Nov 2, 2016

Jadilah Pemeran Utama dalam Panggung Ujian Dunia

Coba sekali-kali merenung, membayangkan kisah anda sendiri. Dari kecil sampai membesar, beranjak remaja, pemuda/ pemudi sampai berumah tangga dan sampai detik anda membaca artikel ini. Manurut anda apakah kehadiran kita selama ini benar2 berarti untuk sesama dan semesta alam? Atau malah sebaliknya?

Atau biasa-biasa saja? Atau malah kehadiran kita tidak dikehendaki oleh orang lain?

Coba bayangkan saja seandainya kita sudah meninggal dunia, kira2 apakah kehadiran kita di dunia memberikan bekas yang baik? Meninggalkan nama yang harum dsb?

Sudah saatnya kita bermuhasabah, mumpung masih diberikan nafas kehidupan. Sudah saatnya bermimpi menjadi Pemeran Utama dalam Panggung Ujian Dunia. Mengemban peran yang besar demi manfaat sesama dan semesta alam


Berikut KPN (Kampung Paytren Nusantara) Inspiration

=> APAKAH CUMA SEPERTI INI?

Masa kecil di dusun jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Senang sekali kalau sudah mandi di sungai yang tidak bersih2 amat, malah cenderung bau. Apalagi kalau sudah bermain lumpur sawah, widiiiih seru.

Lalu beranjak besar, beranjak remaja dan mulai menemukan komunitas yang berbeda. Mulai menyukai lawan jenis.

Kemudian beranjak menjadi pemuda gagah atau pemudi cantik. Apalagi yang merasakan bangku kuliah, semakin merasa dirinya gagah dan cantik, padahal tidak sebegitunya.. hehe :)

Mulailah kita bertingkah yang aneh-aneh, yang enggak-enggak. Mulai berani nabras sana nabrak sini, sebagai bagian dari pencarian jati diri.

Dan akhirnya lulus juga meski dengan nilai yang tidak bagus2 amat. Kemudian mulailah masa pencarian kerja, sampai akhirnya berkenalan dengan jodohnya masing-masing. Inilah masa romantisme terindah sepanjang masa..

Ada kisah cinta berakhir bahagia. Ada kisah2 cinta, mengharu biru, menguras air mata... Hmmm...

Kehidupan sesungguhnya dimulai saat sudah berumah tangga, yakni saat sudah merasakan adanya kebutuhan2 yang wajib dipenuhi. Dapur harus ngebul, anak harus dibelikan susu.

Bertahun-tahun bekerja dan berumah tangga sampai kemudian mulailah jiwa KEMANUSIAAN terusik dan berpikit,

"Apakah hidup saya hanya seperti ini? Pergi pagi pulang petang penghasilan pas-pasan. Begini saja terus sampai tua, bahkan mungkin sampai meninggal dunia"

Sungguh tidak asik... Membosankan...

"Tuhan apakah hidup saya hanya seperti ini? Apakah tidak ada lagi PERAN BESAR dan lebih baik yang bisa kami emban?"

Apakah tidak bisa seperti Umar bin Khatab sang Khalifah yang harum namanya, tegas dan berwibawa. Atau seperti Bilal ra yang berperan sebagai pelayan Rosulullah saw. Atau seperti Hamzah sang singa padang pasir yang siap menerjang pembela kebatilan. Atau seperti Khalid ibn Walid yang berjuluk Pedang Allah yang terhunus siap mengalahkan musuh2 islam. Atau juga seperti Abdurrahman bin Auf sang saudagar kaya raya ahli surga?

Mereka memerankan perannya dengan sangat baik. Keren... Hebat.. Mulia dunia akherat

Robb hamba ingin seperti mereka... Tunjukkanlah jalan.. Aamiin

----------------------------------------------------------


Salam
Kampung Paytren Inspiration Team




Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment