Jan 8, 2017

Tuhanmu Allah apa Uang? Yang Bener?

Sobat tahu apaitu "UANG?". Tidak usah dijawab.. hehe. Uang tidak dibawa mati, namun tidak ada uang rasanya mau mati. Begitulah kurang lebih salah satu meme tentang "uang". Sobat setuju apa tidak?


Sobat butuh uang? Apakah kalau saat ini ada yang ngasih uang 100.000 anda menerimanya? Hayoo silahkan dijawab sendiri dalam hati masing2.

"Tidak usah resah sebab tidak ada uang, resahlah kalau hilang iman. Jangan diperbudak uang, itu tipu daya syetan"

Yup, kita semua sering mendengar demikian disetiap pengajian, dan kita semua setuju setiap hurufnya. Namun apakah bener, ketika antum-antum semua tidak memegang uang sama sekali masih tetep bisa lempeng.

Atau apakah bener ketika hari ini makan, besok tidak tahu apakah bisa makan atau tidak sebab benar-benar zero, lalu masih istikomah?

Mengapa saya bertanya demikian? Sebab saya menemukan banyak dari mereka yang tidak bisa bertahan ketika tidak ada uang. Banyak pula yang ketika KAYA mengatakan bahwa "uang bukan tuhan". Namun ketika uangnya berkurang ia marah-marah, stress bahkan sampai depresi. Apalagi kalau dengan asbab tertentu uangnya hilang??

Ini bicara fakta, bukan teori...

Faktanya untuk bertahan dan tetap ber Tuhankan Allah swt benar-benar butuh perjuangan, butuh ketangguhan dan keimanan.

Pada saat zero bahkan minus inilah tes atau ujian apakah tuhan kita uang ataukah Allah swt.

----------------------------------------------------------------

Janganlah terlalu bergantung kepada uang karena Tuhan akan membuktikan kepadamu bahwa uang tak bisa selalu menolongmu (MTGW)

----------------------------------------------------------------

Dalam keadaan sepahit apapun, cobalah belajar bertahan dan tetap ber Tuhan.. Yakinlah DIA akan datang pada saat yang paling tepat :)

Wallahu A'lam

Salam
Adhin Busro AlHafiz
Pendiri Komunitas Kampung Paytren Nusantara
Visit: www.tim.kampungpaytren.com

NB: Dipersembahkan oleh Rahasia Kunci Sukses => Rahasia menarik rezeki dan uang dengan magnet spiritual.. KLIK DISINI 




Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment