Mar 28, 2016

Pertolongan Allah swt ada di Detik-Detik terakhir

Seringkali ujian ISTIKOMAH itu ada pada detik2 terakhir. Sebab itulah banyak yang berguguran. Sebab apa? Sebab keimanannya masih dominan memakai logika. Padahal IMAN itu pada awalnya memakai logika akal namun pada satu titik tidak perlu logika.

Misal: Percaya pada surga dan neraka sudah ranah IMAN. Namun untuk percaya kepada adanya surga dan neraka memerlukan bukti-bukti kebenaran berita atau wahyu sebelumnya. Satu contoh misalnya MUMI FIRAUN. Dahulu kebenaran adanya MUMI FIRAUN yang diselamatkan adalah ranah IMAN. Namun sekarang ini sudah terbukti kebenarannya seiring waktu. Dan ada tak terhitung kebenaran2 Ilahi lainnya yang dahulu hanya bisa di percaya dengan IMAN namun saat ini sudah terbukti kebenarannya.

Apakah hanya kebenaran itu? Tentu tidak, namun banyak tak terhitung. Silahkan sobat bisa mempelajari bukti kebenaran Al Qur'an, misalnya
  • Mukjizat besi
  • Mukjizat 2 laut yang menyatu
  • Mukjizat Air mani 
  • 3 lapis kegelapan
  • Dan mukjizat ilmu pengetahuan lainnya
  • Atau mukjizat matematika Al Qur'an
  • Atau bukti kebenaran hadist Nabi saw

Silahkan belajar, membaca, memahami sampai menyimpulkan bahwa Al Qur'an itulah kebenaran sejati dan hakiki abadi selama-lamanya.

Dengan adanya kebenaran-kebenaran yang susul menyusul, maka tidak bisa tidak, berita masa depan lainnya adalah BENAR, misalnya surga dan neraka.

Kembali ke laptop....

Makanya kemudian kita harus belajar PERCAYA bahwa Janji Allah adalah benar. Faktanya belajar PERCAYA membutuhkan proses seumur hidup, sehingga level imannya makin lama makin naik.

Contoh: Allah akan mengabulkan semua DOA hamba-hamba_Nya yang berdoa. Ketika hamba (kita) punya hutang misalnya maka doanya pasti supaya hutangnya lunas. Tinggal hamba (kita) istikomah atau tidak dalam berdoa. PASTI ada ujian pasti ada tantangan yang menghadang.

Pasti ada perang logika dan perang iman, apalagi esok hari harus membayar tagihan, dan kalau tidak dibayar akan jadi masalah besar. Jika iman menang, maka hamba (kita) tidak akan bergeming menunggu pertolongan Allah swt. Dan kalau hamba (kita) condong kepada logika, maka ia akan mencari hutangan lainnya untuk menutup hutang sebelumnya. Gali lobang tutup lobang.

Endingnya adalah:

Jika sang hamba (kita) tetap istikomah bertahan dan ber Tuhan, maka percayalah pertolongan itu akan datang meski di detik-detik terakhir. Meskipun pedang sudah menempel leher ia tetap percaya bahwa Allah akan memberikan mukjizat. Fakta sejarah mengatakan ketika pedang menempel di leher Nabi Ismail as, mukjizat datang. Pengorbanan Nabi Ibrahim as diganti dengan seekor domba.

Oleh karenanya siapapun hamba yang istikomah pasti akan mendapatkan pertolongan pada akhirnya, tidak bisa tidak. 

Jika sang hamba bergeming kemudian mulai condong ke lain hati, maka pertolongan itu akan semakin menjauh. Jika sang hamba tidak tahan ketika melihat kilatan pedang semakin mendekati leher, lalu ia lari maka pertolongan itu tidak akan datang. Mukjizat itu tidak akan dialami dan dirasakan. 

Oleh karena itu sekali lagi mari sama-sama belajar istikomah didalam bertahan dan ber Tuhan. Nyatanya tidak mudah, sebab itu teruslah belajar. Mulai dari belajar istikomah yang kecil-kecil sampai bisa bertahan dan istikomah pada ujian2 yang besar.

Wallahu A'lam

NB

Yuk belajar KEYAKINAN dalam panduan 360 hari rahasia kunci sukses. Caranya klik disini 





Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment