Jul 25, 2016

Kekuatan Ekonomi Ummat/ Kerakyatan Bag. 2

Ane terbiasa setiap tengah malam mengisi MIDNIGHT CURCOLL di grup WA komunitas kami Grup 1 Juta Kampung Paytren Nusantara. Harapannya bisa bermanfaat dan memberi motivasi serta inspirasi untuk kawan2. Termasuk yang saya copas ini adalah serial midnight curcol tentang Kekuatan Ekonomi Ummat dengan judul asli SEJARAH dan PERJUANGAN SYSTEM EKONOMI KERAKYATAN

Cek it Dot

.........................................................................................................................

Serial midnight Curcol KPN

#. SEJARAH dan PERJUANGAN SYSTEM EKONOMI KERAKYATAN

Curcol sejenak sebelum tidur.. Belajar bareng2

Dahulu kala sistem ekonomi menggunakan barter, atau tukar menukar barang dengan barang, sebab belum ada mata uang.

Lalu kemudian lahir ekonomi ummat/ rakyat. Jadi ekonomi dipanggul bareng2 oleh ummat. Makanya dahulu secara perorangan Muslim itu nampak biasa-biasa saja cenderung miskin. Namun begitu ada perintah perjuangan tiba2 Muslim menjadi golongan paling kaya, sebab semua potensi ummat dikerahkan

Seiring waktu sistem ini digerus oleh sistem ekonomi kerajaan, yang mana kerajaan menjadi sentra pemegang perekonomian. Sistem ini bermetamorfosis menjadi sistem ekonomi pemerintahan, yakni pemerintah yang memegang ekonomi.

Jaman berubah, yang mana sistem ekonomi pemerintahan (Merchantilisme) berubah menjadi system ekonomi kapitalis. Yakni pemilik modal menguasai perekonomian. Atau kapitalis merchantilisme yakni pemerintah memberikan ruang untuk pemilik modal untuk investasi. Dibeberapa banyak negara system ini masih bertahan termasuk Indonesia.

Dibeberapa belahan dunia yang lain system ini sudah berganti, sebab ada jurang antara si kaya dan si miskin. lalu lahirlah system ekonomi sosialisme. Di belahan bumi yang lain lahir system ekonomi Komunisme. Yakni sama rata sama rasa. System ini memaksa meruntuhkan si kaya, penegak hukum (jendral) dan atau tokoh spiritual yang menjadi penghalang.

Di Indonesia system ekonomi masih mengadopsi Kapitalis Merchantilisme, atau pemerintah menyediakan ruang buat pemilik modal. Dan naga-naganya system ini mulai goyah, yang diindikasikan dengan kerusuhan Mei 1998 dan berbagai aksi lain yang mengatasnamakan rakyat.

Ada 2 kekuatan ekonomi terselubung yang mulai bangkit dinegara kita tercinta yakni sosialis komunis dan ekonomi kerakyatan. Paytren adalah salah satu pelopor system ekonomi kerakyatan, yang mana rakyatlah yang diberikan ruang untuk menguasai ekonomi sebuah negara.

Rakyat yang memberikan modal, yang punya perusahaan sekaligus yang bekerja. Siapa yang bekerja dialah yang dapat hasil, seperti itulah sekilas ekonomi kerakyatan

Jadi sebenarnya perjuangan UYM dan paytreners hakikatnya menghidupkan kembali system ekonomi ummat. Dari ummat untuk ummat, sebagaimana dahulu kala pada jaman kejayaan.

Hakikatnya ini adalah Jihad memerangi system ekonomi lain yang tidak memenuhi aspek keadilan. Oleh sebab itu berjihadlah dengan benar2 mengerahkan sepenuh harta jiwa dan raga.

Kita memang tidak tahu apa yang akan terjadi ke depan, yang kita tahu kita sedang berjuang sekarang. Perjuangan yang tidak mudah, oleh sebab itu kerahkan ide, pikiran dan tenaga kita sehingga ketemu formulanya.

Muhammad Al Fatih dalam menaklukkan konstantinopel saja berjuang luar biasa, sehingga tercapai kemenangan. Perjuangan lintas generasi malahan. Pada akhirnya sabda Nabi saw terwujud 800 tahun setelahnya dengan kemenangan tentara Muhamad Al Fatih.


Beliau Al Fatih mengerahkan segenap pasukan, sampai mengerahkan berbagai strategi. Pada akhirnya setelah strategi gila, yakni mengangkat 70 kapal ke daratan tinggi, tercapailah kemenangan.

Yang jadi perenungan kita adalah.. Apakah kita sudah berusaha, berpikir, dan mengerahkan ide terbaik sehingga mudah2an kemenangan itu teraih? Kalau belum mulailah berpikir dari sekarang, sebab perjuangan kita adalah perjuangan besar atas nama ekonomi kerakyatan. Atas nama ummat/ rakyat

SIAPA yang mau ikut saya mengangkat kapal ke daratan?

Salam
Kampung Paytren Nusantara

Presented:

www.kampungpaytren.com
www.kampungpaytren.net
www.paytrenfitur.com




Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment