Mar 24, 2016

Nyinyir Karena Sombong itu Amat Sangat Berbahaya, Waspadalah...!

Apa itu NYINYIR...??? Nyinyir itu bahasa kita-kitanya NGEREMEHIN sambil nyengir. Merendahkan orang lain karena kita merasa lebih hebat dan atau lebih tinggi kedudukannya. Bagi kebanyakan orang mungkin saja nyinyir itu biasa. Tetapi ketahuilah bahayanya sangat luar biasa alias amat sangat berbahaya. Oleh karena itu mulai sekarang belajarlah, hati-hatilah. Jaga jiwa kita, jaga perasaan kita jangan sampai terkena virus kloningan IBLIS.

Nah berikut ini ada sebuah ulasan singkat yang dijamin menarik dan mudah anda fahami sebab memakai bahasa kita-kita. Sebuah kisah yang mudah-mudahan bisa menjadi cermin dan atau bahan pelajaran serta evaluasi. Kisah AZAZIL NYINYIR... :)

# NYINYIR

Alkisah pada Jaman Azali ada satu mahluk yang FAKTANYA memang paling puinter, paling alim, paling terhormat, paling tinggi Ilmunya dan paling-paling lainnya di kolong jagad. Namanya indah seindah dengan bentuk tubuhnya yang cemerlang, AZAZIL...

Miris.... Sebab dalam satu momentum AZAZIL dikutuk habis-habisan dalam segala sisi. Namanya IBLIS, tubuhnya buruk, bau busuk dan bakalan menjadi penduduk neraka dalam siksa selama-lamanya.. Dari ketinggian setinggi-tingginya kemudian dihempaskan serendah-rendahnya. Ada apakah gerangan...???

Karena telah sudah diciptakan satu mahluk lagi yang mana belum pernah ada di kolong jagad yang konon bisa menjadi mahluk yang tertinggi melebihi AZAZIL pada saat itu. Mahluk kecil, mungil yang terlihat lemah dan bertambah lemah.

Kemudian turunlah perintah, "Layanilah dia, sujudlah kepadanya"

"Ini mahluknya..?? Kayak ginii..?? Mana bisa...??. Malaikat saja tunduk sama kita-kita, ngapain kita disuruh tunduk kepada mahluk lemah kayak ginian..??"

AZAZIL tak habis pikir, kok bisa Azazil yang FAKTANYA paling tinggi segala-galanya dibanding sekolong jagad kudu tunduk dan melayani manusia. Harusnya manusia yang tunduk kepada AZAZIL, ini malah kebalik-balik. Mana bisa begitu...??

AZAZIL nyinyir.... Wajar mereka nyinyir sebab FAKTANYA memang mereka mahluk tertinggi pada saat itu. AZAZIL jelas merasa lebih dari segala-galanya dari manusia. Wong sama malaikat aja lebih tinggi kedudukannya. Alkisah AZAZIL membangkang perintah Tuhan yang mana menjadi penyebab sebuah kejadian yang memilukan yaitu KUTUKAN ABADI selama-lamanya.

AZAZIL memang hebat, masalahnya mereka MERASA hebat, inilah masalahnya. Sebab sehebat-hebatnya mahluk tidak boleh merasa lebih hebat, sepinter-pinternya mahluk tidak boleh MERASA pinter, karena artinya KESOMBONGAN. Padahal KESOMBONGAN itu pakaian Tuhan yang tidak boleh dirampas oleh apapun dan siapapun.

Mungkin saja IBLIS yang dahulu bernama AZAZIL menyesal, apalagi sekarang setelah TAHU hikmah (maksud dan tujuan) sebuah perintah. Penyesalan yang tiada guna. Oleh karenanya IBLIS memendam marah luar biasa dan dendam yang membara. Sebab itu masa tangguh yang diberikan Tuhan YME digunakannya untuk mengkloning RASA yang pernah menjatuhkannya ke lembah terdalam. RASA apa itu...??

********* NYINYIR karena merasa LEBIH dari orang lain ***********

Dengan kehebatan ILMU yang dimiliki, IBLIS yakin bisa mengkloning RASA itu kepada manusia, sehingga bisa menemaninya dalam siksa neraka. Dengan begitu paling tidak dendam kesumatnya sedikit terbalas....

Pesan Moral

Mungkin sobat pinter. Atau mungkin tinggi kedudukan dan status sosialnya. Atau lebih hebat dari orang lain. Atau apapun itu jangan sekali-kali MERASA lebih dari yang lain. Jika sobat merasa pinter dari orang lain lalu memandang orang lain tersebut dengan nyinyir, maka waspadalah. Barangkali IBLIS sudah mulai sukses mengkloning rasa itu kepada anda.

Slow down... Sepinter apapun belajarlah untuk tetap tawadhuk. Tetap merendah, tetap sederhana. Sebab segala kelebihan itu cuman titipan yang seyogyanya dimanfaatkan untuk kebaikan bukan untuk merendahkan orang lain.

Jangan sampai kita sukses di KLONING RASA oleh pasukan IBLIS yang mana menjadi wasilah kutukan abadi. Oleh sebab itu mintalah pertolongan Tuhan, supaya dilindungi dari godaan Syetan yang terkutuk.

Wallahu A'lam



Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment