Nov 27, 2017

Paytren Halal atau Haram? Ini dia Jawabannya

PayTren Ustadz Yusuf Mansur sedang gegap gempita. Lagi ramai, ada pro dan kotra. Salah satunya tentang hukum PayTren, halal atau haram? Nah artikel dibawah ini siapa tahu bermanfaat baik untuk PayTreners maupun calon PayTreners. Cek it dot


Saya mau mengutip pendapat Ustadz Abdul Somad Lc MA. Alasannya beliau adalah ustadz Fiqih yang sedang populer saat ini.

Pada sesi tanya jawab tentang mas'alah sholat biasanya Ustadz Abdul Somad Lc MA sering mendapatkan pertanyaan tentang posisi jari pada saat Tasyahud. Maka Ustadz yang lagi populer asal Riau ini memberikan jawaban

💥. Mazhab Syafii: Mengangkat telunjuk sekali pada saat lafadz "Asyhadu an Laailaaha Illallah"
💥. Mazhab Hanafi: Angkat sekali turun sekali
💥. Mazhab Hambali: Mengangkat telunjuk tangan pada saat bertemu lafadz "Allah"
💥. Mazhab Maliki: Telunjuk tangan bergerak dari awal sampai akhir

"Kalau Ustadz Pakai yang mana?"

Ustadz Abdul Somad memakai Mazhab Syafii dan tidak pernah menyalahkan kawan-kawan yang memakai Mazhab lainnya. Sebab semua adalah Ahli Sunnah Wal Jamaah

"Yang salah yang mana?"

Yang salah yang tidak sholat.. :)

Di kesempatan yang Ustadz Abdul Somad LC MA ketika ditanya oleh jamaah tentang hukum Rokok maka dijawab sama beliau:

💥. Menurut Muhammadiyah Haram
💥. Menurut MUI Haram bagi ibu hamil, Ibu Menyusui, orang tua dan anak-anak. Adapun bagi orang sehat Makruh.
💥. Menurut Mufti Mesir Haram

Tambahan: Menurut NU Makruh

Bagi yang berpendapat haram maka rokok seperti makan babi. Bagi yang berpendapat Makruh maka rokok seperti makan jengkol. Begitu apa yang disampaikan oleh Ustadz Abdul Somad LC MA.

----------------------------------

"Yang salah yang mana?"

Yang salah adalah debat kusir, menerakakan, mengkafirkan sampai bacok-bacokan gara-gara masalah maulid, tahlil atau Rokok :).

Jangankan bersatu biar kuat, ngelirik aja nggak gara-gara perbedaan hukum Istbal (cingkrang dan nggak cingkrang) misalnya. Harusnya apapun pendapatnya PERSATUAN UMAT posisinya berada diatas ikhtilaf.

"Berarti ada Ikhtilaf atau perbedaan tentang halal dan haram ya? Padahal khan yang halal itu jelas, yang haram juga jelas?"

Faktanya banyak ikhtilaf atau perbedaan baik diurusan muammalah atau ibadah. Bahkan Bank Syariah menurut beberapa ulama tetap haram.

"Lalu apa yang haram itu jelas?"

Bangkai, darah, daging babi, hewan yang disembelih dengan tidak menyebut nama Allah. Itu jelas haramnya dan tidak ada ikhtilaf.

------------------------------------------------------------

Pada sebuah pengajian Ustadz Abdul Somad Lc MA ditanya oleh jamaah di sesi pertanyaan,

Pertanyaan: "Bagaimana hukum PayTren, baru-baru ini dapat label HALAL dari MUI"

Jawaban: Kalau MUI sudah mengeluarkan, selesai lah.. MUI ada komisi FATWA. Komisi fatwa mengeluarkan, pakailah fatwa MUI. (Ustadz Abdul Somad Lc MA)


Videonya ada disini => https://youtu.be/o3G0_IN6Xak

-------------------------------------------------

BAGAIMANA DENGAN PAYTREN?

Sebelum membahasnya perlu diingat kaidah Fiqh bahwa, hukum transaksi dan muamalat hukumnya halal, kecuali ada dalil yang mengharamkannya. Sila bisa download disini https://www.slideshare.net/…/fatwa-dewan-syariah-nasional-m…

"Lalu bagaimana hukum PayTren?"

💥. Menurut MUI Halal. Sebab sudah mendapatkan sertifikasi Syariah DSN MUI
💥. Menurut Prof. Dr. Syafii Antonio pakar Ekonomi Syariah dan Menurut DR Irfan Syauki Beik Dewan Syariah Nasional, Boleh. Mengapa demikian? Sebab selain pakar ekonomi syariah beliau adalah Komisaris PT. Treni.
💥. Menurut Dr. Erwandi, Haram

Jadi kerangka berpikir kita yang sederhana saja, tidak perlu terlalu rumit. Yang memilih hukum PayTren haram jangan pakai aplikasinya. Yang memilih paytren halal atau boleh silahkan kalau berkenan pakai aplikasinya.

Mau pilih yang mana silahkan saja, itu hak pribadi masing-masing. Yang penting camkan bahwa PERSATUAN UMAT posisinya tetap diatas ikhtilaf.

Wallahu A'lam

Salam 4 Jari
Salam Jutawan
=> KLIK www.salam4jari.com

#salam4jari
#salamjutawan
#kampungpaytren
#paytrenhalal
#adhinbusro
#ekonomiumat
#paytren


Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment