Nov 8, 2016

Kisah, Ternyata Belajar Ikhlas itu Susah

Assalamualaikum.. Yth. Pak Ustadh Adhi Busro... saya pusing pak Ustad.. memang saya lalai dan salah.. mungkin Allah tidak bosan-bosan memberikan Nikmat Nya.. sehingga saya harus kuat dan tawakal..

Saya tidak tau harus bagaimana ? Rasanya Allah begitu sayang sama saya.. sehingga begitu Nikmat Nya tak pernah habis-habis ke saya .. Apa yang harus saya lakukan pak Adhi ? Karena Nikmat Nya membuat saya hrs menangis karena tidak kuat...

Allah Akbar.. sehingga saya tidak bisa menalar lagi.. karena saya benar tidak kuat... Apa yang harus saya lakukan pak Adhi.. kalau dibilang saya harus bersedekah.. In Syaa Allah saya bersedekah.. puasa sunah, sholat sunah, sholat wajig di mesjid dll tapi rejeki saya hanya itu-itu saja, pengeluaran saya banyak, utang saya banyak belum terselesaikan, saya berusaha bisnis tapi malah bukan untung malah buntung... ikut syiar produk.. keteman2x boro mau ikut join.. Rasanya saya frustasi sekali..  Mengapa saya terus yang Allah kasih.. . Banyak yang saya harus bantu. tapi saya sendiri saja masih begini.. sendiri menjalani semua urusan ini... Mengapa Allah tidak sayang sama saya ? Mengapa saya terus yang Allah kasih......

Tolong saya kasih kekuatan motivasi pak Ustad.. Rasanya saya hampir frustasi .. saya mau ikhlaskan saja.. kalau mmng rumah dan mobil saya harus diambil bank lagi.. saya ikhlaskan saja pak Ustad.. karena saya juga sudah lelah..

Mohon maaf yach Pak Ustad.. Terimakasih banyak atas semuanya Pak Ustad.


Jawab:

Yuk kita doakan kembali ybs segera menemukan solusi dari permasalahan hidupnya dengan ijin Allah swt. Doa kembali kepada kita semua. Ucapkan, "Aamiin"

Dengan adanya masalah Khan jadi dekat sama Allah swt, ini lebih kaya dari dunia dan seisinya. Cuma haqqul yakinnya kalau sudah di akherat. Membuktikan ini ketika sudah di yaumil akhir

Saya saja 3 mobil sudah diambil_Nya, santai saja. Bisnis saya bangkrut dan rugi ratusan juta, santai aja.

Memang sempat stress, tapi mau stress atau tidak yang namanya hilang ya hilang aja. Asbabnya bisa macem2

Tidak ada milik kita didunia ini, semua hanya titipan. Kalau benar2 sadar akan hal ini Insya Allah lebih tenang

Sambil belajar introspeksi dan memperbaiki diri. Sambil belajar ikhlas dan sabar. Sabar sampai kapan? Sampai sudah tidak ada nafas

Anyway..

Ternyata belajar "benar2 ikhlas nggak gampang khan?". Bilangin gak mudah..

Ternyata belajar "zero" juga dalam penerapanya tidak mudah. Maksudnya merasa tidak memiliki apa2 didunia ini gak mudah. Seolah-olah semua milik kita yang tidak boleh ilang. Jangankan ilang rumah atau mobil, ilang sendal aja marah2 seminggu. hehe

Ternyata belajar "menerima" juga sulit. Menerima kepahitan hidup sebagai bagian dari ujian kepantasan surga. Atau menerima kegetiran sebagai bagian dari konsekwensi dosa. Menerima itu semua sebagai bagian dari pencucian jiwa. Yang ada ketika didera kepahitan stress berkepanjangan..

Seperti itulah "nafs" atau nafsu. Sifatnya tergesa-gesa, mudah panik, was-was dsb, bingkainya dari sononya "nafs" memang liar. Makanya perlu kendali agar jinak.

Penjelasan ini (tentang manajemen jiwa) panjang banget kalau dibahas disini. Kita cukupkan aja, nanti disambung lagi. Wallahu A'lam
Salam

NB: Serial manajemen "nafs" atau mengendalikan si kuda liar ada dalam panduan MAGIS7. Sensasional.. Kalau berkenan belajar KLIK DISINI




Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment