Jun 21, 2016

Ketika Amalan Sukses Tidak Mampu Menjadi Solusi Hutang

Pusing banget ketika kondisi nyaris mentok. Lalu kemudian berdoa kepada Allah swt terutama ketika kondisi benar-benar mentok. Namun sudah berdoa, sudah dhuha, zikir, sedekah dan ini itu dilakukan nggak ada hasil. Ada hasilnya, yaitu tambah pusing tambah stress.

Sebagaimana curhatan sahabat kita sbb,


Assalamualaikum pak, Disini sy mau minta tolong.apa yang harus sy lakukan..segala amalan sudah sy lakukan tp msh blm ada hasil..sy percaya mukjizat itu ada..solat malam solat Dhuha..dzikir sodakoh smua sdh sy lakukan. Tp msh blm ada hasil.sy terjepit utang 50 jt dan harus diselesaikan minggu ini. 

Sy bahkan mencoba mencari pinjaman lagi utk menutupi utang yg sudah masuk jatuh tempo itu tp masih blm ada hasil.kadar iman kami masih segini yg mengharapkan balasan secepatnya..bahkan utk bli susu pun tak ada uang.sy minta tolong pak apa yg harus sy lakuka.Makasih. Salam

Jawab:

Waalaikumsalam. Semoga masalah segera teratasi. Mari kita doakan sahabat dan saudara kita ini dan semuanya yang sedang mengalami masalah serupa.. Doa kembali ke kita semua. Aamiin

Saya sudah menulis banyak artikel tentang KETANGGUHAN. Supaya sahabat yang sedang menerima ujian bisa belajar tangguh. Namun kadang saya speechless sebab NYATA2 belajar ketangguhan itu berat. Sampai berbusa-busa saya ngomong juga seringkali percuma.

Mengapa percuma? Sebab mayoritas yang sedang menerima ujian pasti sedang stress. Dikasih pencerahan kayak apapun sepertinya nggak akan ngefek, atau berefek namun kecil.

Bagaimana tidak stress...?? Esok hari harus bayar hutang misalnya. Bagaimana tidak panik...???

Seperti itulah mayoritas kita-kita. Mudah melakukan kesalahan atau dosa, dan ketika dosa itu menjadi wasilah azab dunia lalu kita stress. Teriak-teriak, meratap-ratap dsb. Karena ujung2nya PASTI salah kita juga. Ngapain dahulu kudu ngutang gede? Kalau dulu berani hutang maka sekarang harus siap menerima resikonya. Harusnya gitu.

Namun kita cenderung gampang hutang dan membayangkan kesenangan, kegembiraan, kenikmatan dan semacamnya selepas hutang. FAKTANYA selepas hutang banyak yang bangkrut, banyak yang gagal dsb. Akhirnya kegembiraan yang dahulu dibayangkan sirna, berganti dengan kesedihan. Sedih dan terlalu sedih seakan-akan tidak siap dengan resiko. Lalu mulailah banyak mencari kambing hitam.

Sahabat ayolah kita belajar tangguh. Indonesia membutuhkan pribadi-pribadi yang tangguh dan tahan banting. Semua manusia pasti punya masalahnya sendiri-sendiri, hadapi saja masalahnya.

Lalu CARILAH TUHAN Sang Pencipta ketika sedang diuji. Jangan mengikuti hawa nafsu yang maunya masalah dan ujian segera usai secepat kilat. Jangan mengikuti KEPANIKAN Nafsu, yang mana jaminannya adalah KEBINASAAN.

Carilah TUHAN Sang Pencipta dalam setiap proses yang mengharu biru. Jangan ujug-ujug mencari pinjaman, bank, rentenir, orang, lembaga, yayasan dsb. Ini sudah salah fatal.

Kita cenderung mengesampingkan peran Tuhan, sebab seolah-olah menganggap tidak bisa memberi solusi. Kita langsung tertuju pada pinjaman, bank dsb yang dipikir adalah solusi. Padahal bukan sama sekali.

Ah sudahlah...

Nanti disambung lagi terkait dengan pertanyaan diatas.. Saya mau istirahat dulu.

Wallahu A'lam

NB

Presented by Magis7. Belajar Ilmu KETANGGUHAN.




Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment