Mar 15, 2016

Ternyata Realitanya Susah Belajar Ikhlas, Tabah dan Sabar dalam Ujian

Banyak sudah yang menasehati untuk ikhlas, atau tabah atau sabar dalam ujian. Misalnya seseorang yang bisnisnya bangkrut lalu mendapat nasehat dari Ustadz untuk ikhlas, sabar dan atau tabah. Tentu saja solusi dari Kyai atau Ustadz ya begitu, khan mereka memang Ustadz dan jawabannya ya begitu... Sabar, karena orang sabar disayang Tuhan.... bla bla bla.

Padahal kalau sang Ustadz atau Guru Ngaji itu dapat masalah yang sama, mereka juga belum tentu benar-benar bisa Ikhlas, Sabar dan atau Tabah sebagai bentuk ketangguhan jiwa menghadapi ujian yang seakan-akan menekan jiwa raga. Sebab realitanya memang gitu kok...Ternyata Realitanya Susah Belajar Ikhlas, Tabah dan Sabar dalam Ujian. Simak saja beberapa keluhan dari sahabat kita yang masuk by email berikut ini,

Ujian 1: Tidak ada Pekerjaan

....................................................................................
Maaf sebelumnya jika saya menganggu waktunya. Saya butuh sharing dengan orang yg tepat soalnya.. Begini pak.. Insya Allah saya punya niat untuk menikah secepatnya pak untuk menghindari bertumpuknya hal yg dilarang dalam agama sedangkan kondisi sekarang saya belum mendapatkan pekerjaan lagi setelah bulan agustus pak.

Saya minta saran doa atau amalan yg cocok buat saya agar segera mendapatkan pekerjaan atau usaha dengan gaji yg cukup. Saya tidak mau menjadi beban untuk orang orang yg sudah menyayangi saya nantinya pak. Sekian dulu pak. Sudi kiranya bapak untuk mebalas email saya ini karena akhir akhir ini hal ini semakin membuat saya agak berpikir lebih dan tidak ada satu orangpun yg blm saya ajak sharing. Terima kasih. Wassalam
............................................................................................

Ujian 2: Pekerjaan dan Hutang

..............................................................................................
Assalamualaikum Wr. Wb. Selamat siang pak adhin,perkenalkan saya Axxx, saya mohon bantuan pencerahan dengan permasalahan keuangan saya, saat ini saya sudah tidak bekerja dikarenakan ada pengurangan karyawan besar2an istri saya bekerja dengan gaji yang cukup untuk kebutuhan selama 1 bulan saja, uang hasil kerja saya saya buat usaha diawal2 lancar setelah mendapat 3 bulan masalah mulai datang hingga saya mengalami kemunduran dan berhenti dibulan ke 4 sampai saat ini saya masih ada kendala keuangan sampai saat ini untuk mencicil rumah tidak bisa sampai saya jual agar bisa melunasi hutang saya ke bank, sementara saya tingal dirumah mertua saya sampai saya bisa bekerja dan melunasi hutang2 yang masih ada pada saya, mohon bantuannya agar bisa mendapatkan solusi meskipun harus menjual rumah yang penting saya bisa melunasi hutang2 saya 
..........................................................................................................

Ujian 3: Hutang karena Ulah Orang Lain

.................................................................................................
Asalamualaikum....bagaimana ya pak....saya bingung dg maslah saya...uatang saya banyak tapi krn org lain....jadi kadang saya merasa tidak ikhlas untuk mbyar utang
...................................................................................................

Nah ada 3 buah masalah hidup sebagai bagian dari UJIAN.. Faktanya tidak mudah menerima ujian dengan ikhlas. Tidak mudah mengatakan begini,

"Alhamdulillah selesai kontrak kerja, alamat bisa ada waktu lebih banyak untuk keluarga"

"Alhamdulillah dipecat, bisa punya waktu buat ibadah lebih banyak"

"Alhamdulillah hutang nggak lunas-lunas, jadi wasilah belajar sabar"

Faktanya nggak mudah, asli nggak mudah. Bahkan saya banyak nemuin guru-guru agama atau katakanlah Kyai/ Ustadz yang mengibarkan bendera putih juga ketika menghadapi ujian seperti diatas. Bendera putih alias hilang kesabaran kemudian menanyakan kepada Tuhan, "Tuhan mengapa hidupku begini...??", seolah-olah menyalahkan Tuhan atas takdir hidupnya.

Anda yang bilang mudah, kemungkinan besar belum ngerasain. Sehingga dengan mudahnya menasehati "sabar". Dan percayalah nasehat dari orang-orang yang belum mengerti akan makna kesabaran terasa dangkal, tidak ada power.

Kesimpulannya apa..???

Kesimpulannya sebenarnya banyak manusia yang mengerti PETA, namun tidak tahu dalam hal menjalaninya. Oleh karena itu meski punya peta seringkali masih tersesat. Maksud saya begini, memang jawaban terhadap ujian seperti diatas adalah "SABAR, TABAH dan IKHLAS"

Jawabannya memang itu, namun realitanya yakni pada saat penerapan ilmu sabar ternyata susah. Masak harus sabar, slow, nggak stress atau pusing ketika uang habis namun susu anak WAJIB beli. Mau hutang sudah gak ada yang ngutangin, nggak hutang susu nggak kebeli. Mau jual sesuatu sudah tidak ada yang bisa dijual lagi.. STRESS khan..?? Apalagi ngelihat anak kita yang masih BAYI nangis semaleman sebab nggak ada susu. Tambah stress.

Terus apa solusinya...??

Ya itu tadi, petanya sudah ada yakni "Belajar SABAR, TABAH dan ikhlas itu tadi".

"Tapi realitanya susah Mas Ji"

Emang iya nggak gampang. Terus mau apa lagi coba? Mau nyolong..?? Ntar ketangkep polisi dan dipenjara lho?. Mau nggak mau ya kudu belajar sabar. Paling tidak memaksakan diri untuk bersabar.

"Aaah Mas ini pinter nasehatin, belum tentu kalau masalah ini anda ngalamin bisa sabar"

Makanya Mas Ji, justru karena ane sering ngalamin makanya bisa ngomong. Baca petanya, disitu solusinya.

Insya Allah akan saya bahas detail masalah ini deh. Saya bahas diartikel yang lain, sebab ada rahasia yang harus anda tahu. 3 kata sabar, tabah dan ikhlas harus membutuhkan penjelasan yang lebih panjang supaya ada pemahaman yang baik.

Atau silahkan browsing-browsing di blog ini kayaknya sudah banyak artikel tentang belajar sabar, dan ikhlas.

Sementara ini dulu....

Wallahu A'lam

NB

Dipersembahkan oleh Rahasia Kunci Sukses. Panduan 360 hari menarik sukses. Untuk mengikuti panduan RKS ini silahkan klik disini. 



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment