Sep 13, 2016

Pantas Hidup Kita Susah sebab Suka Memberikan Sisa-Sisa

Gaya hidup sisa-sisa? Itulah kita yang cenderung memberikan sisa untuk yang sebenarnya PENTING. Memberikan sisa untuk hal2 yang bisa menjadi asbab hidup mulia. Kok bisa? Bisa.... Inilah artikel dengan judul Gaya Hidup Sisa-Sisa yang saya copas dari artikelnya Mas Ippho Santosa. Sumber disini.

Cek it dot

----------------------------------------------------------------------------------------------------------

Sebagai pembicara seminar, saya pernah menyinggung soal "Gaya Hidup Sisa-Sisa".



Maksudnya? Simak saja contoh-contoh berikut.



Bakti ke orangtua?

Sisa-sisa waktu, sisa-sisa uang.



Kalau ada uang tersisa, baru kirim ke orang tua. Kalau nggak ada, nggak diupayakan. Namanya juga sisa-sisa.



Ditanya, “Kerja buat apa?” Menafkani anak dan istri. Lha orangtua? Nggak masuk hitungan. Buat orangtua, yah sisa-sisa perhatian saja.



Itu kan ke orangtua, kalau ke anak? Nggak jauh beda.
 Sisa-sisa waktu, sisa-sisa perhatian.



Bagi sebagian orang, yang lebih utama adalah kantor dan kerjaan. Anak? Yah itu tadi, sisa-sisa waktu saja. Sekenanya. Secukupnya.

Sholat? Berdoa? Sama saja.

Sisa-sisa waktu, bukan prioritas.



Jam 5.30 pagi, baru sholat subuh. Jam 2.45 siang, baru sholat zuhur. Yah itu tadi, sisa-sisa waktu.



Sedekah? Kurban? Ah, jangan ditanya.
Sisa-sisa uang.

Inilah Gaya Hidup Sisa-Sisa.

 Jangan heran, semakin ke sini semakin sulit hadir generasi emas. Entah pada diri kita atau pada keturunan kita. Dan sebagai ganjarannya, kita sebagai pelakunya juga hanya beroleh sisa-sisa di muka bumi ini. Baik secara ekonomi maupun secara dignity.

Walhasil, sepertinya Allah enggan berpihak kepada kita.

 Bagaimana mungkin Allah menganugerahkan yang terbaik, kalau kita hanya memberikan yang sisa-sisa?

Sekarang mainnya sisa-sisa, lha ujung-ujungnya? Hidup seperti sia-sia. Merugi. Menyesal.

Solusinya? Di berbagai training saya selalu berseru, "Mari kita beralih pada kehidupan yang lebih seimbang." Keluarga, punya hak. Orangtua, punya hak. Saudara, punya hak. Allah? Apalagi!

 Kalau hak-hak ini terpenuhi, justru kerjaan-kerjaan di kantor akan lebih mudah untuk diselesaikan.

Percayalah, sebenarnya kehidupan yang seimbang akan membuat kita lebih sehat dan lebih bersemangat. Think.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------

Dapat pencerahan dari artikel diatas? Semoga.

Sebab saya juga mendapatkan pencerahan dengan membaca artikel diatas. Serasa nampol.. hehe :)

Salam
AB

NB: Dipersembahkan oleh Rahasia Kunci Sukses. Penasaran apa itu panduan Rahasia Kunci Sukses? KLIK DISINI




Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment