Jul 31, 2017

Inilah Sejarah DRAMA Yahudi Bani Israil

Dahulu kala pada zaman kenabian hiduplah sebuah keluarga besar dengan ayah yang bernama Ya'kub atau Jacob (Nabi Yakub as) dan 12 puteranya. Salah satunya bernama Yusuf atau Yosef (Nabi Yusuf as). Singkat cerita Yusuf dizalimi oleh saudara-saudaranya yang terkena penyakit iri dengki dengan dimasukkan kedalam sumur.


Allah berkehendak lain, sebab berawal dari sumur itulah Yusuf kemudian malah menjadi pembesar Istana. Kemudian ditunjukkanlah/ dibuka tirai tafsir mimpi 11 bintang dan 1 bulan sujud kepadanya.

Waktu terus berjalan tepatnya pada saat Nabi Ya'kub as, beliau berwasiat kepada anak-anaknya yang berjumlah 12, ketika datang tanda-tanda kematian. Kalau bahasa kita2 begini wasiatnya,
"Anak2ku, hanya sekedar STRONG Remind aja, kira-kira apa yang kalian sembah sepeninggalku?"

Jadi wasiatnya adalah penekanan supaya Anak2 Nabi Ya'kub as bisa kasih jawaban yang benar dan meyakinkan sehingga bisa jadi saksi dan bukti nanti di akherat. Kemudian anak2nya menjawab.

"Ayah, kami akan menyembah Allah tuhanku, dan Tuhan Ayahku serta Tuhan Ishaq (Nabi Ishaq as) kakek kita, dan juga Tuhan Nabi Ibrahim kakek buyut kita"

Plooong rasanya Nabi Ya'kub as atau nama lainnya adalah Israil yang saat itu sedang memberikan wasiat kepada anak-anaknya atau disebut dengan Bani Israil.

Dari 12 suku Bani Israil yang mencolok/ mayoritas adalah Suku Lewy dan Suku Yehuda dimana dari sinilah lahir banyak nabi-nabi besar, misalnya Nabi Musa as, Nabi Harun as, Nabi Ilyas as, Nabi Ilyasa as, Nabi Daud as, Nabi Sulaiman as, Nabi Zakaria as dan Nabi Yahya as.

Sekarang ini, meski bukan dari suku Yehuda yang penting masih berasal dari 12 suku Bani Israil tetap dinamakan Yahudi. Naah begitulah asal muasal Yahudi.

Sifat dan tabiat Yahudi Bani Israil berwatak keras kepala dan suka menentang kebenaran. Sementara disisi lain suku ini mewarisi kecerdasan dan kehebatan yang tidak dipunyai oleh suku-suku lain pada masanya.

Alkisah seiring jaman ketika Bani Israil mengalami penderitaan luar biasa yakni perbudakan tak berperikemanusiaan dijaman Firaun muncullah sosok Messias (penyelamat) yang selama ini mereka tunggu-tunggu yaitu Moses atau Nabi Musa as.

Nabi Musa as (lahir dari suku Lewy) sukses menyelamatkan Bani Israil dari perbudakan menyeberang lautan, dan menewaskan/ menenggelamnkan Firaun serta balatentaranya di laut merah.

Lagi2 etape setelah lepas dari perbudakan, muncullah bibit2 keras kepala kaum Nabi Musa as, misalnya membuat anak patung lembu emas yang bersuara, kisah Mann Salwa, dan tidak mau berjuang memasuki tanah perjanjian (konon yang sekarang bernama palestina.. "Soook kamu sama Tuhan kamu aja yang masuk kesana, saya mah enggak. Sebab disana ada tentara dan pasukan yang gagah perkasa".

Karena keingkaran inilah kemudian tanah Palestina diharamkan selama-lamanya kepada Bani Israil. Artinya mereka tidak akan pernah menguasai/ memiliki tanah perjanjian selama-lamanya sebab kelakuan mereka yang melampaui batas.

Ada seabreg kekeras kepalaan di etape ini yang diceritakan di berbagai ayat yang tersebar di Al Qur'an. Baca ya? hehe :)

Jaman terus berganti kepada jaman David dan Goliath atau Jalut dan Thalut dalam rangka penaklukan tanah perjanjian tersebut. Semut melawan gajah. Makanya banyak Bani Israil yang enggan melawan pasukan Goliath sebab mereka berbadan besar2.

Pasukan David (Nabi Daud as) pada akhirnya menang melawan Goliath, yang ditandai dengan berdirinya kerajaan/ dinasti Raja Daud yang mempunyai kemampuan menaklukkan besi.

Dinasti Daud diteruskan oleh Solomo anaknya, atau Nabi Sulaiman as. Seorang raja besar dengan kerajaan besar yang tiada tanding tiada banding. Raja Solomo mempunyai kemampuan menguasai angin, menguasai binatang, jin dsb.

Waktu terus berjalan sampai kepada jaman Nabi Luth as, Nabi Ilyas as, Nabi Yunus as sampai kemudian sampai pada jaman Keluarga Imran (Ali Imran). Disinilah Maria atau Maryam dibesarkan yang kemudian melahirkan Yesus atau Nabi Isa as dengan keajaiban.

Pada saat yang sama Nabi Zakaria as yang berusia lanjut dan istrinya mandul juga dikaruniakan seorang anak bernama Yahya atau Nabi Yahya as.

Yahudi dan atau Bani Israil (Yahudi) selepas Solomo terus saja berdoa agar diturunkan estafet messiah. Sebab Nabi Isa as tidak sesuai dengan keinginan mereka tentang sosok Messias yang gagah perkasa, maka kemudian dibunuh. Padahal aslinya mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya.

Demikian pula pengikut Nabi Isa as yang dikenal dengan kaum hawarriyyuun atau dilain pihak disebut dengan Nashroniyyun dibunuh dengan cara yang tidak berperikemanusiaan. Pun Nabi Yahya as dibunuh dengan sangat kejam yakni digergaji badannya.

Selepas Nabi Isa as selesailah sudah estafet kenabian dari Bani Israil. Kalau Nabi2 yang lahir dari kaumnya sendiri didustakan dan atau dibunuh jika tidak sesuai dengan keinginan mereka. Maka kemudian Allah swt menetapkan Nabi terakhir dari luar kaumnya Nabi Muhammad saw yang berasal dari Bani Ismail.

Kelak kaum Bani Ismail inilah yang akan membungkam kekeras kepalaan dan kesombongan watak dan tabiat Yahudi Bani Israil, membebaskan Al Quds, Membunuh Dajjal, Menghancurkan Babi dan Salib yang kemudian dibenarkan atau digenapkan oleh Nabi Isa as yang akan turun di akhir zaman.

Zaman keemasan Islam ditandai dengan selesainya drama (konon) perang Armageddon yakni melibatkan 70 Bendera Yahudi Bani Israil VS Gelombang Tsunami Bani Ismail.

Dimanakah posisi Anda?

Wallahu A'lam

Met Rehat
Adhin Busro AlHafiz

Share ya? :)

NB: Yuk berjuang bersama kami membangun kekuatan systematis dalam bingkai ekonomi berjamaah untuk Indonesia dan dunia, Kontak Panglima dan Jenderal2 kami KLIK http://bit.ly/2tGLHIv



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment