Sep 22, 2016

Laa Taghdab Jangan Marah

Marah itu adalah perubahan kondisi jiwa sebab merespon sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan. Marah diidentikkan dengan hawa panas dalam jiwa yang menyembul keluar dalam bentuk ucapan, tindakan dan perbuatan. Yang difokusin disini adalah kondisi, situasi, atau aura dalam jiwa yang mulai menghangat sebab dipicu oleh sesuatu.


Semakin panas kondisi jiwa biasanya semakin memicu kemarahan. Jika kondisi jiwa yang panas dan semakin panas bisa didinginkan, sehingga terkendalilah ucapan tindakan dan perbuatan, maka itulah sejatinya JIHADERS sejati.

Namun ketika kondisi jiwa sudah panas dan semakin panas lalu di FOLLOW oleh ucapan, tindakan dan perbuatan maka jadilah dosa. Jadilah kemarahan itu asbab pembakar amal.

Ini dia anak turunan dari MARAH

> dongkol
> Sebal
> Baper (ngikutin kata perasaan)
> Nyolot (gampang nyamber)
> Provokish (mudah terprovokasi)
> Prasangkaish (Mudah berprasangka buruk)
> Nyalahish (mudah menyalahkan)
> Nyinyir
> Selfish (Keakuan, merasa aku benar)
> dan masih banyak lagi, ada yang mau bantu saya nambahin?

Cek kondisi jiwa ketika merespon sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan. Apakah ada letupan-letupan hangat yang memicu kita untuk buru-buru komentar? Kalau ada hati-hati, bisa jadi API Kemarahan mulai terpercik. Jika tidak buru2 dipadamkan bisa memicu rasa sombong. Endingnya adalah perpecahan, perselisihan, bahkan sampai perang dunia. Ngeri :)

Kita semua LEADER/ Pemimpin, kalaupun tidak lingkungan anda paling tidak leader untuk diri (jiwa) kita sendiri.

Berbicara leader, saya ingat betul apa kata teman saya yg sekarang menjadi tokoh masyarakat, "Pemimpin/ leader itu sedikit marah, bukan dikit-dikit marah, dikit-dikit marah"

Laa Taghdab3x, jangan mudah marah (diulang tiga kali), begitulah nasehat Nabi Shollallaahu 'Alaihi Wasallam

Semoga saya dan sahabat semua bisa mengendalikan nafsu AMARAH, sehingga menjadi sosok yang damai dan mendamaikan sesama. Aamiin

Salam
AB

NB:

Presented by MAGIS7, how to mengendalikan marah. Klik disini




Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment