Jul 19, 2016

Faktor Pemicu Pembenaran Terhadap Takdir, Penting

Judul aslinya adalah "Pemicu" by Jamil Azzaini Direktur Kubik Grup. Pada intinya kita kudu peka dengan "fakta kehidupan" yang ada sekarang. Jangan sampai "fakta kehidupan" yang tidak diinginkan MEMICU kita untuk mencari pembenaran. Tetapi jadikan "fakta kehidupan" kita sebagai FAKTOR PEMICU untuk menjadikan kita sebagai pribadi yang lebih baik dan tangguh. Cek it dot


......................................................................................................................................

Dulu, saya termasuk orang yang beranggapan bahwa hidup miskin tidaklah mengapa yang penting bahagia dan mati masuk surga. Hidup tidak perlu “ngoyo” mengejar kesuksesan yang semakin tinggi. Dengan paradigma seperti ini, bisnis yang saya jalani tumbuh lamban karena prinsipnya “yang penting bisa menggaji karyawan.”

Sampai suatu ketika, 11 bisnis saya ambruk dan meninggalkan banyak masalah. Beberapa saat setelah bisnis saya bangkrut, saya temukan tumpukan proposal permohonan bantuan pemberdayaan masyarakat yang ditujukan kepada saya. Secara acak saya baca proposal itu, banyak yang menarik dan sangat layak dibantu. Namun, saat itu keadaan keuangan saya sedang kacau sehingga saya tidak bisa membantu satu rupiah pun.

Dalam suasana batin yang tidak menentu, saya menenangkan diri dengan sering berucap “tidak apa-apa miskin yang penting bahagia dan mati masuk surga.” Ketika saya mengucapkan kata-kata itu, ada sahabat saya yang nyeletuk “yakin amat kamu masuk surga, memang seberapa banyak kebaikan yang sudah kamu lakukan? Kalau toh kamu sudah banyak berbuat baik, apakah kamu yakin kebaikan kamu itu diterima sama Allah swt?”

Mendapat komentar seperti itu, gejolak hati semakin membuncah, galau dan membuat saya sulit tidur. Saya melakukan banyak perenungan, diskusi dan kembali mencari jati diri yang baru. Melalui pencarian yang cukup panjang, akhirnya saya menemukan kesadaran baru yaitu “bangkrutnya bisnis saya adalah pemicu paradigma baru dalam hidup saya. Ternyata, hidup sukses itu penting agar kita mampu memberi banyak manfaat kepada orang lain.”

Kemiskinan membuat kita memiliki banyak keterbatasan untuk membantu orang lain. Sebaliknya, keberlimpahan membuat kita bisa lebih banyak melakukan hal-hal yang positif tanpa harus tergantung dengan bantuan orang lain. Keberlimpahan juga bisa lebih punya pengaruh untuk mengajak orang lain dalam program-program kebaikan. Sejak saat itulah, saya memilih hidup SuksesMulia. Kesuksesan perlu terus kita tingkatkan, disaat yang bersamaan kemuliaan (memberi manfaat) terus kita perluas.

........................................................................................................................................

So

Kalau anda belum miskin, belum bangkrut, belum mendapatkan ujian takdir yang berat, bersyukurlah. Lalu jadikan karunia untuk menjadi lebih baik. Namun kalau anda pada saat ini,
  • Berat hidupnya
  • Miskin dan penghasilan minim
  • Banyak utang
  • Bangkrut
  • Penyakitan

Dan lain sebagainya maka jangan sekali-kali mencari pembenaran. Tetapi jadikan itu sebagai faktor pemicu untuk kita supaya lebih baik dan tangguh. Memang kadang begitu cara Tuhan menghebatkan kita

Wallahu A'lam

Sukses untuk kita semua
Salam

Presented by: Rahasia Kunci Sukses. Rahasia menemukan faktor pemicu kesuksesan sejati. Klik disini untuk detail





Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment