Jun 7, 2016

Seperti Inilah Persembahan Terbaik Kita Kepada Sang Pencipta

Apa persembahan terbaik yang sobat akan persembahkan kepada Tuhan Semesta Alam?? Untuk memahaminya silahkan membaca kisah fiksi sebagai analogi ini. Alkisah ada seorang Guru WASKITA yang memiliki 3 murid. Ketiga-tiganya ternyata menyukai putri sang Guru dan hendak melamarnya.

"Turunlah dari Gunung Lawu ini, saya kasih waktu 5 tahun. Berikan persembahan terbaikmu. Barang siapa yang membawa persembahan terbaik, maka berhak atas puteriku ini". Begitulah titah sang Guru

Maka kemudian bergegas 3 murid sang Guru turun gunung dengan membawa impian masing-masing. 5 tahun berlalu, dan hari penilaian tiba. Sang murid bergegas kembali ke Padepokan Gunung Lawu membawa persembahan terbaik mereka.

"Persembahan terbaik apakah gerangan yang kalian bawa wahai muridku?" Tanya sang Guru..
"Hamba membawa keluhuran budi Guru.. Saat hamba turun gunung, lalu mengembara ke dunia luar yang masih asing. Ketahuilah Guru, bahwa dunia penuh angkara murka dan tidak layak untuk sang Puteri Jelita. Hamba telah menyiapkan tempat menyepi dengan dibelantara cinta. Belajar arti kebijaksanaan dalam penyatuan alam semesta". Begitulah jawaban Kakak pertama yang sudah menjadi Resi dan Pujangga.

"Hmmm.. bijak sekali engkau muridku..". Jawab sang Guru

Kakak pertama tersenyum dan meyakini bakalan menang. "Lalu apa yang Engkau bawa wahai muridku?". Tanya sang Guru kepada Kakak kedua.

"Saya membawa kelimpahan Guru.. Saat turun gunung, baru hamba mengetahui bahwa dunia itu butuh kekayaan. Barang siapa yang tidak punya kekayaan maka dialah orang yang terhina dan terbuang. Maka itulah hamba kemudian bekerja keras siang dan malam selama 5 tahun sehingga terkumpul harta benda yang cukup untuk 7 turunan. Niscaya sang puteri akan senang, aman dan nyaman". Begitu jawaban kakak kedua

"Hmmm... syukurlah engkau sudah menjadi saudagar sekarang." Jawab sang guru

Kakak kedua tersenyum dan yakin dia bakalan memenangkan sayembara ini dan kemudian menikahi sang puteri. Lalu apa yang engkau bawa wahai muridku?". Tanya sang Guru kepada kakak ketiga

"Mohon maaf guru, selepas turun gunung hamba selalu terngiang-ngiang ucapan Guru untuk menjadi yang terbaik dan mempersembahkan yang terbaik. Maka saat itu juga hamba langsung menerapkannya disaat bertemu dengan orang pertama disebuah kampung. Hamba berikan bantuan yang terbaik yang hamba bisa lakukan. Tidak disangka setahun kemudian hamba malah diminta menjadi ketua suku kampung. 2 tahun kemudian hamba diminta menjadi ketua perkumpulan suku sebab sudah membuat kampung hamba menjadi sejahtera".

Kakak ketiga melanjutkan, "Dan sekarang malah sedang ada Pilja atau pilihan Raja. Hamba dipaksa rakyat untuk menjadi Raja di nuswantoro. Maaf Guru, silahkan sang puteri diberikan saja kepada Kakak pertama atau Kakak kedua. Sebab hamba takut tidak bisa membahagiakannya, karena sebagian besar waktu sudah hamba berikan kepada sesama dan semesta. Hamba mohon pamit, sebab ada rakyat sudah menanti". Begitu penjelasan kakak ketiga.

Sang Guru menjawab, "Bawalah Puteriku serta, sebab engkau telah membawa persembahan yang terbaik"

Pesan:

Manusia diturunkan ke dunia untuk PATUH kepada_Nya didalam mengemban misi. Misi manusia adalah menjadi Khalifah, Rahmat untuk Sesama dan Semesta Alam..

Sebelum hari penilaian tiba, apakah kita sudah membawa persembahan terbaik supaya mendapatkan reward Surga..??? Kalau belum, masih ada waktu.. Sekali lagi masih ada waktu..

Wallahu A'lam

NB

Memahami hikmah... Hikmah itu mahal, dan tiada bisa dinilai dengan harta benda. Bagi kawan2 yang mau belajar hikmah kehidupan silahkan ikutin panduan kami

1. Rahasia Kunci Sukses... Terkait dengan keyakinan, rezeki, kekayaan dan kemuliaan
2. Magis7.. Panduan manajemen hati. Mendesain ketangguhan jiwa, mencipta keajaiban.

Silahkan dipilih :)



Artikel Terkait



1 comment:

  1. pelajaran yg sangat berharga dan menyentuh,terima kasih pak admin

    ReplyDelete