Jun 11, 2016

Ternyata Inilah Persembahan Terbaik Kita untuk Bekal Akherat

Kita semua tahu bahwa hidup di dunia hanya sementara saja. Kemudian kita akan mati dengan membawa serta amalan baik atau buruk. Oleh sebab itu bawalah bekal terbaik kita sebelum hari keabadian. Apakah bekal terbaik kita menuju akherat? Apakah sholat ribuan rakaat? Atau hapal Qur'an dan Hapal Ribuan Hadist? Tentu saja iya... Namun...

Namun ijinkan saya memberikan pemahaman yang lain, untuk memperkaya paradigma kita. Bahwa bekal terbaik atau persembahan terbaik kita bukanlah sekedar itu semua. Kalau hanya hapal maka orang2 non Islam juga bisa hapal. Itu semua hanyalah indikasi bahwa bekalnya sudah bagus, namun tidak jaminan.

Sebab yang penting adalah torehan manfaat untuk sesama dan semesta alam. Yang penting adalah daging bukan isi. Lalu seperti apakah persembahan terbaik itu..?? Ternyata Inilah Persembahan Terbaik Kita untuk Bekal Akherat, yang saya kemas dalam sebuah kisah fiksi

PERSEMBAHAN TERBAIK

Alkisah ada seorang Guru WASKITA yang memiliki 3 murid. Ketiga-tiganya ternyata menyukai putri sang Guru dan hendak melamarnya.

"Turunlah dari Gunung Lawu ini, saya kasih waktu 5 tahun. Berikan persembahan terbaikmu. Barang siapa yang membawa persembahan terbaik, maka berhak atas puteriku ini". Begitulah titah sang Guru

"Baik Guru". Jawab ketiga muridnya

Maka kemudian bergegas 3 murid sang Guru turun gunung dengan membawa impian masing-masing. 5 tahun berlalu, dan hari penilaian tiba. Sang murid bergegas kembali ke Padepokan Gunung Lawu membawa persembahan terbaik mereka.

"Persembahan terbaik apakah gerangan yang kalian bawa wahai muridku?" Tanya sang Guru..

"Hamba membawa keluhuran budi Guru.. Saat hamba turun gunung, lalu mengembara ke dunia luar yang masih asing. Ketahuilah Guru, bahwa dunia penuh angkara murka dan tidak layak untuk sang Puteri Jelita. Hamba telah menyiapkan tempat menyepi dengan dibelantara cinta. Belajar arti kebijaksanaan dalam penyatuan alam semesta". Begitulah jawaban Kakak pertama yang sudah menjadi Resi dan Pujangga.

"Hmmm.. bijak sekali engkau muridku.. Lalu apa yang Engkau bawa wahai muridku?". Tanya sang Guru kepada Kakak kedua.

"Saya membawa kelimpahan Guru.. Saat turun gunung, baru hamba mengetahui bahwa dunia itu butuh kekayaan. Barang siapa yang tidak punya kekayaan maka dialah orang yang terhina dan terbuang. Maka itulah hamba kemudian bekerja keras siang dan malam selama 5 tahun sehingga terkumpul harta benda yang cukup untuk 7 turunan. Niscaya sang puteri akan senang, aman dan nyaman". Begitu jawaban kakak kedua

"Hmmm... syukurlah engkau sudah menjadi saudagar sekarang. Lalu apa yang engkau bawa wahai muridku?". Tanya sang Guru kepada kakak ketiga

"Mohon maaf guru, selepas turun gunung hamba selalu terngiang-ngiang ucapan Guru untuk menjadi yang terbaik dan mempersembahkan yang terbaik. Maka saat itu juga hamba langsung menerapkannya disaat bertemu dengan orang pertama disebuah kampung. Hamba berikan bantuan yang terbaik yang hamba bisa lakukan. Tidak disangka setahun kemudian hamba malah diminta menjadi ketua suku kampung. 2 tahun kemudian hamba diminta menjadi ketua perkumpulan suku sebab sudah membuat kampung hamba menjadi sejahtera".

Kakak ketiga melanjutkan, "Dan sekarang malah sedang ada Pilja atau pilihan Raja. Hamba dipaksa rakyat untuk menjadi Raja di nuswantoro. Maaf Guru, silahkan sang puteri diberikan saja kepada Kakak pertama atau Kakak kedua. Sebab hamba takut tidak bisa membahagiakannya, karena sebagian besar waktu sudah hamba berikan kepada sesama dan semesta. Hamba mohon pamit, sebab ada rakyat sudah menanti". Begitu penjelasan kakak ketiga.

Sang Guru menjawab, "Bawalah Puteriku serta, sebab engkau telah membawa persembahan yang terbaik"

"Murid-muridku dengarkanlah" Kata sang Guru melanjutkan.

"Persembahan terbaik itu bukanlah berbicara tentang diri kita. Bukan tentang kebutuhan dan hawa nafsu dalam diri kita yang harus dipenuhi. Setinggi apapun engkau ketika semuanya hanya untuk dirimu sendiri hakikatnya itu semua kosong. Sebab manusia tiada memiliki apapun di alam dunia ini kecuali hanya titipan. Muridku.. Persembahan terbaik itu berbicara tentang orang lain"..

Sang guru diam kemudian melanjutkan..

"Persembahan terbaik adalah bagaimana kita sebagai hamba Sang Pencipta memberikan diri kita untuk sesama. Memberikan apa yang kita punya entah itu harta, tenaga, pikiran dan semuanya bagi manfaat semesta alam. Semua ditujukan agar kelestarian bumi dan segala mahluk yang ada didalamnya bisa terjaga".

"Untuk itu wahai semua muridku yang terkasih.. Yang kalah jangan bersedih apalagi ada dendam, dan yang menang juga jangan besar kepala. Masih ada waktu bagi kita semua untuk memberikan persembahan terbaik kepada Sang Pencipta. Niscaya hadiah yang diberikan_Nya jauuuuuuh lebih besar dari sekedar puteri sang guru.. Bisa dimengerti wahai muridku..??" Tanya sang guru

"Baik Guru". Jawab sang murid

Pesan:

Manusia diturunkan ke dunia untuk PATUH kepada_Nya didalam mengemban misi. Misi manusia adalah menjadi Khalifah, Rahmat untuk Sesama dan Semesta Alam..

Sebelum hari penilaian tiba, apakah kita sudah membawa persembahan terbaik supaya mendapatkan reward Surga..??? Kalau belum, masih ada waktu.. Sekali lagi masih ada waktu...

Wallahu A'lam

NB

Memahami hikmah... Hikmah itu mahal, dan tiada bisa dinilai dengan harta benda. Bagi kawan2 yang mau belajar hikmah kehidupan silahkan ikutin panduan kami

1. Rahasia Kunci Sukses... Terkait dengan keyakinan, rezeki, kekayaan dan kemuliaan
2. Magis7.. Panduan manajemen hati. Mendesain ketangguhan jiwa, mencipta keajaiban.

Silahkan dipilih :)




Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment