Oct 30, 2016

Saat Hidup Makin Susah, Saatnya Menyerah Kalah

Terkadang hidup begitu pahit kita rasakan. Serasa sudah berusaha maksimal namun tiada kunjung perubahan yang lebih baik. Malah beban hidup makin lama makin terasa menghimpit jiwa dan raga. Buntu, mentok tidak tahu harus melakukan apa. Hanya air mata yang menjadi tanda, bahwa beban itu begitu berat dirasa.

Apa yang harus dilakukan?

Apa yang harus di lakukan?

Apa lagi?

Mungkin tidak ada yang harus kita lakukan kecuali 1 saja. Saat Hidup Makin Susah, Saatnya Menyerah Kalah. Saatnya membuang semua sisi kemanusiaan kita untuk kemudian diserahkan kepada Yang Maha Kuasa.


Simak puisi karya saya ini ya? :)

MENYERAHLAH

Terkadang HIDUP tidak sesuai yang kita harapkan
Takdir tidak sesuai apa yang kita inginkan
Kadang masa depan tidak seperti yang kita citakan
Kenyataan tidak sesuai apa yang kita DOAkan


Kadang sedih
Kadang pedih
Kadang perih

Kadang air mata sampai mengering
Seiring beban dan ujian yang serasa makin menggunung

Mungkin saat itulah kita disuruh menurunkan pedang
Disitulah kita diminta melepas tali dan sabuk kebanggaan
Lalu disuruh membuka baju kebesaran

Mungkin saat itulah kita diminta menyerah
Menundukkan nafsu yang tiada pernah mau mengalah
Menyungkurkan wajah rata dengan tanah

"Tuhan, aku terima ujian ini, tolong kuatkanlah aku"

Sebab tiadalah yang manusia miliki didunia ini
Meski setetes air lautan
Semua hanya ujian dan titipan Ilahi
Yang pasti akan dipertanggung jawabkan

Kesabaran, itulah milik kita seutuhnya
Abadi selamanya

Mungkin....

------------------------------------------------------------------------------------------------------

NB: Dipersembahkan oleh MAGIS7, rahasia manajemen hati mencipta keajaiban. Untuk mendapatkan panduannya KLIK DISINI




Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment