Feb 10, 2017

Dari Pada Berprasangka Lebih Baik Introspeksi

Kadang kita cenderung menyalahkan orang lain atas kegagalan kita. Pokoknya orang lainlah penyebabnya dan jarang menengok kedalam diri. Termasuk saya barangkali.. hehe. Ayuk belajar lagi Dari Pada Berprasangka Lebih Baik Introspeksi. Ngomongnya mudah banget namun tidak gampang dipenerapan


Berikut CURCOLAN ane yang saya tulis di facebook..

---------------------------------------------------------------------------

Kita cenderung LAPOR BOS ketika ada masalah.

"Bos, itu tetangga sebelah main serobot pelanggan kita Bos. Denger-denger dia pakai Penglaris. Keuangan perusahaan ada yang aneh nggak Bos, takutnya pesaing kita main Tuyul. Laporin polisi aja Bos"

Lalu apa yang terjadi? Mau dibilang pakai penglaris kek, pake tuyul kek FAKTANYA Rumah Makannya laris dan untung besar sementara yang suka LAPOR BOS buntung besar.

Mengapa kita tidak "INTROSPEKSI DIRI SAJA?". Bisa jadi pelanggan pindah sebab pelayanan antum tidak memuaskan. Dan ketahuilah bahwa sebagian besar kegagalan disebabkan karena kita suka melempar kesalahan kepada orang lain.

Mau orang lain salah atau benar tidak perlu "klimis lambe", karena biasanya akan jatuh kepada prasangka, sedangkan sebagian besar prasangka adalah DUSTA.

Apakah kita seneng kalau orang yang menurut kita SALAH lalu terjatuh dan bangkrut. Kita seneng kalau aib saudara terbuka kemudian disoraki dimuka umum?. Seneng kalau reputasi teman kita JATUH? Seneng kalau pesaing kita ditangkep polisi? JAHAT sekali antum!!

Atau jangan-jangan antum baru puas kalau melihat teman kita terkapar dan tidak bisa bangun selamanya? ANDA waras?

Yuk belajar menahan diri, sebelum PRASANGKAMU menjadi penyesalan selama-lamanya..

Salam
Adhin Busro AlHafiz




Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment