Sep 29, 2016

Kisah Menemukan Tuhan yang Hilang

Dapat BCan dari teman, isinya bagus hampir mirip dengan kisah hidup ane. Keren deh :). Judulnya Jangan Campakkan Tuhanmu. baca sampai habis yah? Insya Allah ada pencerahan dalam kisah ini. Dan juga saya tambahin dikit di kesimpulan.

Cek it dot

Dalam beberapa hari ini, saya “meminjamkan” driver pribadi saya kepada anak saya yang baru saja menjadi pengantin. Untuk mobilitas ke berbagai tempat saya menggunakan taxi, grab atau uber. Dan alhamdulillah, saya mendapat banyak cerita dari para driver. Ternyata diantara mereka banyak yang sebelumnya menjadi pengusaha dan juga ada yang pernah menduduki posisi penting di perusahaan.

Apabila sudah merasa dekat, saya ngobrol hal-hal pribadi dengan mereka. Ada yang saya ajak makan bersama, ada yang saya ajak ngopi dulu, dan ada juga yang saya ajak mampir di rumah. Pertanyaan yang sering saya ajukan kepada mereka yang sudah terasa dekat dengan saya adalah “apa yang membuat bisnis Anda bangkrut?” Atau “apa yang membuat karir Anda mentok dan kemudian Anda resign?”


Meski latar belakang mereka beda namun jawabannya hampir senada “kami gelap mata dan sering melupakan Tuhan.” Ternyata, uang berlimpah dan jabatan yang tinggi sering membuat seseorang merasa “serba bisa, serba ada, serba mudah. Semua bisa diselesaikan dengan jabatan dan uang.” Rasa ketergantungannya kepada Tuhan semakin redup bahkan sering tidak membutuhkan Tuhan.

Yang menjadi “tuhan” baru adalah pelanggan, mitra kerja, atasan, semua stakeholders dan shareholders. Tuhan yang sesungguhnya justeru sering dilupakan. Mereka kemudian menambahkan “saat kami jatuh, kami baru ingat ada Sang Pemilik Rezeki yang sesungguhnya, Allah swt. Alhamdulillah kami dijatuhkan, apabila tidak mungkin kami semakin lupa daratan.”

Dari kejatuhan itu, mereka juga menjadi tahu siapa sahabat-sahabat sejatinya, siapa yang menjadi oportunis dan siapa yang hanya mencari keuntungan dari persahabatan yang selama ini dijalin.

Namun apabila boleh memilih, mereka lebih memilih mengenal Tuhannya saat berjaya dibandingkan mengenal Tuhannya setelah kejatuhannya. Nah, saaat ini seberapa dekat Anda dengan Tuhan Anda? Mari mendekat segera dan tidak perlu menunggu hingga kita terjatuh.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------

Memang seringkali kita baru menemukan Tuhan disaat kodisi hidup kita sedang dibawah, dan semakin digencet oleh takdir. dan ini sudah biasa terjadi..

Yang lebih dahsyat lagi ketika ada kisah menemukan Tuhan yang Hilang ketika sengaja ngenolin diri. Disaat semua yang ada dan dianggap Tuhan baik sadar atau tidak sadar dibuang dari kehidupan kita.

Tindakan nekat yakni Resign dari zona kaya aman dan nyaman, lalu ngenolin aset dan tabungan, bahkan baju di almari juga di sedekahkan. Mulailah saat2 pahiit bin getir bin buntu and mentok, tidak tahu harus kemana lagi. Daaaan saat itulah jiwa kita baru mau tunduk dan condong kepada Yang Maha Kuasa.

Saat itulah (dengan pasrah dan ikhlas) kita menyeru "Tuhan"

Awal pengakuan itulah yang Insya Allah menjadi asbab bagi ditemukannya jalan keluar bagi masalah hidup seruwet apapun. Pengakuan jujur dari dalam lubuk hati, ketika sudah tidak ada lagi sesuatupun yang bisa diharapkan kecuali Yang Maha Pengasih dan Penyayang.

Wallahu A'lam

NB:

Saya ada sebuah makalah judulnya "Revolusi Tauhid" dan "Pembelajaran Tauhid", ada 2. Eh ada 1 lagi ding, judulnya "From Hero to Zero", dari puncak kejayaan dan kekayaan lalu sengaja men "zerokan diri" demi belajar sebuah hikmah.

Kisahnya mirip atau persis dengan diatas, namun saya susun lebih detail dan rapih. Insya Allah setelah membacanya pemikiran anda akan terbuka lebar tentang rahasia kehidupan.


Makalah diatas ada dalam sebuah paket panduan Rahasia Kunci Sukses. Silahkan yang mau belajar bisa KLIK DISINI





Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment