Aug 16, 2017

Paytren Halal Syar'i Bersertifikat DSN MUI, Masih Ragu?

Paytren Halal Syar'i Bersertifikat DSN MUI, Masih Ragu gabung? Kemarin 7 agustus 2017 Paytren mendapatkan sertifikat Syariah dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia. Kesimpulannya PayTren halal apa haram?

PayTren memanggil anak bangsa yang cinta NKRI untuk bersama-sama berjuang jiwa raga membangun ekonomi ummat. PayTren memanggil saya dan anda semua untuk berbuat sesuatu YANG BESAR untuk Indonesia dan dunia.

Apakah sobat ikut berjuang bersama kami? Apakah kawan2 berkenan ikut menjadi bagian dari bangkitnya kekuatan ekonomi berjamaah?

Tsunami ekonomi kerakyatan tidak terelakkan menenggelamkan ketidakadilan. Saatnya nanti kita semua yang akan menegakkan bendera hitam dari timur, bendera kedamaian di muka bumi. KITA bukan orang lain. Insya Allah

Posisi anda saat itu, ada di PILIHAN saat ini….!

Berikut beberapa dokumentasi yang saya comot dari sana sini.. :)


 

Berikut statement beberapa tokoh

“Dengan peresmian PayTren sebagai e-payment Indonesia yang syariah merupakan salah satu tonggak dalam membangun pilar Ekonomi Syariah yang mengutamakan pembangunan dari masyarakat bawah yang kita kenal dengan Arus Baru Ekonomi Indonesia yaitu Ekonomi Syariah.”

– Prof. Dr. (H.C.) KH. Ma’ruf Amin (DSN MUI)

“Komposisi demografi Indonesia, Umat Islam berkisar 90 % sedangkan yang Non- Islam 10%, namun ironisnya nilai ekonomi yang dikuasai oleh Umat Islam hanya berkisar 10% saja sedangkan 90% sisanya adalah dikuasai oleh para konglomerasi dan kontribusi usaha besar. Ketika Pak Mar’uf Amin dalam kesempatan ini dengan membakar semangat lewat jargon “Mari Bung Rebut Kembali”, maka dari itu warga Banten, Bugis, warga Padang, Sunda dan warga Indonesia lainnya, yang sudah berakar dalam perniagaan tradisional di pasar-pasar konvensional sejak dulu, kita bangkitkan kembali dalam semangat ekonomi umat tanpa merebut hak orang dan merugikan. Salah satunya adalah dengan cara menghijrahkan umat ini dari “employee Mentality ke entreprenership Mentality” sehingga kita bisa bangkit dan menjadi individu-individu yang siap terjun ke ekonomi global.”

– Buya Anwar

“PayTren yang menciptakan Industri Penjualan Langsung sangat cocok dengan misi dan pola “bottom-up” yakni membangun ekonomi arus bawah ke atas dimana modal tidak menjadi syarat utama tetapi kemauanlah yang menjadi motornya. Dalam prosesnya itu, peningkatan sumber daya manusia adalah hasil yang akan kita nikmati dimana perekonomian menjadi merata dan masyarakat bisa berkontribusi pada kesejahteraan bersama.”

– Ir. Djoko Hartanto Komara, Ketua Umum APLI (Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia)

“Pencapaian PayTren dalam meraih sertifikasi Syariah dari Dewan Syariah Nasional MUI merupakan terobosan dari langkah lanjutan serta visi misi PayTren itu sendiri dalam mencapai target 10 Juta user pada 2021 dan ini juga langkah baik yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Momen ini juga kelak akan melahirkan para pengusaha-pengusaha muda digital dan PayTren diharapkan menjadi trendsetter dalam industri digital Indonesia.”

– Harry KW Haryono, CEO PT Pillar Fintech Solusindo

Sumber: https://news.treni.co.id/paytren-syariah-dalam-sejarah/

Kurang lebih seminggu setelahnya Aa’ Gym memberikan ucapan selamat kepada Ustadz Yusuf Mansur
“…..Aa’ ikut bahagia sekali PayTren sudah mendapatkan sertifikasi halal dari MUI, semoga berkah, menjadi jalan maslahat bagi kesejahteraan dunia dan akherat…..” (KH. Abdullah Gymnastiar)
Sementara itu dikesempatan sebelumnya Muslimat NU sudah bekerja sama dengan Paytren
Ketua Umum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa dan disaksikan Ustaz Yusuf Mansur Khofifah menjelaskan, organisasinya sengaja menggandeng Paytren karena pengembangan bisnisnya yang dijalankan berbasis Alquran. “ Mudah-mudahan di bulan di mana Allah me-nur­-kan Alquran, Allah akan memberikan keberkahan serta kelusan rezeki untuk kita semua,” kata dia.
————

Segera install aplikasi paytren di HP-mu, Mari bung rebut kembali! Dan jayakan ekonomi ummat di masa datang


http://kampungpaytren.com/eyang/daftar



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment