Oct 21, 2016

Curcol, Ternyata Selama Ini Kita Di Bohongi Oleh System

Ternyata selama ini kita diperas oleh sistem, sadar atau tidak sadar. Pemerasan yang mengerikan. Kita tak kuasa melawan system, kecuali satu syarat...Apa syaratnya? Silahkan simak Curcollan Sang Pemimpi berikut ini. Baca sampai habis ya?

Assalamualaikum sobat…

Ane mau curcoll nih, alias curahan hati sang pemimpi? Boleh ya? :). Curcollan bahwa selama ini ternyata saya, anda dan kebanyakan dari kita-kita TERNYATA terlalu dimanjakan oleh system dan atau technology, atau lebih sadisnya kita DIBOHONGI. Sayangnya saya, anda dan kita semua (saking dimanjakannya) menyebabkan kitanya TIDAK MENYADARI. Atau mungkin sadar namun TIDAK KUASA untuk mengelak. Pasrah aja meski pahiit.

Di bohongin bagaimana??? Ntar ane jelasin..

Lamaaaa sudah saya mengamati, dan memang salah satu hobbi saya adalah ngamatin sesuatu. Apalagi selepas RESIGN sehingga punya waktu luang lebih banyak dari biasanya. Apaa saja saya amatin. Terkesan kurang kerjaan sih? Tapi gimana lagi.. Sudah jadi hobbi.. hehe

Saya mengamati “kenapa ya, mayoritas rakyat Indonesia itu MISKIN” (mohon maaf nih, agak nyelekit). Hanya segelintir saja mereka yang KAYA RAYA dan semakin kaya. Ternyata setelah sekian lama ngamatin saya menarik sebuah kesimpulan bahwa TERNYATA RAKYAT SELAMA INI HANYA MENJADI SAPI PERAH SYSTEM dalam TECHNOLOGY. Pantesan miskin, sebab hanya menjadi pelayan/ budak system. Hiiii


Contoh sederhana System Perusahaan Kapitalis: 99% orang yang bekerja di perusahaan HANYA MENGUNTUNGKAN pemilik system yakni OWNER, misalnya. Karyawan memang digaji, ada yang gajinya besar menurut kita, namun mayoritas gaji rata-rata. Yang katanya gajinya besarpun sebenarnya tidak sebanding dengan GAYA HIDUP. Gaji besar selalu saja habis bahkan kurang. Sebab ane pernah ngalamin GAJI BESAR, lebih besar dari ente.. hehe :). Sumbooongg…

Mereka (karyawan) tidak bisa mengelak system kecuali hanya tunduk. Mohon maaf nih, bukan berarti mengerdilkan siapapun, tetapi cubalah untuk berpikir jernih, sebenarnya KITA yang BODOH apa MEREKA yang terlalu PINTER?? Pergi pagi pulang petang penghasilan pas-pasan, malahan kebanyakan punya tanggungan dan hutang seumur hidup. Sampai kapan? Percayalah sebagian besar sampai Almarhum.. hadeh…

Terus kita “TEGA-TEGANYA” mendebat malaikat saat ditanya, “Kenapa hidupmu miskin? Dimana letak kebebasan MANUSIA-mu?”. Lalu kita entengnya menjawab, “Saya kerja Bos, dan saya niati IBADAH. Saya bersyukur meski seumur hidup dalam KETIAK SYSTEM KAPITALIS, yang penting bisa makan”
IBADAH dengkulmu…. hehe. GARA-GARA kita nih, mayoritas rakyat terzalimi, MISKIN seumur hidup. Sebab kita tidak mau berpikir (ikut memikirkan ummat), tidak mau muhasabah atau tafakur. Yang dipikir hanya diri kita sendiri sementara tetangga kita KELAPARAN. Itu salah kita bos.. Salah kita…

Ikuti serunya curcol sang pemimpi ya?  SELENGKAPNYA KLIK ==>>  www.paytrenfitur.com/eyang/paradigma





Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment