Dec 30, 2016

Sisi Lain Dibalik Larangan Merayakan Tahun Baru

Apa hukum tahun baru membunyikan terompet, dan atau menyalakan kembang api dan petasan? Hukumnya kata Ustadz tidak boleh alias haram sebab tasyabuh atau menyerupai ummat lain. Umat muslim dilarang merayakannya. Apakah benar2 dilarang? Simak analogi dibawah ini,

Buka hati kemudian baca percakapan fiksi dibawah ini baik-baik,

Dedek: "Mah Dedek mau makan Jeruk ya?"
Mamah: "Jangan kecut, ntar lambungmu sakit"

Dedek: "Mah Dedek mau mandi dulu deh?"
Mamah: "Jangan Dek, tungguin jemuran dulu"

Dedek: "Mah Dedek mau main ke lapangan ya?"
Mamah: "Jangan, ntar ada culik"

Dedek: "Yaudah Mah, main pasir depan rumah aja ya?"
Mamah: "Nggak boleh, banyak kuman"

--------------------------------------------------------------------------

Sobat... Melarang itu boleh-boleh saja sebab kita yakin bahwa apa yang kita larang banyak mudharatnya buat orang lain. Namun kita juga harus siap dengan solusinya.


Kalau lagi pengin makan jeruk namun nggak bagus buat kesehatan kemudian kita larang, maka kasihlah alternatif buah yang lain, misalnya apel. Ini baru SOLUSI.

Kalau kita tidak siap dengan SOLUSI nya maka sudah ada orang lain yang sudah menyiapkan jeruk paling kecut sekarung. Bukan cuman jeruk tapi ada juga mangga, ada apel, ada anggur dll. Ntar kalau anak kita makan jeruk orang lain kitanya marah-marah. Sewoot....

Analogi ini persis (mungkin) dengan keadaan ummat ini yang dilarang ini dan itu namun belum siap dengan solusi. Misalnya dilarang main petasan atau kembang api atau terompet pas tahun baru. Larangannya KERAS banget malahan. Hukumannya juga KERAS.

Saya sepakat JANGAN niru-niru budaya ummat lain. Sepakat setiap hurufnya malahan. Namun saya juga belum berani menyalahkan kebanyakan mereka yang menghiraukan/ mengacuhkan larangan, kemudian ikut2an momentum.

Sebab apa? Sebab kita cuma pandai melarang sambil marah2, sementara UMAT lain dengan canggihnya menyediakan SOLUSI bagi kegersangan ummat Islam. Mereka menyediakan momentum tahun baru dengan kalender terpampang jelas di dinding. Mereka menyiapkan segala sesuatunya dengan sempurna.

Bukan cuma tahun baru namun segalanya baik kebutuhan sandang pangan papan, media, teknologi, berita, informasi dan nyaris masih banyak lagi. Anda mungkin tidak tahun baruan, namun jam tangan anda buatan Yahudi. Atau yang paling jelas kita semua sedang memanfaatkan media sosial mereka, contohnya facebook :)

---------------------------------------------------------------------

Oleh karena itu bagaimana? Tentu saja dimulai dari diri sendiri berjuang memikirkan ummat. Berjuang, berpikir dan berupaya sekuat tenaga untuk mencari dan memberi solusi sekecil apapun.

Berjuang menciptakan ember yang siap menampung air hujan. Jangan sampai ketika air itu diambil orang kitanya MARAH-MARAH lagi. Salah kita sendiri mengapa tidak membuat ember dari dulu..

Ini bahan perenungan buat saya dan kita semua yang mengaku peduli kepada UMMAT.. Sudahkah kita BERUPAYA sekuat tenaga atau hanya sekedar beropini tanpa solusi???

Wallahu A'lam
Salam
Adhin Busro AlHafiz

----------------------------------------------------------------------

Saya mengajak antum semua untuk sama-sama berjuang dengan harta jiwa dan raga membangun jamaah, membangun ekonomi kerakyatan, selengkapnya  => KLIK DISINI




Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment