Apr 4, 2016

Ternyata Tidak Mudah Berprasangka Positif, Ini Kisahnya...!

Budi: "Gimana sih Jon... Dihubungi kok susah amat... Sudah dibantu malah kabur, sekarang balikin saja uang saya. Saya tunggu hari ini ya? Ingat Tuhan tidak tidur"

Jon: "Baik Pak Budi, segera saya kembalikan uangnya, mohon sabar sebentar ya Pak? Saya sedang ada kesibukan untuk beberapa jam kedepan"

Ceritanya Budi kasih Jon uang 1 juta untuk membeli sepeda lipatnya Jon. Sayangnya setelah ditransfer Jon nggak ada khabar, malah 2 hari HP nya off. Sebelumnya Jon sudah bilang, bahwa beberapa hari ini akan susah dihubungi sebab Jon sedang keluar kota.

Namun dalam persangkaan Budi, Jon hendak lari. Mentang2 sudah ditransfer 1 juta lalu tidak bisa dihubungi. Dalam persangkaannya Budi menganggap Jon sebenarnya tidak punya Sepeda Lipat. Itu hanya akal-akalannya Jon agar dapat duit. Budi sudah berprasangka negatif, tambahan lagi ia bawa2 Tuhan dalam prasangkanya.

Padahal aslinya memang Jon punya sepeda lipat, dan akan dikirim setelah Jon selesai dari tugas luar kota. Namun sehubungan dengan kegiatan luar kota tersebut Sepeda nya belum juga dikirim. Pun Jon susah dihubungi sebab memang Sinyal HP di luar kota itu susahnya minta ampun. Maklum sih, di pedalaman Kalimantan.

Bambang: "Jhon you bisa jelasin ke Budi sebenarnya khan..??"

Jon: "Nggak apa-apa, biarin saja. Tidak ada yang perlu dijelasin, mungkin Saya yang salah"

Diatas adalah kisah nyata, yang saya rubah viewnya. Saya rubah pula aktornya, pun dengan beberapa hal lain. Pada intinya kisah diatas tentang "Sulitnya berprasangka baik". Dalam hal ini Budi masih susah mengendalikan prasangka, sementara Jon sedang belajar melakukan Manajemen Hati/ Jiwa.. Keren


Seperti tulisan ini yang sudah saya share di FB rpibadi

...........................................................................................

Ternyata yang paling BERAT adalah menjaga dan maintain perasaan. Menjaga prasangka. Menjaga emosi......

Kita mudah sekali mengikuti isi pikiran dan perasaan, apalagi kondisi diluar sedang kalut, sehingga mudah pula berprasangka negatif. Kita mudah terbawa perasaan sehingga mudah meluapkan kemarahan dan emosi tak terkendali.

Padahal syaratnya surga adalah mengendalikan perasaan dalam jiwa sehingga stabil. Mau apapun dan bagaimanapun jiwanya tetap tenang. Jika jiwa/ perasaan/ nafsu susah dikendali maka jangan salahkan hidupnya juga tak terkendali. "Laa Taghdzaab 3x"

Mudah-mudahan kita semua dikaruniai jiwa yang tenang, sehingga diberi kemampuan untuk masuk ke dimensi surgawi. Amiin

Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai; lalu masuklah ke dalam jemaah hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku (QS al-Fajr: 27-30).

Wallahu A'lam

........................................................................................

NB

--> Mengendalikan jiwa itu tidak mudah. ASLI penuh tantangan. Mau belajar 77 hari manajemen hati menuju ketangguhan?? Ikuti panduan magis7. klik disini

--> Mau Belajar Hikmah Hidup dan Rezeki..?? Ikuti panduan 360 hari menarik sukses Rahasia Kunci Sukses. Klik disini
--> Ikuti FB baru saya di https://www.facebook.com/AdhinBusroAlHafiz
--> Twitter baru ane di https://twitter.com/Adhin_Busro
--> Contact WA: 088218128084 atau WA 08811123074



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment