Oct 7, 2016

Branding Ahok dan QS Al Maidah ayat 51 tentang Pemimpin

Branding Ahok dan QS Al Maidah ayat 51 tentang Pemimpin hari2 ini menjadi trending topic. Pak Ahok sempat mengklarifikasi statementnya dalam sebuah video yang lengkap. Sementara secara tidak sadar BRANDING QS Al Maidah ayat 51 begitu deras.

Secara tidak sadar banyak yang melihat dan membaca QS Al Maidah ayat 51 tersebut tentang larangan memilih pemimpin dari kalangan Yahudi dan Nasrani.

Lagi rame nih jelang Pilkada DKI bahkan heboh, konon katanya ada Figur yang mengatakan bahwa kita dibodoh-bodohi oleh QS Al Maidah ayat 51, yang tidak lain figur tersebut adalah Pak Ahok Sendiri. Statetement profokatif ini (seperti biasanya) menyulut kemarahan ummat muslim.

"Wooi kurang ajar lo ya? Gue nggak terima lo hina Al Qur'an kitab gue". Begitulah kira2 ekspresi kemarahan sebagian netizen dengan berbagai bahasa mereka.

Seperti biasa artinya biasanya begitu.. :). Timbul tenggelam. Maksudnya ketika ada yang berstatement profokatif lalu menyulut kemarahan orang lain (netizen) secara berbondong-bondong/ massal. Bahasa kerennya di bully. Lalu ketika ada isu baru yang profokatif lagi, isu lama hilang tenggelam..

Simak apa kata Ustadz Arifin Ilham dalam twitnya yang intinya kecewa dengan ucapan Pak Ahok. Berikut capture dalam twittnya sbb


Lalu apa kata Ustadz Yusuf Mansur PPPA Darul Qur'an dan Pres Dir Paytren? Simak

yusufmansurnew (Instagram)

Iya. Saya udah liat juga. MultiTafsir.

Saya lagi niat bawa ke sajadah tar malam. Mau doa dulu. Minta Petunjuk Allah. Apa2 kalo lsg bcr, emang suka masalah. Makanya kita disuruh mikir dulu, doa dulu.

Sementara, kalem aja. Ga usah marah2 ke Pak Ahok. Barangkali krn beliau jg ga tau.

Lakukan penguatan internal aja. Dan banyak2 maafin, sambil trs pupuk semangat u jd pemimpin yang bijak bagi semua ummat. Saat nanti sebagian kwn ada yg jd penguasa, ga usah ngejelekin ummat lain dan kitab lain. Atau thd pemahaman ummat lain thd Kitab Sucinya. Bahwa berdakwah, ya harus. Tp berdakwah dg santun aja.
So

Apa yang harus kita lakukan? Menurut saya, kita marah dan kecewa namun harus tetap kalem. Kalemers saja kata Ustadz Yusuf Mansur.

Lebih baik tidak usah fokus kepada figur yang berstatement profokatif tersebut. Lebih bijaksana tidak menebar kebencian, sebab kita ingin menjadi muslim yang Rohmatan Lil 'Aalamiin. Mari kita belajar fokus kepada substansi. Sebenarnya apa sih yang dipermasalahkan?

Ternyata yang dipermasalahkan adalah Al Qur'an Surah Al Maidah ayat 51. Bagaimana bunyinya? Silahkan dibaca baik-baik QS Al Maidah ayat 51 sd 53 dibawah ini, kemudian tarik benang merahnya.
.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Allah swt berfirman,


Artinya

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.

Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: "Kami takut akan mendapat bencana". Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka.

Dan orang-orang yang beriman akan mengatakan: "Inikah orang-orang yang bersumpah sungguh-sungguh dengan nama Allah, bahwasanya mereka benar-benar beserta kamu?" Rusak binasalah segala amal mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang merugi.

(QS: Al-Maidah: 51 sd 53)

Sumber Al Qur'an dari http://quran-terjemah.org

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Yuk ngaji QS Al Maidah ayat 51 sd 53, mumpung lagi ngebranding. Semua orang jadi tahu dan penasaran apa sih isinya? Ini malahan (otomatis) menjadi solusi terbaik bagi pemahaman ummat yang mana melarang memilih PEMIMPIN (Wali) dari golongan lain. Ini lebih solutif daripada menebar kebencian kepada golongan lain.

Siapa tahu dapat ilmu dan hikmah dari ayat2 ini. Wallahu A'lam

Bagaimana menurut kawan2?

NB:

Presented by Paytren Ustadz Yusuf Mansur. KLIK DISINI




Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment