Jan 18, 2017

Bagaimana Mengatasi Malu Karena Hutang

Assalamu'alaikum wr wb, Dh, Saya telah membaca postingan bapak di media www.adhinbusro.com yg berisi konten http://www.adhinbusro.com/2013/07/doa-melunasi-hutang-segunung-emas.html ini sangat membantu bagi saya, dan saya memohon ijin untuk mengamalkanya,

untuk saat ini saya benar2 merasa tidak tau harus bagaimana, karna saya berhutang sangat banyak hingga ratusan juta rupiah, dan yang membuat saya sangat malu, saya berhutang kepada orang tua saya dan sahabat baik saya, yang saya pergunakan untuk merintis usaha, dan di tengah usaha saya mengalami kebangkrutan, yang akhirnya menyisakan hutang.

apakah ada saran bapak untuk saya, bagaimana saya berkomunikasi yang baik dengan mereka, disatu sisi kita hidup berdampingan,

dan bagaimana cara yang tepat untuk mengamalkan seperti yang bapak posting di media, agar didengar oleh Allah, mengingat saya bukan hamba yang baik, apakah saya harus bernadzar juga? tetapi sy takut tidak bisa menyelesaikan nadzar,

demikian curhatan saya, dan terimakasih atas postingan bapak yang mencerahkan dan saran-saran dari bapak.wasalamu'alaikum wr wb..



Jawab:

Seperti biasa mari kita mendoakan ybs supaya masalahnya segera teratasi. Doa kembali kepada kita semua. Aamiin

Terimakasih sudah sudi membaca artikel saya semoga bermanfaat.. Share keteman2nya ya?

Ya, saya bisa mengerti perasaan malu sebab sudah berhutang kepada saudara namun bisnisnya malah bangkrut kemudian tidak bisa melunasi hutang. Bingung stress dan tidak tahu harus melakukan apa.

Apa saran saya?

Tidak usah malu, tetap jalin silaturahmi toh mereka keluarga juga. Kalau masih tetap malu menurut saya gpp jarang2 ketemu. Namun tekad dan komitmen dalam jiwa harus sekuat baja, bahwa kita mau melunasi hutang2 kita.

"Saya tidak tahu harus melakukan apa lagi"

Harus tahu, harus berpikir lebih keras lagi. Lebih dan lebih lagi supaya ketemu paling tidak setitik cahaya.

"Bagaimana cara mengamalkan amalan yang diposting di blog, agar doa didengar Allah?"

Sementara tidak usah diamalin, terima aja dulu kondisi saat ini. Tenangkan diri dulu. Baru setelah tenang kita berpikir tentang amalan-amalan dan doa-doa.

Sebab menurut saya, percuma kita melakukan amalan ini dan itu namun jiwa kita masih berontak, tidak mau menerima kenyataan/ takdir. Percuma...

"Apakah harus bernadzar?"

Tidak usah menurut saya. Sebab default manusia itu zhalim. Apalagi saat ini sedang kepepet, biasanya banyak janji2 saat berdoa yang kenyataannya nanti diingkari.

Sekali lagi saran saya terima aja dulu kenyataan ini sebagai bagian dari UJIAN TUHAN. Ucapkan "Makasih ya Robb kami sudah dikasih ujian ini".

Ini saran saya, kalau mau dipakai silahkan, tidak juga tidak apa-apa. Sebab saya dulu juga ngalami kok..

Salam
Adhin Busro Al Hafiz

NB: Mau belajar menetralkan kepahitan hidup? Klik Magis7 the real magic

--------------------------------------------------------------------

Presented by:

> Rahasia Kunci Sukses https://is.gd/sukses360hari
> Automatic Network https://is.gd/mesinuangotomatis
> Magic7 http://is.gd/yourlifemagic




Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment