Oct 28, 2016

Kita Bertanggung Jawab Terhadap Keberhasilan Kita Sendiri, Bukan Takdir

Keberhasilan kita tanggung jawab siapa? Apakah Tuhan?. Tentu saja tanggung jawab kita. Oleh karena itu kalau kita belum berhasil jangan salahkan Tuhan, namun salahkan kita yang tidak cukup keras didalam mengusahakan keberhasilan.

Jangan kemudian kata2, "Rezeki sudah ada yang ngatur, kalau sudah rezeki tidak kemana" melemahkan upaya kita, apalagi menjadi alibi dan alasan bagi pelampiasan kegagalan.

Tugas kita memastikan rezeki dan keberhasilan pantas bagi kita, sebab rezeki dan keberhasilan mengalir melalui kepantasan.

Rubahlah diri kita maka Allah swt akan merubah hidup kita

Allah swt berfirman

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka,” (Ar Raad : 11).

Simak Quotes dari Mario Teguh Golden Ways berikut ini, 


KPN Inspiration

Tuhan tidak akan memberhasilkanmu, jika engkau tidak mengupayakan keberhasilanmu. Sesungguhnya Tuhan telah melarang diri_Nya sendiri untuk memberhasilkanmu, jika engkau tidak pantas bagi keberhasilan.

Maka engkaulah pemantas bagi keberhasilanmu. Jika engkau bisa menjamin bahwa engkau akan terus berupaya, maka keberhasilanmu sudah terjamin.

Masalahnya, apakah janji jaminanmu, (akan terus berupaya) itu bisa dipercaya?

(Insp: Mario Teguh)

Ada sebuah artikel bagus yang saya ambil dari Islam Pos DISINI, cek it dot

HIDUP, jodoh, rejeki, mati, susah semuanya sudah direncanakan oleh Allah. Jadi mengapa harus susah ngoyo menjalani hidup? Kalau memangnya sudah kerja dapat hasil segitu, ya sudah. Tak usah berencana ingin jadi kaya. Jadi kaya tetap begitu-begitu juga. Kalaupun usaha gagal, hanya bikin hidup tambah susah saja.

Kalau sudah memang kematian memjemput, ya mau apa lagi. Kan kita sudah berusaha maksimal, semuanya sudah ditakdirkan. Dan kita sudah berobat. Dokterpun kalau pasiennya meninggal setelah mengalami penanganan medis darinya akan secara dramatis bilang: “Sudah takdir. Kami sudah maksimal menanganinya.”

Hidup kita itu jangan terlalu dibikin repot. Semuanya sudah digariskan, jadi kita tidak usah repot-repot menggariskan kembali kehidupan yang sudah digariskan.

Semua gambaran di atas hanya deskripsi kasar bahwa kita seolah menyerah pada nasib. Ada perbedaan besar antara nasib dan takdir. Kita tidak mungkin melawan takdir, tapi kita bisa mengubah nasib kita.

Keputusasaan, kemauan yang lemah, jiwa pecundang. Syaitan menyukainya. Sebab dengan begitu mereka tidak banyak mengubah hidupnya. Merasa benar bertedeng pada kata-kata kita sudah maksimal melakukannya. Sadarkah kita maksimal adalah barometer angka atau capaian yang sudah ada tingkatan terendahnya dan tertingginya? Minimal di angka 3 dan maksimal di angka 8. Minimal tidak minta-minta, maksimal tidak menyusahkan orang.

Coba kita optimalkan kemampuan kita. Sebab optimalisasi tidak ada batasan maksimal. Dia akan terus bertambah seiring bertambahnya kemampuan.

Allah SWT tidak akan mengubah kita kecuali kita mengubahnya sendiri. Itu keniscayaan.

Allah SWT punya rencana buat kita tapi kita pun harus punya rencana buat diri kita sendiri.

Wallahu A'lam

NB:

Dipersembahkan oleh Rahasia Kunci Sukses. Rahasia menarik rezeki dengan amalan dan doa kesuksesan. Didalam paket panduan ini ada 2 makalah tebal yang judulnya Zikir dan Doa. KLIK DISINI

Karyawan juga bisa punya bisnis. Cari tahu caranya DISINI



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment