Nov 9, 2016

Solusi Hutang Tak Kunjung Lunas, Dimanakah?

Pak adhin busro maaf mau konsul bentar,saya kini sedang terjerat hutang yg sangat banyak dan sekarang dah waktu jatuh tempo,saya dah banyak mengamalkan doa yg katanya agar cepat bebas hutang tp sampe hari ini blm juga ada solusi yg saya dapat,tolong  beri saya solusi supaya hutang ini cepat lunas sekarang ini saya seperti punya penyakit takut samaorang pak ustadz karena hutang blm jg bisa terbayar,atas jawabannya saya ucap trima kasih sebelumnya


Jawab: Mari kita doakan semoga ybs segera bisa melunasi hutang-hutangnya.. Doa kembali kepada kita semua. Ucapkan "Aamiin".

Ada beberapa poin yang ingin saya simpulkan sbb
  1. Sudah berdoa lunas hutang namun hutang belum lunas2 juga. Malah bisa jadi nambah
  2. Karena tidak bisa melunasi hutang menjadi asbab takut sama orang lain
  3. Kmd apa solusinya. Apa amalan apa doa atau apa kek yang penting hutang lunas

Itu dia 3 point yang hendak saya garis bawahi

Jawaban saya singkat, namun mudah2an bisa diambil benang merahnya. Kalau sobat mau jawaban detail bisa ikuti panduan Rahasia Kunci Sukses

Sudah berdoa lunas hutang namun hutang belum lunas2 juga. Malah bisa jadi nambah

Siapa bilang ada amalan dan doa yang bisa melunasi hutang? Amalan dan DOA adalah asbab, ia hanya pintu pembuka untuk membuka pintu2 yang lain.

Ibarat buah mangga muda, anda harus makan buah tersebut sehingga tahu rasanya yang asem. Rasa asem mangga mudah memicu tubuh anda bereaksi.

Jadi yang perlu dicamkan adalah "CONTENT". Sudahkah anda merasakan konten dari doa yang dibaca. Ribuan kali dibaca kalau menurut saya bisa dibilang sia-sia. Meskipun tidak 100% sia2, tapi malah bikin anda capek.

Hutang anda tidak akan lunas kalau cuma sekedar baca, malah nambah iya. Lebih baik kerja keras saja, itu lebih berpeluang menjadi asbab lunas hutang.

Sudahkah DOA2 tersebut menjadi saklar yang mengidupkan listrik?

Ini memang susah dipahami, makanya direnungkan saja. Mudah2an seiring waktu akan paham. Aamiin

Karena tidak bisa melunasi hutang menjadi asbab takut sama orang lain

Hutang menjadi pemicu takut orang. Ini wajar dan memang kencenderungannya begitu. Apalagi sandarannya rapuh, celakanya nggak ada sandaran. Bisa jatuh

Nanti pemicu akan memicu yang lainnya. Misalnya depresi, memicu kriminalitas dll. Sambung menyambung dalam lingkaran syetan. Hati2. Anda harus menemukan sandaran yang kuat

Kalau tidak penyakit jiwa anda lama-lama semakin berat. Phobia, trauma dll. Untuk masalah manajemen jiwa bagi yang berkenan silahkan baca2 panduan magis7.

Penyakit jiwa menjadi asbab penyakit jasmani. Makin bahaya tuh..

Kmd apa solusinya. Apa amalan apa doa atau apa kek yang penting hutang lunas

Kalau menurut saya, masalahnya bukan amalan atau doa apa, tetapi sebenarnya apa sih penyebabnya. Apa sih akar rumputnya. Apa sumber masalah tersebut. Ini yang harus ditemukan.

Sekali lagi ribuan doa dibaca kalau sumber masalahnya belum ditemukan, sekali lagi menurut saya sia-sia belaka.

Lalu apa sih sumber masalahnya?

Dimanakah sumbernya?

Baca ini baik-baik, lalu habis itu lakukan muhasabah diri. Saya, anda dan kita semua bareng2 muhasabah diri. Yuuk

Masalahnya adalah "ANDA MELAWAN TAKDIR". Semakin kita melawan semakin kuat takdir buruk akan hadir dalam hidup kita. Oleh karena itu cobalah renggangkan kawat, dan lepaskan. Biarkan saja kita diombang ambing takdir. Terima saja meski perih.

Dimanakah sumber masalahnya, "SUMBERNYA ADA DALAM DIRIMU". Bukan amalan, bukan doa, bukan hutang, bukan penghutang, bukan bank, bukan pekerjaan dll tetapi apa yang ada dalam jiwamu.

Biang keroknya ternyata tidak jauh, dekat bahkan sangat dekat. Ia adalah nafsu dalam jiwa. Solusinya sederhana, AKUI. Akui bahwa kita semua terlalu memanjakan keinginan dan nafsu. AKUI ini dan minta maaflah.

Itu saja dari saya.. Memang singkat, semoga ada benang merah yang bisa diambil.

Doakan saja semoga ada sambungannya ya?

Wallahu A'lam

NB: Artikel ini dipersembahkan oleh:

Menemukan sukses yang hilang. Ikuti panduannya DISINI

Manajemen jiwa mencipta keajaiban. Mau panduannya? KLIK DISINI




Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment