Dec 19, 2016

Faktanya Berat Mempertanggungjawabkan Perbuatan Dosa

Assalamualaikum Wr. Wb.Saya bingung sekali dan penuh penyesalan karena tidak hati-hati dan tidak perhitungan. Tanpa sepengetahuan ibu dan suami, rumah senilai 600 juta yang kami beli bersama-sama akhirnya terjual tapi uangnya habis untuk bayar hutang-hutang karena terjerat rentenir.

Dalam bulan Desember ini harus saya pertanggungjawabkan kepada ibu dan suami. Apa yang harus saya lakukan, saya kuatir sekali kalau mereka sampai tahu terutama ibu. Terima kasih.

Ibu dan suami saya masih belum tahu kalau rumah sudah terjual, karena masih bisa ditinggali penyewa sampai bulan Januari. Saya tidak ada keberanian untuk menyampaikannya karena mereka pasti sangat kecewa. Bagaimana saya bisa kuat dan berani menghadapinya apalagi mereka sudah sangat mempercayai saya.

Rumah sudah terjual tapi uang sudah habis bahkan masih punya hutang. Bagaimana saya bisa beli kembali rumah itu. Saya tidak ada keberanian dan kekuatan untuk menyampaikan yang sebenarnya kepada ibu dan suami. Terima kasih,



 Jawab:

Mari kita doakan bareng2 agar ybs diberikan KEKUATAN oleh Allah swt didalam menghadapi beban ini. Kemudian juga semoga diberikan jalan keluar. Doa kembali kepada kita semua. Aamiin

Faktanya Berat Mempertanggungjawabkan Perbuatan Dosa, ini nyata. Pada saat melakukan perbuatan DOSA hati tak tenang. Namun kalau sudah terbiasa jadi ketagihan.

Pada saat ketahuan baru ketakutan setengah mati, lalu lari dari tanggung jawab.

Kalau kisah diatas, berdasarkan pengalaman saya, pasti ybs harus masuk neraka dulu. Dalam artian neraka dunia. Mau tidak mau ybs harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dahulu.

Memang tidak mudah. Saya sendiri belum tentu kuat :) makanya yuk sama2 berdoa semoga kita semua diberikan KEKUATAN oleh Allah swt didalam menghadapi konsekwensi perbuatan dosa kita di dunia ini. Lebih baik pedih di dunia daripada pedihnya di akherat kelak.

Kalau kemudian ybs tidak mau/ enggan untuk DICUCI maka percayalah sampai mati hidupnya tidak akan tenang. Maksud dicuci adalah pencucian dosa.

Oleh karena itu terima saja konsekwensinya. Katakan sejujurnya apa adanya. Kalau mereka sayang, saya yakin tidak akan terjadi sesuatu yang mengerikan. Paling banter dimarahin dan diusir sementara dari rumah.

Hadapi saja. Habis mau gimana lagi?

Pencucian dosa memang pedih kok. Saya malah pernah merasakan pedih diatas pedih alias perih. Hari ini makan esok nggak tahu bisa makan apa tidak. Padahal sebelumnya mau makan direstoran mana aja tinggal nunjuk.

Intinya begitu deh.. Hadapi saja..

Sepedih-pedihnya ujian kita pasti masih bisa memanggul/ memikul. Banyakin DOA saja. Semoga Allah swt memberikan kekuatan dan ketangguhan. Kesabaran dan keikhlasan. Aamin

Wallahu A'lam

Salam
Adhin Busro

---------------------------------------------------------

Belajar membangun KEKUATAN jiwa, kekuatan rasa sejati. Ikuti panduan MAGIS7

NB:



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment