Aug 21, 2016

Budaya Gemar Debat dan Menyalahkan di Media Sosial

Di negara kita ini saya lihat ada budaya baru yang unik. Bukan baru sih, sebenarnya sudah lama, menurut ane. Yaitu Budaya Gemar Debat dan Menyalahkan. Ada ISU sedikit aja langsung rame komentar, rame perdebatan, rame menyalahkan. Begitulah...

Contoh

PERISTIWA BOM SARINAH

Beberapa saat yang lalu terjadi tragedi bom sarinah. Selepas kejadian ini muncullah ragam komentar, ragam perdbatan dan ragam menyalahkan golongan ini dan golongan itu. Rame bener, khususnya di media sosial. Sampai2 masalah pakaian pak polisi saja jadi bahan perdebatan

PERISTIWA PENISTAAN AGAMA

Ada banyak ragam peristiwa penistaan agama yang mana langsung saja menyulut kemarahan dan emosi memuncak, sekali lagi khususnya di media sosial. Tiba2 banyak pembela kebenaran, sekali lagi di medsos.

Sebab kalau ketemu orangnya belum tentu segarang yang sebenarnya.

ISU KENAIKAN HARGA ROKOK



Sampai saat ini artikel ditulis, kenaikan harga rokok yang mencapai 50.000 perbungkus masih sebatas ISU. Namun sudah ramai. Ada yang pro ada yang kontra, padahal masih ISU. Emang pemerintah berani menghadapi pengusaha besar industri rokok? Semoga saja namun Ane tidak yakin

Lalu tiba2 muncul Kyai Medsos yang mendalil rokok haram, rokok makruh dan sebagainya.

Kesimpulan:

Sepertinya di negara kita ini kemampuan mengendalikan diri masih sangat terbatas. Kecenderungannya mengikuti apa kata hawa nafsu. Mengikuti kecenderungan dari keinginan diri.

Ada beberapa point dan fenomena
  • Ada golongan yang merasa benar dan tidak mau kalah
  • Ada yang mendadak ustadz
  • Ada yang mendadak motivator
  • Ada yang mendadak militan
  • Ada yang mendadak artis

Namun itu semua terjadi di medsos, sebab kalau ketemu orangnya belum tentu demikian..

Maksud saya adalah, kenapa kita tdk belajar mengendalikan diri? Belajar menahan diri menahan lisan. Sebab mulut yang tiada durinya ini sangat mudah melukai perasaan orang lain atau golongan lain. Ujung2nya perselisihan dan percekcokan di medsos. Celakanya kadang perselisihan itu antar teman sendiri yang terjadi di media sosial.

Wallahu A'lam





Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment