Fahimtum?

Kesimpulan:

Dunia adalah wadah bagi manusia untuk ujian. Wadah untuk membuktikan siapa2 saja yang memaksimalkan potensi diri dan siapa2 yang malas. Panggung ini bernama dunia. Panggung kecil sekecil kerikil ditengah alam semesta.

Oleh karena itu maksimalkan potensi diri. Berjuanglah dengan keras. Berikan kemampuan terbaikmu. Ketika sudah mempersembahkan yang terbaik namun hasilnya belum maksimal barulah kemudian mengatakan, "Tuhan inilah persembahan terbaikku hari ini. Ampunilah sebab hanya ini yang bisa kami berikan. Mohon kuatkan kami agar esok hari bisa mempersembahkan yang lebih baik lagi. Aamiin"

Wallahu A'lam

Besambung. Baca sambungannya DISINI

Salam
Adhin Busro Alhafiz


NB: Mau belajar pola-pola kehidupan berdasarkan pengalaman pribadi kami? Mau belajar menelan kepahitan demi kesuksesan sejati? Kalau mau segera milikilah ebook 9 Wasiat Adhin Busro yang ada dalam Bundle Rahasia Kunci Sukses. Segera DAPATKAN DISINI



Ratusan ebook dan makalah kesuksesan terkumpul dalam sebuah bundle Rahasia Kunci Sukses. Proven base true story. Baca sales letternya disini




Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment