Oct 14, 2016

Mentadabburi QS Al Maidah ayat 51, tentang Auliya'

Berikut pelajaran atau tadabbur QS Al Maidah ayat 51, tentang Auliya'. Tadabbur QS Al Maidah: 51 ini ditulis oleh Ustadz Yusuf Mansur. Jadi bukan saya, saya hanya copy paste.. Tujuan saya supaya kita semua belajar, bareng2 belajar. Oke cekit dot


The Mukaddimah

Bismillaahirrahmaanirrahiim. Semoga Allah Mengizinkan saya ngajar sambil belajar.

Seperti yang sudah saya katakan sekitar dua tiga hari yang lalu. Bahwa saya akan ngajar dan belajar Q.S. Al Maaidah ayat 51, dan yang terelasi/terhubung, atau berkaitan dengan ayat ini.

Dan pembahasannya insyaaAllah ilmu untuk ilmu. Karena Allah. Learning for learning. Belajar untuk belajar. Mudah-mudahan bisa dipahami. Dan bahwa hak saya dan segenap kaum muslim, bahkan siapapun, yang ingin mempelajari Al Quran. Sebab emang diundang oleh Allah. Afalaa yatadabbaruunal Quraan. Diundang untuk mentadabburi Al Quran.

Di dalam Mukaddimah ini, kita akan belajar 5 bagian ke depan. Yang mana 5 bagian ini, belajar tentang kosa kata “awliyaa”, dalam ayat 51 Q.S. Al Maaidah.

Dalam memahami makna suatu kata Bahasa Arab, amatlah penting untuk mengetahui pengambilan dan penggunaan kata tersebut.

Kita akan segera lanjut ke Lesen Wan.

Lesen Wan

Saya beristighfar kepada Allah, sudah berani-beraninya membahas ayat-ayat-Nya. Saya udah usahakan minta izin kepada guru-guru pribadi saya. Seraya minta didoakan. Agar bisa mengajarkan apa yang diridhai Allah. Saran dan kritikan, tetap berguna buat saya.

Baik. Kita lanjut…

Secara kosa kata, insyaaAllah Auliyaa’ adalah bentuk jamak dari kata tunggal “waliyyun”.

Sedangkan kosa kata “Waliyyun” diambil dari kata kerja “waliya-wilaayatan”.

Berikut adalah beberapa bentuk perubahan dari kata kerja “waliya” serta berbagai makna dan penggunaannya:

1.    Bentuk Pertama

وَلِيَ عَلَى يَلِي ، لِ / لِهْ ، وِلَايَةً وَوَلاَيَةً ، فَهُوَ وَالٍ ، وَالْمَفْعُوْلُ مَوْلِيٌّ

–    Fi’il Madhi (kata kerja lampau): “Waliya”.
–    Fi’il Mudhari’ (kata kerja sekarang): “yalii”.
–    Fi’l Amr (kata kerja perintah): “li/ lih”.
–    Mashdar (kata benda, kata dasar): “wilaayah/ walaayah”.
–    Isim Fa’il (subjek, pelaku): “Waalin”.
–    Isim Maf’ul (objek): “Mauliyyun”.

Maknanya:

وَلِيَ الْبَلَدَ : حَكَمَهُ وَتَسَلَّطَ عَلَيْهِ

–    “Waliyal balada” berarti memimpin dan berkuasa terhadap Negara tersebut.

وَلِيَ فُلَانًا : أَحَبَّهُ

–    “Waliya fulaanan” berarti mencintai si fulan.

وَلِيَ الشَّيْءَ / وَلِيَ عَلَى الشَّيْءِ : مَلَكَ أَمْرَهُ وَقَامَ بِهِ

–    “Waliyas Syai-a/ waliya ‘alaas Syai-i” berarti menguasai suatu urusan dan menjalankannya.

وَلِيَ فُلَانًا / وَلِيَ عَلَى فُلَانٍ : نَصَرَهُ

–    “Waliya fulaanan/ waliya ‘alaa fulaanin” berarti menolong si fulan.

(Bersambung ke Lesen Tu).

Lesen Tu

Setelah kita belajar bentuk pertama. Sekarang lanjut…

2.     Bentuk Kedua

وَلِيَ يَلِي ، لِ / لِهْ ، وَلْيًا ، فَهُوَ وَالٍ ، وَالْمَفْعُوْلُ مَوْلِيٌّ

–    Waliya (Fi’il Madhi).
–    Yalii: (fi’il Mudhari’).
–    Li/ Lih (fi’il Amr).
–    Walyan (mashdar).
–    Waalin (isim Fa’il).
–    Mauliyyun (isim Maf’ul).

Maknanya:

وَلِيَ فُلَانًا : وَلاَهُ ، دَنَا مِنْهُ ، قَرُبَ

–    “Waliya fulaanan” berarti mendekati si fulan.

وَلِيَ فُلَانًا : تَبِعَهُ مُبَاشَرَةً ، أَوْ مِنْ غَيْرِ فَصْلٍ

–    “Waliya fulaanan” berarti mengikuti si fulan langsung atau tanpa jeda.

(Bersambung ke Lesen Tri).

Lesen Tri

Sekali lagi saya tegaskan, bahwa kali ini, kita akan mempelajari Q.S. Al Maaidah ayat 51, tanpa nafsu, tanpa emosi, tanpa syahwat, dan tanpa kepentingan. Saya ulangi. Ilmu untuk ilmu. Pengetahuan untuk pengetahuan. Karena Allah insyaaAllah. Bahwa saya berpolitik, saya belum juga ngumumin dan nentuin sikap apa-apa. Saya sadar diri. Sadar kemampuan. Bisanya saat ini, ya hanya begini. Ngajar. Sambil belajar.

Kita lanjut. Belajar tentang Q.S. Al Maaidah, diawali dulu pembahasan kosa kata auliyaa.

Sekarang masuk bentuk ketiga…

3.     Bentuk Ketiga

وَلَى يَلِي ، لِ / لِهْ ، وَلْيًا ، فَهُوَ وَالٍ ، وَالْمَفْعُوْلُ مَوْلِيٌّ

–    Walaa (Fi’il Madhi).
–    yalii (fi’il Mudhari’).
–    li/ lih (fi’il ‘Amr).
–    Walyan (Mashdar).
–    waalin (isim Fa’il).
–    Mauliyyun (Isim Maf’ul).

Maknanya:

وَلَى فُلَانًا : دَنَا مِنْهُ وَقَرُبَ ، كُلْ مِمَّا يَلِيكَ ( حَدِيْثٌ ): مِمَّا يُقَارِبُكَ ،
كَمَا يَلِي : كَمَا يَتْبَعُ

–    “Walaa fulaanan” berarti mendekati si fulan.
–    Hadits : “kul mimmaa yaliika” (hadits) berarti makanlah yang di dekatmu.
–    “Kamaa yalii” berarti sebagai berikut.

(Bersambung ke Lesen Four).

Lesen Four

Kita akan terus belajar. Masih di kosa kata. Nanti juga kita akan belajar kosa kata dari awal banget malahan. Dari Yaa-ayyuhalladziina Aamanuu.

Kalau tidak salah, mohon koreksian, ada 89 ayat yang diawali dengan kepala ayat yang sama dengan Qs. Al Maaidah ayat 51. Jadi ini semacam keluarga besar. Amazing nanti bila kita disiplin ngajinya, belajarnya, satu demi satu.

Sekarang kita lanjut dulu. Masih belajar tentang kosa kata auliyaa.

Sekarang masuk ke bentuk ke empat.

4.     Bentuk Keempat

وَلَّى يُوَلِّيْ ، وَلِّ ، تَوْلِيَةً ، فَهُوَ مُوَلٍّ ، وَالْمَفْعُوْلُ مُوَلًّى

–    Wallaa (Fi’il Madhi).
–    Yuwallii (fi’il Mudhari’).
–    walli (fi’il Amr) .
–    Tauliyatan (mashdar).
–    Muwallin (Isim Fa’il).
–    Muwallan (Isim Maf’ul.

Maknanya:

وَلَّى فُلَانٌ : أَدْبَرَ وَفَرَّ

–    “Walla Fulaanun” berarti si fulan berpaling.

(Bersambung ke Lesen Faif).

Lesen Faif

Harapan saya, dengan kita belajar secara komprehensif, pengetahuan kita sendiri jadi mayan lengkap. Tentu semua ini… Wallaahu a’lam bishshawaab. Wallaahu a’lam bimuraadih. Hanya Allah yang lebih paham kebenarannya dan  maksudnya. Tapi semoga Allah membukakan segala ilmu-Nya buat kita dalam memahami ayat-ayat-Nya.

Ok.  Ini bagian kelima. Bagian terakhir untuk belajar kosa kata auliyaa.

Aslinya, luas lagi panjang. Lebar dan dalam pula. Pembahasan yang lebih komprehensifnya.

Ilmu saya cetek banget. Tapi saya berdoa. Yang cetek ini, bisa ikut memposisikan dengan bekal yang cukup untuk memahami ayat 51 Q.S. Al Maaidah. Tanpa nyerang kepada siapapun. Sebagaimana yang saya katakan di awal, bahwa semua ini, adalah haknya saya. Dan haknya siapapun yang mau belajar, tentang ayat-ayat-Nya. Kesempurnaan milik Allah. Al Haqqu mirrobik. Karenanya semua saya kembalikan kepada Allah.

Kita pun belum belajar tentang ayat demi ayat yang di dalamnya ada kosa kata auliyaa dalam bentuk jamak dan atau waliyy dalam bentuk tunggalnya.

Perasaan saya, baru ini saya agak serius nulis sesuatu. Lepas dari candaan seperti biasa. Sebab apa? Sebab saya takut Allah Ga Ridho. Semoga dengan doanya kawan-kawan, Allah bahkan memberi Ridho juga buat Indonesia dan alam ini. Sebab Rahmat dan Berkah al Qur’an.

Sekarang kita masuk Lesen Faif. Lesen terakhir yang saya cukupkan untuk pembelajaran kosa kata auliyaa. InsyaaAllah kita akan belajar lagi hal lain terus. Jika diizinkan Allah.

Lanjut ya…

Makna kata “Waliyyun/ Auliyaa’”.

وَلِيٌّ: ( اِسْمٌ)
اَلْجَمْعُ : وَلِيُّوْنَ وَ أَوْلِيَاءُ ، اَلْمُؤَنَّثُ : وَلِيَّةٌ ، وَ الْجَمْعُ لِلْمُؤَنَّثُ : وَلاَيَا
اَلْوَلِيُّ : كُلُّ مَنْ وَلِيَ أَمْرًا أَوْ قَامَ بِهِ
اَلْوَلِيُّ : النَّصِيْرُ
اَللهُ وَلِيُّكَ : حَافِظُكَ
وَلِيٌّ صَالِحٌ : عِنْدَ الْمُسْلِمِينَ الرَّجُلُ الْمَعْرُوفُ بِسِيرَتِهِ الْمُسْتَقِيمَةِ وَعِبَادَتِهِ وَسُلُوكِهِ
وَلِيُّ الْعَهْدِ : وَرِيْثُ الْمَلِكِ الَّذِي يَتَوَلىَّ الْحُكْمَ بَعْدَ وَفَاتِهِ

–    “Waliyyun”: kata benda (bentuknya tunggal).
–    Bentuk jamaknya adalah : “Waliyyuuna” / “Auliyaa’” bentuk mu’annatsnya (untuk wanita): “waliyyah” (bentuk tunggal/ mufrad) sedangkan bentuk jamaknya: “walaayaa”.
–    “al-Waliyy” berarti siapapun yang mengurus suatu perkara atau berwenang menjalankannya.
–    “al-Waliyy” berarti penolong.
–    “Allahu waliyyuka” berarti Allah adalah penjagamu.
–    “Waliyyun sholih” di kalangan muslim berarti seseorang yang dikenal perjalanan hidupnya yang istiqomah begitu juga ibadah dan akhlaknya.
–    “waliyyul ‘ahdi” berarti pewaris raja/ penguasa yang memimpin pemerintahan setelah wafatnya (disebut juga putra mahkota).

InsyaaAllah saya masih berkenan belajar dan mengajar. Sampe ketemu di pembelajaran berikutnya.

Atas segala kesalahan dan kekeliruan saya, saya minta maaf. Baik yang terkait dengan pembelajaran ini. Maupun hal-hal lain yang di luar pembelajaran ini. InsyaaAllah, saya Indonesia banget. Semua, sebangsa dan setanah air, adalah saudara saya, sahabat saya, teman saya, keluarga saya.

Salam hormat buat Indonesia, dan dunia. Sampe ketemu di pelajaran berikutnya.

Wallahu A'lam

Sumber: http://yusufmansur.com/mentadabburi-q-s-al-maaidah-51/






Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment