Jun 15, 2017

Puasa Itu Membakar Nafsu Mengejar Stempel, Lho Kok?

What n how is PUASA? Kalau pertanyaan ini semua bisa jawab, yakni menahan lapar dan haus dan hal2 yang membatalkan puasa dari setelah sahur sampai waktu maghrib. Semua juga tahu sebab sudah sering didengar di ceramah2 ustadz dan kyai2 kita.

Tetapi pertanyaan WHY puasa belum tentu semua paham termasuk ane.. Kenapa kita kudu puasa? Kenapa nggak yang lain aja? Pertanyaan inilah yang lebih penting.

WHY..???? dan apa GOAL atau tujuan akhirnya??


Puasa itu hakikatnya adalah bagian dari AKTIFITAS MEMBAKAR NAFSU sehingga menjadi lemah. Mengendalikan kecenderungan-kecenderungan jiwa yang pada akhirnya bisa menyesatkan manusia.

Sebab kalau KECENDERUNGAN itu dibiarkan dan diikuti maka bisa menjadi asbab kita semua celaka dunia akherat. Oleh sebab itu BAKAR untuk sementara waktu, sehingga menjadi lemah dan jinak

> Yang biasa makan bakso dan minum Jus disiang hari, ditahan
> Yang biasa mudah marah, ditahan
> Yang biasanya mudah galau, ditahan
> Yang merasa benar sendiri, ditahan

Tahan semua kecenderungan jiwa itu, sebab kalau diikuti meski dibulan puasa hakikatnya ia tidak puasa meski menahan lapar dari pagi sampai maghrib.

Sebenarnya menahan lapar dan haus tujuannya supaya NAFSU yang ada didalam jiwa menjadi lemah, sehingga lemah pula kecenderungannya. Kalau lemahnya badan tidak membuat lemahnya kecenderungan NAFS, maka sia-sia saja puasanya.

Nah.. kalau kita sukses PUASA (dalam hakikat) maka kita akan dapat REWARD berupa STEMPEL TAQWA. Sedangkan stempel taqwa yang disematkan kedalam jiwa seseorang ibarat karcis masuk surga.

Apa itu taqwa?

Taqwa adalah KONDISI JIWA, dimana ia sukses memegang kendali NAFSU. JIWA yang berhasil memegang tali kekang NAFSU untuk dibawa kepada kalimat TAUHID dalam kepasrahan (Muslim)

KONDISI JIWA seperti inilah yang mempunyai kemampuan SAKTI. Yaitu bisa memasuki dimensi surga (dunia akherat) dengan penuh kepastian. JIWA seperti inilah yang disebut dengan "Jiwa-jiwa yang tenang"
Lalu bagaimana kalau puasa kita tidak bisa mencetak jiwa-jiwa yang tenang?

Nabrak-nabrak.. Ia pengin masuk surga namun nabrak dindingnya. Nggak bisa nembus, kecuali terpental. Seribu kali hendak menembus pintu surga seribu kali pula terpental.

So....

Sama-sama mendoakan ya? Mudah-mudahan dibulan puasa ini kita semua sukses membakar NAFSU untuk kemudian mendapat STEMPEL TAQWA sebagai karcis masuk surga.. Aamiin

Salam
Adhin Busro AlHafiz
Kampung Paytren Nusantara 



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment