Jul 8, 2017

Belajar Ilmu Sastra Jendra Hayuningrat

Dia adalah figur yang gagah dan kuat tidak ada yang bisa mengalahkan. Bahkan ia adalah seorang Raja yang adil bijaksana. Namun demikian Sang Guru melihat bahwa dengan segala kelebihannya tersebut menyebabkan mulai tumbuhnya rasa ujub. Jika dibiarkan rasa ujub ini bisa jadi asbab kehancuran diri, keluarga dan kerajaan.


Tidak ingin muridnya celaka kemudian Sang Guru dengan kesaktiannya merubah wujud Werkudoro menjadi wujud yang lain. Wujud yang buruk, hina dan fisik yang lemah agar ia bisa mengembara sambil belajar Sastra Jendra Hayuningrat untuk kemudian mengajarkan kearifan dan keluhuran budi.

Maka gemparlah seluruh Kerajaan Indraprasta, bersedihlah Pandawa sebab sudah bertahun-tahun Werkudara hilang bak ditelan bumi. Suasana berkabung ini dimanfaatkan wadyobolo Kurowo dipimpin oleh Karna untuk menyerang dan menghancurkan Indraprasta. Senjata panah Nagasastra berhasil mengalahkan Gatotkaca, Arjuna, Anoman dan ksatria Amarta lainnya serta sukses meluluh-lantakkan kerajaan.

Saat kondisi sangat genting ini muncullah Pandito Bima Suci yang kebal senjata panah Nagasastra dan berhasil memukul mundur para Kurawa. Pandito anyaran yang beberapa tahun ini mengajarkan arti kehidupan dilingkungan kerajaan Amarta. Prabu Puntodewa sangat berterimakasih kepada Bimasuci karena berhasil menyelamatkan kerajaan dari kehancuran.

"Wahai Waskito Bimasuci, bisakah engkau mengetahui dimanakah saudara kami Werkudara berada. Sebab tanpa dia kami jadi sedih dan lemah" Putodewa kemudian curcoll yang dibarengi dengan gelengan kepala Bimosuci.

"Aduhai, kalau 1 Pandawa hilang maka bukan lagi Pandawa namanya. Sang Hyang Widhi, begitu besar kesedihan kami, lebih baik matikanlah kami semua. Luka satu luka semua, mati satu lebih baik mati semua.." Begitu bersedih Puntodewa sehingga berlinangan air mata, pun dengan pandawa lainnya semua menangis.

Bimasuci tak kuasa menahan keharuan dan membalikkan badan seraya berkaca-kaca. Begitu besar cinta para saudaranya yang selama ini ia abaikan. Saudaranya tidak tahu bahwa sesungguhnya Bimasuci adalah Werkudara yang disuruh oleh Sang Guru belajar ilmu Sastro Jendro Hayuningrat.

Bimasuci yang buruk, hina dan lemah tiba2 menjadi sangat kuat dan memperoleh ilmu kesempurnaan atau Dewa Ruci setelah belajar ilmu Sastro Jendro Hayuningrat sehingga berhasil mengusir dan mengalahkan Kurawa.

Melihat ini Sang Guru menilai bahwa Werkudara sudah lulus, lalu kemudian ia mengembalikan wujud asli Werkudara.

"Aku Bimo suci ya aku werkudoro Kakang Prabu", ucap Werkudoro sambil memeluk saudara Pandawa penuh keharuan dan kebahagiaan.

-------Tammat :) ---------

Apa itu Sastra Jendra Hayuningrat?
Sastra = Tulisan atau kitab
Jendro = Milik Raja Alam Semesta
Hayuningrat = Untuk keselamatan manusia dan alam semesta

Disebut juga dengan

i. Ngelmu wadining bumi kang sinengker Hyang Jagad Pratingkah.Artinya: Ilmu rahasia dunia atau alam semesta yang dirahasiakan atau berasal dari Tuhan Yang Maha Esa.

ii. Pangruwating barang sakalir. Artinya: Dapat membebaskan dan menyelamatkan segala sesuatu.

iii. Kawruh tan wonten malih. Artinya: Tiada ilmu pengetahuan lain lagi yang dapat dicapai oleh manusia.

iv. Pungkas-pungkasaning kawruh. Artinya: Ujung dari segala ilmu pengetahuan atau setinggi-tingginya ilmu yang dapat dicapai oleh manusia

v. Sastradi. Artinya: Sastra Adiluhung atau ilmu yang luhur.

Inilah puncak ilmu, puncak rahasia dan puncak keajaiban/ mukjizat yang seharusnya juga wajib kita pelajari. Dalam Islam disebut dengan Al Qur'an.

Teman-teman mau belajar Ilmu Sastro Jendro Hayuningrat.

Inspirasi ala kadarnya, habis nonton wayang... Hehe :)

Selamat beraktifitas

Salam
Eyang Adhin Busro AlHafiz
Kampung Paytren Nusantara

NB: Yuk belajar Ilmu Sastro Jendro hayuningrat bersama Inspirasi UYM di aplikasi Paytren dan paytren academy, agar kedepan kita semua menjadi pribadi yang Sakti Mandraguna. Silahkan kenalan dengan tim kami di seantero dunia dengan cara KLIK => www.tim.kampungpaytren.com



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment