Nov 20, 2017

Melewati Titik Kulminasi, Titik Awal Keajaiban, Kekayaan dan Kesuksesan Sejati

Bagaimana bisa merasakan keajaiban? Bagaimana supaya bisa merasakan kesuksesan? Bagaimana supaya hutang bisa lunas? Bagimana supaya hidup berubah jadi kaya?. Inilah pertanyaan klasik dari dahulu hingga sekarang.


Caranya adalah kita harus bisa Melewati Titik Kulminasi sebagai Titik Awal Keajaiban

Artikel ini sebenarnya adalah lanjutan dari artikel sebelumnya tentang intan dan arang yang bisa anda baca disini. Silahkan dibaca terlebih dahulu

Intan dan Arang itu sama. Sama bahan pembentuknya yakni Karbon. Keduanya sama yang membedakan adalah PENEMPAAN.

Intan dihasilkan dari penempaan yang luar biasa. Suhu dan panas yang luar biasa. Sementara arang dihasilkan dari penempaan yang biasa saja.

Intan itu dipanaskan terlebih dahulu. Makin lama apinya makin panas. Setelah itu ditempa dan dipukul. Makin lama pukulannya makin keras sampai menghasilkan INTAN.

Dari sekian banyak proses-proses penempaan ada yang namanya TITIK KULMINASI. Itu bahasa saya..

Titik kulminasi adalah titik puncak. Panasnya puncak, pukulannya demikian juga.

Kalau kita terapkan dikehidupan manusia maka ada yang namanya titik kulminasi. Atau titik nadzir. Yakni saat ujian hidup ada pada kondisi tersulit, terpahit.

Mau anda melakukan apapun, tetap saja akan ada titik kulminasi sebagai ujian akhir sebelum kelulusan. Sebelum titik awal keajaiban datang. Sebelum kesuksesan dan kekayaan sejati dialami dan dirasakan.

Syaratnya adalah BERTAHAN dan BERTUHAN. Atau bahasa lainnya, tetap menerima panas dan keras ujian hidup tanpa lari. Tanpa mengeluh.

Kalau kita lari, maka tetap saja hasil akhir bukan intan.

Contohnya seperti ini

Ketika anda berhijrah dari pekerjaan lama kepada pekerjaan baru dengan niat Lillaahi Ta'ala. Lalu kemudian bisnis anda ternyata bangkrut. Tidak behenti disitu, sebab menyisakan hutang menumpuk.

Ditambah seiring proses keluarga mulai retak. Mulai ada ancaman dari sana sini. Dan semua pukulan kehidupan hadir dalam hidup anda.

Lalu bagaimana pilihan dan keputusan orang-orang yang mengalami penempaan tersebut?
  1. Ia lari dan tidak mau menghadapi. Ia mencari pinjaman sana sini. Dia sibuk menuju kepada bantuan dan pertolongan manusia
  2. Dia tidak lari, namun banyak mengeluh. Dia putus asa dan depresi. 
  3. Dia yang menghadapinya dengan gagah. Menerima segala suratan takdir. Menerima segala konsekwensi tanpa mencari bantuan mahluk/ manusia

Kita bisa menebak bahwa poin 3 adalah dia yang akan mendapatkan kemenangan. Namun fakta mengatakan mayoritas LARI. Mayoritas mengeluh dan putus asa.

Faktanya kebanyakan mulai hilang keyakinan. Mulai luntur niat awal Lillaahi Ta'ala. Mulailah ia sibuk mencari mahluk.

Padahal saat (menurut kita) ujian datang bertubi-tubi sampai mentok dan buntu, justru disitulah titik kulminasi. Titik awal keajaiban datang.

Titik nadzir, titik buntu. Agar supaya kita menyadari bahwa manusia itu, sehebat apapun ternyata lemah. Ternyata manusia tidak ada apa-apanya. Lalu mulailah ia menyerah kalah. Mulailah dalam dadanya mengatakan, "Saya adalah manusia, dan Tuhan Maha Segala-Galanya"

Disitulah titik awal keimanan. Titik awal ketundukan (keislaman). Disitulah titik awal keajaiban.

Masalah kesuksesan, kekayaan, lunas hutang, dan semacamnya hanyalah bonus dari KELULUSAN. Sebab nilai utama yang didapatkan adalah CAP keimanan dalam dada. Cap ketangguhan dan kesabaran didalam menghadapi ujian.

Sebab apa?

Sebab setelah lulus akan naik kelas. Lalu menantilah ujian lain yang lebih tinggi tingkatannya.

Oleh karena itu bagi sahabat yang sedang mengalami ujian BERSABARLAH SEJENAK. Hadapi saja pahit-pahitnya. Telan saja rasa getirnya dengan tetap berbingkai BISMILLAH.

"Apakah dengan bersabar lalu ujian akan berganti dengan karunia. Beranti dengan kekayaan, kesuksesan dll?"

Mungkin saja tidak demikian. Bisa jadi takdir akan menambah rasa pahit dan getirnya. Supaya lebih besar dan tinggi tingkat kesabaran kita.

Dan percayalah kalau kita bicara ending atau hasil akhir bagi mereka yang SABAR dalam bingkai iman adalah KEMENANGAN.

Sebagai penutup baca Ayat dibawah ini yang saya ambil dari banyak sumber

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? (QS: al-'Ankabuut Ayat: 2)

Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.
(QS: al-'Ankabuut Ayat: 3)

Sahabat...

Percayalah waktu itu akan datang. Keajaiban akan datang dengan syarat dan ketentuan. Oleh karena itu BERSABARLAH SEJENAK. Tetaplah teguh, yakin dan percaya bahwa PERTOLONGAN ALLAH AKAN SEGERA DATANG.

Wallahu A'lam

Salam 4 Jari, Salam Jutawan
Adhin Busro Alhafiz

NB: Mau belajar pola-pola kehidupan berdasarkan pengalaman pribadi kami? Mau belajar menelan kepahitan demi kesuksesan sejati? Kalau mau segera milikilah ebook 9 Wasiat Adhin Busro yang ada dalam Bundle Rahasia Kunci Sukses. Segera DAPATKAN DISINI


Ratusan ebook dan makalah kesuksesan terkumpul dalam sebuah bundle Rahasia Kunci Sukses. Proven base true story. Baca sales letternya disini



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment