Oct 2, 2016

Jangan Omongan Orang Menjadi Rem Bagi Langkah Kita

Kita seringkali BAPER atau terbawa perasaan saat orang lain mencela kita, menilai kekurangan kita, atau bahkan merendahkan kita. Malah seringkali BAPER tersebut kita ingat2 terus sehingga menjadi asbab terhambatnya kemajuan hidup. Misalnya..


Ada orang lain bilang, "Kamu gimana sih? Tidak seharusnya kamu melakukan ini. Jadi pinteran dikit napa?"

Lalu kita terbawa perasaan dan berhenti dari kreatifitas yang sedang kita lakukan yang menyebabkan kemandegan. Kalau memang apa yang kita lakukan baik menurut kita, go ahead. lakukan terus, dan jangan dengarkan orang lain yang merendahkan kita. Jangan Omongan Orang Menjadi Rem Bagi Langkah Kita.

PASTI apapun yang kita lakukan akan ada orang yang mendukung. Bisa keluarga, saudara, sahabat dll. Begitu pula sebaik apapun yang kita lakukan pasti akan ada orang lain yang mencela.. So wolesin aja :)

---------------------------------------------------------------------------------------------------------

Seorang pemuda kehilangan sepatunya di laut, lalu dia menulis di pinggir pantai, LAUT INI MALING

Tak lama datanglah nelayan yg membawa hasil tangkapan ikan begitu banyak, lalu dia menulis di pantai, LAUT INI BAIK HATI

Seorang pemuda tenggelam di lautan lalu ibunya menulis di pantai, LAUT INI PEMBUNUH

Tak lama datanglah seorang lelaki yg menemukan sebongkah mutiara di dalam lautan, lalu dia menulis di pantai, LAUT INI PENUH BERKAH

Kemudian datanglah ombak besar dan menghapus semua tulisan di pantai itu.

Maka...

JANGAN RISAUKAN OMONGAN ORANG, KARENA SETIAP ORANG MEMBACA DUNIA DENGAN PEMAHAMAN DAN PENGALAMAN YANG BERBEDA.

Teruslah melangkah, selama engkau di jalan yang baik, meski terkadang kebaikan tidak senantiasa dihargai.

Ali bin Abi Thalib berkata: _Jangan menjelaskan tentang diri mu kepada siapa pun. Karena yang menyukai mu tidak butuh itu, dan yang membenci mu tidak percaya itu._

Hidup bukan tentang siapa yang terbaik, tapi siapa yang mau berbuat baik.

Jangan menghapus persaudaraan hanya karena sebuah kesalahan. Namun hapuslah kesalahan demi lanjutnya persaudaraan.

Jika datang kepadamu gangguan, jangan berpikir bagaimana cara membalas dengan yang lebih perih, tapi berpikirlah bagaimana cara membalas dengan yang lebih baik.

Kurangi mengeluh teruslah berdo'a dan berikhtiar. Sibukkan diri dalam kebaikan, hingga keburukan lelah mengikuti mu.

(Copas d One dr grup WA Kampung Paytren)

Salam
AB

NB:

Belajar Panduan Magis7, manajemen jiwa mencipta keajaiban. KLIK DISINI





Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment